Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : journal of electrical technology

Menentukan Parameter Generator Impuls Untuk Gelombang Impuls Petir Yusmartato Yusmartato; Ramayulis Nasution
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 3 (2020): JET Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v5i3.3549

Abstract

Jenis tegangan yang mungkin diuji terhadap suatu peralatan adalah tegangan tinggi searah, tegangan tinggi bolak-balik dan tegangan tinggi impuls. Untuk membangkitkan simulasi tegangan tinggi impuls dibutuhkan rangkaian generator impuls RLC satu tingkat dengan parameter-parameter yang sesuai dengan standar IEC. Tegangan yang dihasilkan rangkaian ini menyerupai tegangan yang dihasilkan oleh petir dan surja hubung. Gelombangnya berekor pendek dan bermuka curam selama gelombang ini berjalan melalui kawat transmisi bentuknya berubah, mukanya menjadi kurang curam, ekornya bertambah panjang dan amplitudonya berkurang. Besarnya tegangan impuls yang harus diterapkan pada alat-alat listrik untuk menguji ketahanan petir dan surja hubung ditetapkan dalam standar IEC. Dahulu pengujian tegangan tinggi impuls hanya berlaku untuk transformator tenaga  yang langsung terkena bahaya petir oleh karena bahaya itu mungkin juga mengancam mesin (terutama surja hubung),  maka pengujian impuls juga perlu dilakukan terhadap alat tersebut. Dalam merencanakan suatu generator impuls terlebih dahulu ditentukan spesifikasi tegangan keluarannya, yaitu: tegangan puncak (Vmaks), waktu muka gelombang (Tf), dan waktu ekor gelombang (Tt). Disamping itu, ditentukan juga kapasitas generator (W) dan efisiensi tegangannya (), dengan diketahuinya semua spesifikasi di atas, maka besarnya nilai komponen R, L, dan C dapat ditentukan, Dengan diketahui semua spesifikasi tegangan keluaran generator, maka besarnya nilai RLC dapat ditentukan dimana dalam penentuan parameter ini didapat nilai untuk RLC adalah : nilai resistansi (R) = 1498 M, Nilai induktansi (L) = 303 MH, dan Nilai kapasitansi (C) = 0,05 µF
Pemanfaatan Kembali Limbah Trafo Yang Sudah Tidak Terpakai Menjadi Trafo Las Andri Putra Hadiyatma; Yusmartato Yusmartato; Armansyah Armansyah; Ramayulis Ramayulis
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 5, No 2 (2020): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v5i2.2882

Abstract

Las busur listrik umumnya disebut las listrik adalah salah satu cara menyambung logam dengan jalan menggunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Pada bagian yang terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis. Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda yang akan disambung tercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian membeku dan tersambunglah kedua logam tersebut. Busur listrik yang terjadi akan menimbulkan energi panas yang cukup tinggi sehingga akan mudah mencairkan logam yang terkena. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan dengan memperhatikan ukuran dan type elektrodanya.Pada las busur, sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi antara benda kerja dan elektroda. Elektroda atau logam pengisi dipanaskan sampai mencair dan diendapkan pada sambungan sehingga terjadi sambungan las. Mula-mula terjadi kontak antara elektroda dan benda kerja sehingga terjadi aliran arus, kemudian dengan memisahkan penghantar timbullah busur. Energi listrik diubah menjadi energi panas dalam busur dan suhu dapat mencapai 5500°C.