Sarah Miriam
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP ULM Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL KOOPERATIF BERBASIS LESSON STUDY DI SMPN 31 BANJARMASIN Erma Suryani; Muhammad Arifuddin; Sarah Miriam
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v2i1.1013

Abstract

Kurangnya variasi strategi pembelajaran diduga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar IPA siswa SMP Negeri 31 Banjarmasin. Model kooperatif berbasis lesson study dapat memperkaya siswa dengan pengalaman belajar kolaboratif yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keterlaksanaan RPP dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis lesson study, (2) mengetahui keterampilan sosial siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis lesson study, dan (3) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif berbasis lesson study. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan yang meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik analisis data meliputi analisis secara kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh dari tes dan observasi. Hasil temuan penelitian dapat dirincikan sebagai berikut: (1) keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan 1  sebesar 67,9%,  pertemuan 2 sebesar 76,8%, pertemuan 3 sebesar 81,0% dan pertemuan 4 meningkat menjadi 88,5%. (2) Pembelajaran dengan model kooperatif dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa, terlihat dari pertemuan 1  sebesar 54,6%,  pertemuan 2 sebesar 60,3%, pertemuan 3 sebesar 65,0% dan pertemuan 4 meningkat  menjadi 70,3% (3) Ketuntasan hasil belajar secara klasikal dari siklus I 87,5% lalu meningkat pada siklus II menjadi 93,8%. Berdasarkan temuan tersebut, diperoleh simpulan bahwa hasil belajar siswa SMP Negeri 31 Banjarmasin meningkat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif berbasis lesson study.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KOGNITIF LITERASI SAINS PADA POKOK BAHASAN TEKANAN DI KELAS VIII SMP KOTA BANJARMASIN Zainab Zainab; Mustika Wati; Sarah Miriam
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v1i3.1014

Abstract

Instrumen kognitif literasi sains masih terbilang baru dan belum banyak dikembangkan sehingga kemampuan literasi sains siswa yang masih rendah. Untuk itu dilakukan pengembangan instrument kognitif literasi sains yang bertujuan untuk mendiskripsikan (1) validitas instrument kognitif (2) reliabilitas instrument kognitif (3) tingkat kesukaran instrument kognitif dan (4) daya pembeda instrument kognitif. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan yang diadaptasi Borg and Gall. Pada tahap analisis kebutuhan serta pengumpulan data dilakukan analisis kebutuhan, kajian literatur dan observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sangat dibutuhkannya instrumen kognitif literasi sains agar kemampuan literasi sains siswa menjadi lebih baik. Produk penelitian yang dikembangkan berupa instrumen kognitif untuk soal uraian. Teknik analisis data berupa validasi instrumen kognitif, reliabilitas instrumen kognitif, tingkat kesukaran instrumen kognitif dan daya pembeda. Hasil instrumen kognitif literasi sains menunjukkan bahwa (1) validitas instrumen kognitif yang dikembangkan tergolong dalam kategori baik (2) reliabilitas instrumen yang dikembangkan memiliki reliabel yang tinggi (3) tingkat kesukaran memiliki kriteria soal yang proporsional yaitu sukar 25%, sedang 50% dan mudah 25% (4) daya pembeda pada uji coba pemakaian soal yang diterima 58,4%, soal yang diterima tetapi perlu diperbaiki 33,3%, dan soal yang dibuang 8,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan instrumen kognitif literasi sains dapat digunakan sebagai evaluasi dalam pembelajaran.