Rulik Setiani
STKIP Muhammadiyah Kotabumi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Students’ Syntax Error In Writing Ability Rulik Setiani
Edukasi Lingua Sastra Vol 15 No 2 (2017): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.449 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v15i2.66

Abstract

Writing is one of the language skills that must be mastered by students. By writing students can pour their ideas, opinions, and thoughts in writing. However, there are still some students who make mistakes in writing activities, especially writing English text. errors that are often done by students in writing English text is a misuse of syntax that is divided into errors in phrases, clauses, and sentences.
THE IMPLEMENTATION OF LESSON STUDY TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY THROUGH TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) Rulik Setiani
Edukasi Lingua Sastra Vol 16 No 1 (2018): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.127 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v16i1.76

Abstract

Untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama ditingkat perguruan tinggi STKIP Muhammadiyah Kotabumi dibutuhkan upaya dan usaha tenaga pendidik atau dosen yang dapat memperbarui dan meningkatkan pembelajaran agar hasil belajar meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh para dosen, yaitu dengan menerapkan lesson study karena lesson study merupakan suatu proses kolaboratif atau model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning. Untuk membangun learning community dilakukan tiga tahapan, yaitu plan, do, dan see. Dalam tahap plan dosen model menyampaikan lesson design yang sudah dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran pada mata kuliah vocabulary development program studi pendidikan bahasa Inggris semester satu kelas A. Dosen model menyiapkan lembar kerja mahasiswa untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang sudah dipelajari. Pada tahap do melalui model pembelajaran TAI, dosen menyuruh mahasiswa untuk membentuk kelompok beranggotakan 3 sampai 4. Dosen menjelaskan materi pembelajaran, setelah itu setiap mahasiswa pada masing-masing kelompok diberi lembar kerja yang pada awalnya mereka harus mengerjakanya masing-masing dan kemudian mereka dapat berdiskusi dengan sesama anggota kelompoknya. Jika mereka sudah selesai, dosen mengecek hasil kerjanya dengan cara mahasiswa mempresentasikanya ataupun juga dengan dibahas bersama-sama. Dosen jaga memberi apresiasi pada setiap kelompok yang dapat menjawab dengan benar, pada tahap ini dosen lainnya sebagai pengamat mengamati kegiatan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Tahap yang terahir, yaitu see, pada tahap ini dosen model beserta para dosen lain atau para pengamat dipandu dengan moderator menyampaikan temuan-temuan selama proses pembelajaran dan memberikan saran.Hal ini bertujuan untuk perbaikan agar proses pembelajaran pada tahap berikutnya lebih baik dan meningkat.
STUDENTS’ AMBIGUITY IN WRITING AN ESSAY Rulik Setiani
Edukasi Lingua Sastra Vol 17 No 1 (2019): Edukasi Lingua Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.827 KB) | DOI: 10.47637/elsa.v17i1.104

Abstract

Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Dengan menulis siswa dapat menuangkan ide, pendapat, dan pikiranyasecara tertulis. Untuk dapat menulis esai dengan baik, hendaknya siswa/mahasiswa menguasai beberapa komponen bahasa yang lain, diantaranyameguasai struktur kalimat (grammar) dengan benar, menguasai dan memiliki perbendaharaan kata yang cukup, dan penggunaan tata ejaan serta tanda bacayang tepat. Sedangkan dalam menulis esai, juga harus memperhatikan tiga bagian esai yaitu diawali dengan paragraf pembuka, kemudian paragraf isi, dan diakhiri dengan paragraf penutup. Namun untuk menulis esai dengan susunan yang baik dan tepat (well organized) tidaklah mudah bagi siswa/mahasiswa. Pada kenyataanya kalimat yang mereka susun masih sering mengalami makna ganda atau ambigu. Ambigu dapat terjadi dalam tiga bentuk diantaranya ambigu dalam bentuk bunyi (Phonological ambiguity ), ambigu dalam kata (lexical ambiguity), dan ambigu dalam susunan kalimat (grammatical ambiguity).