Abstrak Dukungan keluarga berupa komunikasi dapat menjadi sistem pendukung keluarga dalam menghadapi depresi. Penerapan pola komunikasi yang baik akan memberikan kontribusi yang baik antara keluarga dan lansia dalam menyelesaikan masalah serta lebih sulit mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan pola komunikasi keluarga dengan tingkat depresi lansia di Kelurahan Padang Bulan Medan. Desain penelitian adalah deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini lansia usia 60 tahun atau lebih, baik pria maupun wanita, tinggal bersama keluarga dan mengalami depresi. Sampel penelitian berjumlah 35 responden ditentukan dengan metode Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret dan April 2012 melalui penyebaran instrumen berupa kuesioner berisi pernyataan dan pertanyaan tentang data demografi, pola komunikasi keluarga dan tingkat depresi lansia. Hasil penelitian dianalisa menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedua variabel, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dari hasil analisa hubungan antara kedua variabel tersebut diperoleh nilai α=0,00 yang menunjukkan bahwa korelasi antara pola komunikasi keluarga dengan tingkat depresi lansia bermakna. Nilai koefisien korelasi Pearson atau r=─0,597. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi komunikasi keluarga fungsional maka semakin rendah depresi yang dialami oleh lansia. Saran terhadap keluarga diharapkan dapat menerapkan pola komunikasi keluarga yang fungsional agar lansia tidak mengalami depresi.