Nisa Syuhda
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Media Permainan Kotak dan Kartu Misterius (KOKAMI) untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas VII dalam Pembelajaran Bahasa Arab Umi Khotijah; Nisa Syuhda
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2020.52-05

Abstract

The activeness of students in the process of teaching and learning activities needs attention so that the learning process can produce maximum results. Seeing the inactivity of class VII students of MTs Taruna al-Qur'an Yogyakarta in the Arabic language learning process initiated researchers to conduct experimental research on the use of the mysterious box and card games (KOKAMI) in the Arabic learning process which aims to determine differences in student activity between experimental groups with the control group after the application of KOKAMI media. This type of research is quasi-experimental research (Quasi-Experimental) using a quantitative approach. The research subjects consisted of class VIIA students as the experimental class and class VIIB students as the control class. The data were obtained based on the results of observations, interviews, and questionnaires which were then analyzed quantitatively descriptively using paired sample t-test and independent sample t-test with the help of SPSS16. The results showed that Arabic learning activity increased after the implementation of KOKAMI media. Based on the independent sample t-test, it was obtained a post-experimental value of 0.017 <0.05 and a post-control value of 0.017 <0.05, it can be concluded that there was a significant difference between the students' Arabic learning activeness in the experimental class and the control class. Abstrak: Keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar perlu mendapat perhatian agar proses pembelajaran dapat membuahkan hasil yang maksimal. Melihat kurang aktifnya siswa kelas VII MTs Taruna al-Qur’an Yogyakarta dalam proses pembelajaran bahasa Arab menginisiasi peneliti dalam melakukan penelitian eksperimen penggunaan media permainan kotak dan kartu misterius (KOKAMI) dalam proses pembelajaran bahasa Arab yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan keaktifan siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol setelah diterapkannya media KOKAMI. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian terdiri dari siswa kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIIB sebagai kelas kontrol. Data diperoleh berdasarkan pada hasil observasi, wawancara dan kuesioner yang kemudian dianalisis secara kuntitatif deskriptif menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test dengan bantuan SPSS16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan belajar bahasa Arab meningkat setelah diterapkannya media KOKAMI. Berdasarkan uji independent sample t-test diperoleh nilai post-eksperimen sebesar 0,017<0,05 dan nilai post-kontrol 0,017<0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara keaktifan belajar bahasa Arab siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
Analysis of Arabic Learning Materials for Students of Islamic Elementary School (Madrasah Ibtidaiyah) (A Perspective of Curriculum and Content Analysis)/ Analisis Materi Pembelajaran Bahasa Arab bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Khoirunnisa; Nisa Syuhda
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2021.62.03

Abstract

This study is a comparative analysis of the Arabic language textbook for first-grade of Islamic elementary school (MI) appertaining to Curriculum 2013 edition and Decree of Ministry of Religious Affairs (KMA) Number 183 Year 2019. Those two textbooks are analyzed in reference to the technical instructions for book guidelines of the Regulation of the Ministry of Education and Culture (Permendikbud) Number 8 Year 2016 and in particular, textbook quality and presentation are the two aspects of the textbook evaluation criteria in this study. A qualitative design was employed and the data were collected with library research. The data analysis was conducted through three stages: (1) descriptive analysis, (2) categorizing, and (3) connecting. The result of the study showed that both two textbooks are not suited to several indicators of coursebook quality and presentation according to Permendikbud Number 8 Year 2016. In terms of textbook quality, two textbooks have a distinction on source of materials and both of them display similarities such as (1) illustrating poor in quality; (2) creating innovation and independent learning; (3) supporting self-development; (4) promoting national integrity. In regard to presentation aspect, they both present different illustrations and share striking similarities including (1) delivering unattractive presentations; (2) presenting clear illustrations; (3) promoting students’ critical thinking, creativity, and innovation; (4) offering cultural localization of materials; and (5) provoking a sense of great curiosity. Abstrak Penelitian ini merupakan analisis perbandingan buku bahasa Arab siswa kelas 1 MI Edisi Kurikulum 2013 dan KMA 183 Tahun 2019 berdasarkan petunjuk teknis pedoman buku pada Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016. Analisis tersebut ditinjau dari aspek kelayakan materi dan penyajian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Metode analisis data melalui tiga tahapan, yaitu analisis deskriptif, analisis kategori, dan analisis connecting. Hasil penelitian ini adalah kedua buku bahasa Arab belum sesuai dengan beberapa indikator aspek kelayakan materi dan penyajian berdasarkan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016. Dilihat dari aspek kelayakan materi, kedua buku tersebut memiliki satu perbedaan dan empat persamaan. Perbedaan tersebut terdapat pada sumber materi. Adapun empat persamaan dari kedua buku bahasa Arab tersebut yaitu: (1) masih ada materi yang belum benar dan akurat; (2) materi bisa menstimulasi munculnya kemandirian dan inovasi; (3) materi bisa mendukung untuk mengembangkan diri siswa; dan (4) materi bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kemudian dilihat dari aspek kelayakan penyajian, kedua buku tersebut mempunyai satu perbedaan dan lima persamaan. Perbedaan tersebut terletak pada ilustrasi. Adapun lima persamaan dari kedua buku tersebut yaitu: (1) masih ada penyajian materi yang tidak menarik; (2) tidak ada penyimpangan pada ilustrasi yang disajikan; (3) penyajian materi dapat meningkatkan siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif; (4) berisi wawasan kontekstual; serta (5) penyajian materi menarik dan dapat mengembangkan rasa keingintahuan yang mendalam.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar (SD) Nisa Syuhda
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 3, No 1 (2011): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v3i1.42

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana media pembelajaran sains yang efektif untuk anak-anak, terutama bagi anak-anak pada tingkat SD. Pemilihan dan pemanfoatan media pembelajaran sains yang efektif di SD sebaiknya merupakan media yang paling sederhana, mudah dipahami, mudah didapat dan berada di tempat yang terdekat dengan tempat tinggal siswa, atau lingkungan sekolah. Adapun beberapa contoh media pembelajaran sains yang efektif di SD antara lain: (I) Penggunaan media biji kacang hijau dalam kegiatan pembelajaran sains dengan menugasi siswa untuk menanam biji kacang hijau di dalam sebuah gelas plastik bekas air mineral (2) Penggunaan media benih padi dalam kegiatan pembelajaran sains dengan metode field trip (mempelajari sains dengan langsung terjun ke lapangan atau langsung ke alam), anak-anak belajar bagaimana seorang petani menanam padi hingga memanennya. (3) Penggunaan media langsung di alam, misalnya media buah-buahan yang ada di halaman sekolah. Untuk mempelajari sains mereka lebih mudah memahami materinya, karena mereka dapat mempraktikkan langsung di alam.