This Author published in this journals
All Journal Al Marhalah
Aprilliantoni Aprilliantoni
Dosen Pascasarjana Universitas Islam ’45

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menekan Ketimpangan Pendanaan Pendidikan Dan Mengurangi Kemiskinan Aprilliantoni Aprilliantoni
Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/alm.v4i2.41

Abstract

Kebijakan Inklusi Pendanaan pendidikan  akan mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Karena setiap pertumbuhan ekonomi akan menciptakan tambahan pekerjaan. Merujuk Konsep hukum Coulomb, di mana ada daya tarik yang kuat, bila berbeda muatan akan mengalami tarik menarik, di sini antara pengentasan kemiskinan dan  jumlah rata-rata  tahun pendidikan, yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia meningkat dengan cepat, pada awal 1960-an yang hanya 60 Dolar AS per tahun, pada 2016 menjadi 3.605 dollar AS. Sayangnya kenaikan pendapatan rata-rata ini tidak  diikuti oleh mengecilnya gap jurang kaya dan miskin, hal ini  dibuktikan dengan memburuknya rasio Gini, BPS mencatat koefisien Gini meningkat dengan cepat dari 0,30 pada tahun 2000 menjadi 0,41 pada tahun 2013 dan menurun sedikit 0,394 pada 2016.Fokus pemerintah bahwa sejak tahun 2008 mendorong anggaran pendidikan 20 % dari APBN, Dalam jangka pendek sedikit mengurangi kemiskinan, sebaliknya mendorong kuat ekonomi kelas menengah ke atas, Implikasinya mendorong pelebaran ketidaksetaraan ekonomi. Karena itu, pemerintah sekarang perlu untuk mendorong Inklusi pendanaan  pendidikan  yang tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah rata-rata  tahun pendidikan
Menekan Ketimpangan Pendanaan Pendidikan Dan Mengurangi Kemiskinan Aprilliantoni Aprilliantoni
Almarhalah Vol 4, No 2 (2020): Almarhalah
Publisher : STIT Al-Marhalah Al-Ulya Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38153/almarhalah.v4i2.41

Abstract

Kebijakan Inklusi Pendanaan pendidikan  akan mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Karena setiap pertumbuhan ekonomi akan menciptakan tambahan pekerjaan. Merujuk Konsep hukum Coulomb, di mana ada daya tarik yang kuat, bila berbeda muatan akan mengalami tarik menarik, di sini antara pengentasan kemiskinan dan  jumlah rata-rata  tahun pendidikan, yang berbanding terbalik dengan kuadrat jarak.Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia meningkat dengan cepat, pada awal 1960-an yang hanya 60 Dolar AS per tahun, pada 2016 menjadi 3.605 dollar AS. Sayangnya kenaikan pendapatan rata-rata ini tidak  diikuti oleh mengecilnya gap jurang kaya dan miskin, hal ini  dibuktikan dengan memburuknya rasio Gini, BPS mencatat koefisien Gini meningkat dengan cepat dari 0,30 pada tahun 2000 menjadi 0,41 pada tahun 2013 dan menurun sedikit 0,394 pada 2016.Fokus pemerintah bahwa sejak tahun 2008 mendorong anggaran pendidikan 20 % dari APBN, Dalam jangka pendek sedikit mengurangi kemiskinan, sebaliknya mendorong kuat ekonomi kelas menengah ke atas, Implikasinya mendorong pelebaran ketidaksetaraan ekonomi. Karena itu, pemerintah sekarang perlu untuk mendorong Inklusi pendanaan  pendidikan  yang tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah rata-rata  tahun pendidikan