Urip Tri Wijayanti
BKKBN Provinsi Sulawesi Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kendala-Kendala BKB (Bina Keluarga Balita) Holistik Integratif di Provinsi Sulawesi Utara Urip Tri Wijayanti
Jurnal Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v10i1.205

Abstract

The development of early childhood needs to be done holistik integrative. The service activities cover the aspects of care, health and nutrition. All Of whice can be obtained through posyandu; Aspects of education through early childhood (early childhood education) and aspects of parenting through Bina Keluarga Balita (BKB) are carried out and applied in an integrated manner. Training and guidance for integrated integrative BKB cadres has been done. The question is, after the cadres get training and coaching whether they can do integration between early childhood and Posyandu or there are obstacles that they face.For that need to be done research, this research is a qualitative research with BKB cadres, PAUD cadres & Posyandu cadres and families who become members of BKB. The results of this study concluded that the obstacles in the implementation Holistik integrative BKB include: (1). Lack of commitment among relevant sectors and partners, so there are not willing to provide integrative services with BKB. (2) Low quality data that is hindering the development of the group BKB Integrative Holistik in the district / city(3). The low quality of cadres and PLKB, so an understanding of Integrative Holistik BKB still less so (4).The low awareness of parents to be active in the activities of BKB.  Pengembangan anak usia dini perlu dilakukan secara holistik integrative Kegiatan pelayanan yang dilakukan mencakup aspek perawatan, kesehatan dan gizi. Kesemuaya itu bisa didapat melalui posyandu; aspek pendidikan melalui PAUD (pendidikan anak usia dini) dan aspek pengasuhan melalui Bina Keluarga Balita (BKB) yang dilakukan dan diterapkan secara terpadu. Pelatihan dan pembinaan bagi kader-kader BKB Holistik integratif sudah dilakukan,menjadi pertanyaan kita, setelah para kader  mendapatkan pelatihan dan pembinaan apakah  mereka sudah bisa melakukan integrasi antara PAUD dan Posyandu atau ada kendala-kendala yang mereka hadapi.Untuk itu perlu dilakukan penelitian, penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informan Kader BKB, Kader PAUD & Kader Posyandu serta keluarga yang menjadi anggota BKB.Hasil penelitiannya antara lain (1).Rendahnya Komitmen antar sector terkait dan mitra kerja, sehingga masih ada yang belum mau memberikan pelayanan secara integrative dengan BKB. (2) Rendahnya Kualitas Data BKB sehingga menghambat pengembangan kelompok BKB Holistik Integratif di kabupaten/kota. (3). Rendahnya kualitas kader & PLKB, sehingga pemahaman tentang BKB Holistik integratif masih kurang sekali (4). Rendahnya kesadaran orangtua untuk aktif dalam kegiatan BKB.
Implementasi Delapan Fungsi Keluarga di Provinsi Jawa Tengah Urip Tri Wijayanti; Deybie Yanti Berdame
Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v11i1.2475

Abstract

Families contribute to the physical and psychological development of children, families are also very influential on children's achievement. In theory the family has eight family functions ranging from religious functions, socio-cultural, love, protection, reproduction, socialization and education, economics, and environmental development. These eight functions are expected to be a guide for the lives of Indonesian families. Besides that, it is a prerequisite, reference and lifestyle of every family in order to realize a prosperous and quality family. The magnitude of the family's role, the Representative of the Central Java Province BKKBN and the Family Planning Regional Organization (KB OPD) spread in 35 districts/cities do not remain silent in responding to eight family functions, one of which is by socializing to the public. After efforts to socialize, interesting things to study the application of eight family functions, the study aims to: (1) analyze the adolescent reproductive health program, planned family planning, exposure to population information, family planning and adolescent reproductive health and empowerment and family resilience that produce level estimation results provinces, and (2) describe the latest National Medium Term Development Plan (RPJMN) Performance Indicators. The target of the survey is family, namely the wife and husband, but primarily the wife. Family respondents in this survey were 2.275 respondents. Data collection uses structured questionnaires that have been installed on smartphones. The results showed that in general respondents (88, 6%) never heard / knew about eight family functions. In general application has been implemented even though there are still respondents who do not know. So basically the respondents did not understand the eight family functions but in practice they have implemented. For this reason, it is necessary to socialize eight family functions to families, socialization is carried out by packaging through creative IEC (communication, information and education) so that messages can be conveyed clearly.  Keluarga berkontribusi pada perkembangan fisik maupun psikis anak-anak, keluarga juga sangat berpengaruh pada prestasi anak. Secara teori keluarga memiliki delapan fungsi keluarga mulai dari fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Delapan fungsi tersebut diharapkan menjadi pedoman kehidupan keluarga-keluarga Indonesia. Selain itu menjadi prasyarat, acuan, dan pola hidup setiap keluarga dalam rangka terwujudnya keluarga sejahtera dan berkualitas. Besarnya peranan keluarga tersebut, maka perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) provinsi Jawa Tengah dan Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana (OPD KB) yang tersebar di 35 kabupaten/kota tidak tinggal diam dalam merespons delapan fungsi keluarga, salah satunya dengan mensosialisasikan kepada masyarakat. Setelah upaya mensosialisasikan, hal menarik untuk dikaji penerapan delapan fungsi keluarganya, maka penelitian bertujuan untuk: (1) menganalisis tentang program kesehatan reproduksi remaja, keluarga berencana, keterpaparan informasi kependudukan, KB dan Kesehatan Reproduksi Remaja serta pemberdayaan dan ketahanan keluarga yang menghasilkan estimasi hasil tingkat provinsi, dan (2) mendeskripsikan Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terbaru. Sasaran surveinya keluarga yakni istri dan suami, namun utamanya istri. Responden keluarga dalam survei ini sebanyak 2.275 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur yang sudah terinstal pada smartphone. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara umum (88,6%) responden tidak pernah mendengarkan/mengetahui tentang delapan fungsi keluarga. Dalam penerapannya secara umum sudah menerapkan meskipun masih ada responden yang tidak mengetahui. Intinya, responden tidak memahami delapan fungsi keluarga namun pada prakteknya sudah menerapkan. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi delapan fungsi keluarga pada keluarga-keluarga, sosialisasi dilakukan dengan mengemas melalui KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) kreatif agar pesan-pesan dapat tersampaikan secara jelas.