AbstractResearch conducted using the method of critical discourse analysis Norman Fairclough was found that Anies try to generalize the concept of good people. At the same time then blurs the meaning variants of the well itself. Emphasis and repetition of words good people who do Anies Baswedan to attach the adjective "good" of the figure represented. The phrase "good people supporting the good guys" are also dominant in the text of the video entitled "Anies Baswedan's Great Speech, Why Jokowi" is, which of the sentence meaning Badwater trying to lead good people against him. So when people agree Jokowi is a good person, the easier it will lead pemakanaan that he was a good man anyway. Anies trying to build the concept of good people lead more right than people who have the ability to use the way of thinking rhetoric syllogism and heed other leadership skills.Abstrak Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough ini ditemukan bahwa Anies mencoba melakukan generalisasi konsep orang baik. Pada saat yang bersamaan kemudian mengaburkan varian makna dari orang baik itu sendiri. Penekanan dan pengulangan kata orang baik yang dilakukan Anies Baswedan untuk melekatkan kata sifat “baik” terhadap sosok yang direpresentasikan. Kalimat “orang baik mendukung orang baik” juga dominan dalam teks video yang berjudul “Anies Baswedan’s Great Speech, Mengapa Jokowi” ini, yang mana dari kalimat tersebut Anies mencoba menggiring makna orang baik terhadap dirinya. Jadi ketika masyarakat setuju Jokowi adalah orang baik, maka akan lebih mudah menggiring pemakanaan bahwa dirinya adalah orang baik pula. Anies mencoba membangun konsep orang baik lebih berhak memimpin dibanding orang yang memiliki kemampuan beretorika dengan menggunakan cara berfikir silogisme serta mengindahkan kemampuan kepemimpinan lainnya.