Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Potensi Sedimen Perairan Sebagai Sumber Kontaminan Logam Berat (Pb, Cu, Zn) Di Badan Air Pada Wilayah Reklamasi Lumpur Lapindo Novi Anitra; Barlah Rumhayati; Catur Retnaningdyah
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 12, No 2 (2016): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.12.2.1390.142-154

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi potensi sedimen perairan di wilayah reklamasi lumpur Lapindo sebagai sumber kontaminan logam berat (Pb, Cu, Zn) di badan air muara Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Evaluasi dilakukan dengan menentukan nilai faktor kontaminasi (Contamination Factor, CF) dan kode penilaian resiko (Risk Assessment Code, RAC) berdasarkan konsentrasi fraksi geokimia logam berat dalam sedimen. Fraksi logam berat ditentukan dengan metode ekstraksi bertahap (sequential extraction) BCR dimodifikasi oleh Chakraborty. Sampel sedimen diambil pada dua lokasi di muara Sungai Porong, yaitu pada lokasi 1 yaitu 7°34'26.76" LS, 112°52'53.76" BT dan lokasi 2 yaitu 7°33'31.35" LS, 112°51'05.56"BT. Sampel diambil dengan menggunakan Eickman Grab sampler, disimpan dalam wadah gelap pada suhu 40C. Konsentrasi logam berat ditentukan dengan Spektrofotometri Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua lokasi nilai CF(Cu) lebih tinggi dibandingkan CF(Pb) dan CF(Zn). Hal ini menunjukkan bahwa Cu memiliki waktu retensi lebih singkat dibandingkan kedua logam lainnya dalam sedimen. Dengan kata lain, Cu lebih mudah terlepas dari sedimen dan menuju badan air sehingga dapat mengkontaminasi badan air. Berdasarkan nilai RAC, sedimen di lokasi 2 memiliki potensi lebih besar melepaskan logam Cu dalam  fraksi 1 (fraksi logam berat terlarut dalam air pori sedimen) dan fraksi 2 (fraksi logam berat mudah tertukar dan dalam bentuk karbonat) yang dapat dimanfaatkan langsung oleh biota di badan air. Dapat disimpulkan bahwa meskipun mangrove yang ditanam di wilayah reklamasi Lumpur Lapindo dapat mengabsorpsi logam berat tetapi sedimen perairan di wilayah tersebut memiliki potensi sebagai sumber kontaminan Cu, terutama di wilayah reklamasi yang berhubungan dengan laut.