Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Monitoring Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis di Poli TB DOTS RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso rosamarlina rosamarlina; vivi lisdawati; Christine Ernita Banggai; Darayani Darayani; Temmasonge Radi Pakki; Rita Rogayah; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 5, No 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.804 KB) | DOI: 10.32667/ijid.v5i2.81

Abstract

Latar Belakang: Timbulnya efek samping akibat penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) menjadi permasalahan yang serius dalam pengobatan dan eradikasi TB karena berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan. Studi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran efek samping OAT pada pasien TB di Poli TB DOTS RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Metode: Jenis study kohort prospektif dengan pemantauan penderita secara berkala setiap bulan selama pengobatan baik 6 bulan ataupun 9 bulan. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien TB di poli DOTS RSPI-SS tahun 2017 (Januari-Desember) yang telah menyelesaikan pengobatan pada bulan Desember 2017. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Hasil: Dari 53 pasien sebagian besar yaitu 50.9% mengalami efek samping obat (ESO) ringan. Berdasarkan lokasi organ efek samping pada kulit 35.8%, 71.7% pada pencernaan, 67.9% pada saraf dan 9.4% pada mata. Tanda gejala ESO paling banyak adalah flu sindrom 54,7%, mual 43.4%, tidak nafsu makan 35.8%. Kesimpulan: Pasien TB yang mendapatkan OAT mayoritas mengalami efek samping kategori ringan dan pada lokasi organ pencernaan.
Profil Pasien Suspek Koinfeksi TB pada HIV di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2015 NFN Rosamarlina; Farida Murtiani; Tri Yuli Setianingsih; Debby Permatasari
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 3, No 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.544 KB) | DOI: 10.32667/ijid.v3i1.28

Abstract

AbstrakLatar belakang : Dampak pandemi Human Immunodefiency Virus (HIV) di dunia akan menambah permasalahan Tuberkulosis (TB). Koinfeksi TB dengan HIV merupakan tantangan besar dalam program pengendalian kedua penyakit tersebut. Kedua penyakit ini dan penyebabnya dapat saling berinteraksi dan mempengaruhi epidemiologi masing-masing. Maka diperlukan beberapa penelitian untuk mengetahui besarnya angka kejadian koinfeksi TB-HIV dan juga profil dari pasien koinfeksi TB-HIV.Metode : Penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan data primer dengan instrument Case Report Form (CFR) dilakukan selama 3 bulan sejak September – November 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien suspek TB pada HIV dan HIV non TB sebanyak 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil : Jumlah pasien HIV pada periode September – November 2015 hanya 10 pasien yang TB-HIV. Dari 38 pasien suspek TB-HIV sebagian besar berusia < 35 tahun (52,6%) dan berjenis kelamin laki-laki (73,7%), menunjukkan Gejala klinis pasien suspek TB-HIV terbanyak adalah demam (94.7%), batuk (100%), batuk berdahak (89,5%), berkeringat malam hari (86,8%), mudah lelah (97,4%), gangguan tidur (86,8%), berat badan turun (100%), infeksi opportunistik candidiasis oral (60.5%) dengan hasil foto rontgen terbanyak yaitu Tb Paru (44,7%). Hasil apusan sputum pertama 84,2% BTA negative, apusan kedua 76,3% BTA negative dan apusan ketiga 86,8% BTA negative. Gambaran CD4 pada pasien TB-HIV 73,7% dengan CD4 < 100 sel/mm3.Kesimpulan : Sulit menentukan pasien koinfeksi TB pada pasien HIV tanpa dilengkapi pemeriksaan penunjang Foto Rontgen dan pemeriksaan CD4.
The Relationship Nurses' Knowledge and Implementation of Early Warning Score (EWS) In Critical Patients at Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital Nuning Handayani; Achmad Fauzi; Romaida Romaida; Farida Murtiani
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 8 No. 3 (2022): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.03 KB) | DOI: 10.33755/jkk.v8i3.354

Abstract

Aims : To find out the relationship between nurses' knowledge of EWS and the implementation of EWS in critically ill patients. Design : Quantitative research with cross sectional design Methdos : The sample was taken using a total sampling technique of 109 nurses at Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital for the period of December 2021. Data collection used questionnaires and observation. Univariate analysis using frequency distribution, bivariate analysis using chi-square analysis. Results : The results showed that of the 109 nurses, most of the knowledge about EWS had good knowledge about the Early Warning Score (EWS), namely 61 respondents (56%). Most of the EWS implementations are Early Warning Score (EWS) implementations in the appropriate category, namely 69 respondents (63.3%). There is a relationship between knowledge and the implementation of EWS in critical patients P value = 0.000. Conclusions : The study recommends the need for policies and standard operating procedures (SOPs) for EWS and it is necessary to carry out socialization and training on EWS SOPs to all health workers on a regular basis accompanied by regular evaluations.
Profil Pasien Suspek Koinfeksi TB pada HIV di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso Tahun 2015 NFN Rosamarlina; Farida Murtiani; Tri Yuli Setianingsih; Debby Permatasari
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 3 No. 1 (2016): THE INDONESIAN JOURNAL OF INFECTIOUS DISEASES
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v3i1.28

Abstract

AbstrakLatar belakang : Dampak pandemi Human Immunodefiency Virus (HIV) di dunia akan menambah permasalahan Tuberkulosis (TB). Koinfeksi TB dengan HIV merupakan tantangan besar dalam program pengendalian kedua penyakit tersebut. Kedua penyakit ini dan penyebabnya dapat saling berinteraksi dan mempengaruhi epidemiologi masing-masing. Maka diperlukan beberapa penelitian untuk mengetahui besarnya angka kejadian koinfeksi TB-HIV dan juga profil dari pasien koinfeksi TB-HIV.Metode : Penelitian ini adalah penelitian diskriptif dengan desain potong lintang. Pengambilan data primer dengan instrument Case Report Form (CFR) dilakukan selama 3 bulan sejak September – November 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien suspek TB pada HIV dan HIV non TB sebanyak 38 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Hasil : Jumlah pasien HIV pada periode September – November 2015 hanya 10 pasien yang TB-HIV. Dari 38 pasien suspek TB-HIV sebagian besar berusia < 35 tahun (52,6%) dan berjenis kelamin laki-laki (73,7%), menunjukkan Gejala klinis pasien suspek TB-HIV terbanyak adalah demam (94.7%), batuk (100%), batuk berdahak (89,5%), berkeringat malam hari (86,8%), mudah lelah (97,4%), gangguan tidur (86,8%), berat badan turun (100%), infeksi opportunistik candidiasis oral (60.5%) dengan hasil foto rontgen terbanyak yaitu Tb Paru (44,7%). Hasil apusan sputum pertama 84,2% BTA negative, apusan kedua 76,3% BTA negative dan apusan ketiga 86,8% BTA negative. Gambaran CD4 pada pasien TB-HIV 73,7% dengan CD4 < 100 sel/mm3.Kesimpulan : Sulit menentukan pasien koinfeksi TB pada pasien HIV tanpa dilengkapi pemeriksaan penunjang Foto Rontgen dan pemeriksaan CD4.
Monitoring Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis di Poli TB DOTS RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Rosamarlina Rosamarlina; Vivi Lisdawati; Christine Ernita Banggai; Darayani Darayani; Temmasonge Radi Pakki; Rita Rogayah; Farida Murtiani
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 5 No. 2 (2019): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v5i2.81

Abstract

Latar Belakang: Timbulnya efek samping akibat penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) menjadi permasalahan yang serius dalam pengobatan dan eradikasi TB karena berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan. Studi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran efek samping OAT pada pasien TB di Poli TB DOTS RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Metode: Jenis study kohort prospektif dengan pemantauan penderita secara berkala setiap bulan selama pengobatan baik 6 bulan ataupun 9 bulan. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien TB di poli DOTS RSPI-SS tahun 2017 (Januari-Desember) yang telah menyelesaikan pengobatan pada bulan Desember 2017. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Hasil: Dari 53 pasien sebagian besar yaitu 50.9% mengalami efek samping obat (ESO) ringan. Berdasarkan lokasi organ efek samping pada kulit 35.8%, 71.7% pada pencernaan, 67.9% pada saraf dan 9.4% pada mata. Tanda gejala ESO paling banyak adalah flu sindrom 54,7%, mual 43.4%, tidak nafsu makan 35.8%. Kesimpulan: Pasien TB yang mendapatkan OAT mayoritas mengalami efek samping kategori ringan dan pada lokasi organ pencernaan.