Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

REKONSTRUKSI PEMBANGUNAN EKONOMI BERBASIS ISLAM Telaah Pemikiran M. Umer Chapra Fadllan, Fadllan
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.73 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v15i2.2064

Abstract

The meaning of “Reconstruction of Economic Growth” in this research is an effort to  reconceptualize the economic concepts of conventional development, structure and economic system formulated by West through the mind frame offerred by Muhammad Umer Chapra. This mind set has a purpose of reconstructuring the economic growth that can make the society prosperous as the Islamic teaching law, so that it can create a new theory as a future economic developmental concept.  To build a fairness economic system and to reach the economic goals, M. Umer Chapra offerred a reconstruction on some strategic elements. They are filter mechanism which stressed on the moral filter, people’s motivation to put social interests forward, socioeconomical reconstruction, and the country complementer’s active role in economy. To make it true, he offerred some policies, they are: 1) enlighting the humanity factors; 2) decreasing the property concentration; 3) making the economic reconstruction; 4) making fund reconstruction; 5) making a strategic policy with the society’s welfare as the orientation. The essence of all his offering about economic growth is a balanced development in two sides, economy and moral. Because it is impossible to bulid a fairness welfare without any  moral development.
PARADIGMA MADZHAB-MADZHAB EKONOMI ISLAM DALAM MERESPON SISTEM EKONOMI KONVENSIONAL Fadllan -
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 7 No. 1 (2012)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v7i1.322

Abstract

Sistem Ekonomi Islam berangkat dari kesadaran tentangetika, sebuah ethical economy, sedangkan sistem ekonomi lain,baik kapitalisme maupun sosialisme, berangkat darikepentingan (interest). Kapitalisme berangkat darikepentingan perorangan (selfishness) dan sosialismeberangkat dari kepentingan kolektif (collectivism). EkonomiIslam meletakkan hak individu dan masyarakat dalamneraca keseimbangan yang adil. Berkenaan denganbagaimana konsep ekonomi Islam itu, terdapat tiga madzhabyang memiliki pandangan yang berbeda, yaitu: Pertama,madzhab Bagir al-Sadr yang memandang bahwa ilmuekonomi (economics) tidak pernah bisa sejalan dengan Islam,karena keduanya berasal dari filosofi yang salingkontradiktif. Karenanya, madzhab ini menggunakan istilahiqtishâd, bukan ekonomi Islam. Kedua, madzhab Mainstreamyang berpandangan bahwa, sebagaimana ekonomikonvensional, kelangkaan sumber daya menjadi penyebabmunculnya masalah ekonomi. Ketiga, madzhab AlternatifKritis yang berpendapat bahwa analisis kritis bukan sajaharus dilakukan terhadap sosialisme dan kapitalisme, tetapijuga terhadap ekonomi Islam itu sendiri.
Equity Crowdfunding dan Usaha Mikro Kecil Menengah: Kajian Equity Crowdfunding sebagai Instrumen Pendanaan UMKM Syariah: Equity Crowdfunding and Micro, Small and Medium Enterprises: Study of Equity Crowdfunding as a Sharia MSME Funding Instrument Cici' Wilantini; Fadllan Fadllan
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 11 No. 1 (2021): el-Qist
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2021.11.1.82-97

Abstract

Technological developments can present a financial system that is increasingly developing, effective, practical and transparent. From these developments, crowdfunding was born from a social aspect, namely helping each other and mutual cooperation that develops following technological developments. Crowdfunding is not a new concept but has been around for a long time. This article wants to study how relevant equity crowdfunding is used as a funding instrument in sharia Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). This study uses library research with secondary data obtained from several books, journals, news articles, and other publications with similar research topics. Equity crowdfunding is considered relevant to be a funding system for sharia MSMEs. It is because the equity crowdfunding system does not charge interest on the part of the user of the fund, in line with sharia MSMEs that require a sharia-based funding system. This study reveals that from an Islamic perspective, equity crowdfunding is following the principles of Islamic sharia, namely avoiding MAGHRIB (maysir, gharar, haram, riba and batil); it is relevant as a funding instrument for MSMEs that produce halal products. Even so, the implementation of equity crowdfunding as a sharia MSME funding system still needs supervision from the Sharia Supervisory Board so that activities in it are monitored and do not go out of sharia principles. Keywords: Equity Crowdfunding; MSMEs; Sharia MSMEs; Funding.   Abstrak: Perkembangan teknologi mampu menghadirkan sistem keuangan yang semakin berkembang, efektif, praktis dan transparansi. Dari perkembangan tersebut menjadikan crowdfunding yang lahir dari aspek sosial yaitu tolong menolong dan gotong royong ikut berkembang mengikuti arus perkembangan teknologi. Crowdfunding sebenarnya bukanlah konsep baru tetapi telah ada sejak dulu. Artikel ini ingin mengkaji bagaimana equity crowdfunding relevan digunakan sebagai instrument pendanaan dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) syariah. Kajian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan data skunder yang diperoleh dari beberapa buku, jurnal, artikel berita serta publikasi lainnya yang memiliki kesamaan dengan topik penelitian. Equity crowdfunding dianggap relevan menjadi sebuah sistem pendanaan bagi UMKM syariah. Hal itu disebabkan karena pada sistem equity crowdfunding tidak mengenakan bunga pada pihak pengguna dana. Senada dengan UMKM syariah yang membutuhkan sistem pendanaan berbasis syariah. Kajian ini mengungkap bahwa dari perspektif Islam, equity crowdfunding sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam yaitu terhindar dari MAGHRIB (maysir, gharar, haram, riba dan batil), ia relevan sebagai instrument pendanaan UMKM yang memproduksi produk halal. Meskipun demikian, penerapan equity crowdfunding sebagai sistem pendanaan UMKM syariah tetap perlu pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah agar aktivitas di dalamnya tetap terpantau dan tidak keluar dari prinsip-prinsip syariah. Kata Kunci: Equity Crowdfunding; UMKM; UMKM Syariah; Pendanaan.
THE RELEVANCE OF IBNU TAIMIYAH’S WAGE CONCEPT FOR CONSTRUCTION WORKERS IN PANGEREMAN VILLAGE Lailatul Maufiroh; Fadllan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v9i1.6470

Abstract

ABSTRACT The concept of wages according to Ibn Taimiyah is the level of wages that must be given to workers. So that, they can live properly in the midst of society. Equivalent wages are remuneration in the form of money and so on which are paid to repay services. The aimed of this research is to identify the relevance of Ibnu Taimiyah’s wage concept for construction workers in Pangereman Village, Sampang Madura. This research is conducted using qualitative research method, which the data are from the literatures related with the wage concept of Ibnu Taimiyah perspective, then it is completed by interview. The obtained data becomes the relevant material with the concept offered by Ibn Taimiyah. The results of this research describe that the head of construction workers implements the concept of wages from Ibn Taimiyah's perspective, namely the concept of fair and honest wages. Employment agreements are made at the beginning and remuneration is carried out at the end. The head construction workers adjusts the quality and quantity of the performance of the workers. The better their performance quality, the higher the wages level they will get, and the more days they work, the more wages they will get. ABSTRAK Konsep upah menurut Ibnu Taimiyah adalah tingkat upah yang harus diberikan kepada pekerja agar dapat hidup layak di tengah-tengah masyarakat. Upah yang setara adalah balas jasa dalam bentuk uang dan sebagainya yang dibayarkan untuk membayar kinerjanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi relevansi konsep upah yang ditawarkan oleh Ibn Taimiyah dengan implementasi pengupahan buruh bangunan di Desa Pangereman, Sampang Madura . Penelitian ini mengadopsi jenis penelitian kualitatif, dimana datanya diperoleh dari kajian-kajian terkait pengupahan perspektif Ibnu Taimiyah, kemudian dilengkapi dengan hasil interview. Data yang diperoleh dijadikan bahan yang direlevansikan dengan pemikiran Ibn Taimiyah. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kepala buruh bangunan menerapkan konsep pengupahan dari sudut pandang Ibnu Taimiyah, yaitu konsep pengupahan yang adil dan jujur. Perjanjian kerja dibuat di awal dan remunerasi dilakukan di akhir. Kepala pekerja konstruksi menyesuaikan kualitas dan kuantitas kinerja pekerja. Semakin baik kualitas kinerja mereka, semakin tinggi tingkat upah yang akan mereka dapatkan, dan semakin banyak hari mereka bekerja, semakin banyak upah yang akan mereka dapatkan.
Peran Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia Atin Rohmatin; Farid Firmansyah; Fadllan Fadllan
Journal of Economics and Business UBS Vol. 14 No. 2 (2025): Journal of Economics and Business UBS
Publisher : UniSadhuGuna Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v14i2.2610

Abstract

Surat Berharga Negara (SBSN) atau Sukuk Negara merupakan Instrument Investasi yang diterbitkan oleh pemerintah dalam bentuk surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah dan valuta asing. Peneltian ini bertujuan menganalisis perkembangan Sukuk Negara dan perannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kajian pustaka. Hasil penelitian menyatakan sukuk Negara pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 hingga saat ini telah membiayai banyak pembangunan di Indonesia. Kesimpulannya sukuk Negara berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui lima aspek yaitu, memperluas Layanan dan Fasilitas Kesehatan, meningkatkan Kualitas Pendidikan, memperkuat Ketahanan Pangan, mendorong Peningkatan Ekonomi Masyarat, dan mendukung Keberlangsungan Lingkungan. Penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan empris berhubungan dengan peran SBSN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selain itu diharapkan menjadi refrensi bagi pemerintah dalam optimaliasasi pengelolaan dana SBSN sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, serta dapat meningkatkan minat masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan negara melalui inevstasi di Sukuk Negara yang pengelolaannya berlandaskan syariah.  Selama 17 tahun SBSN telah berperan dalam pembangunan infastruktur di sektor kesehatan, pendididikan, sosial, ekonomi dan kelestarian lingkungan, sehingga SBSN telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.