Saat Safaat
Universitas MH Thamrin Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Karakter Secara Holistik Saat Safaat
Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jipmht.v3i1.83

Abstract

Masalah terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah aspek karakter, dapat dilihat dari kasus-kasus yang selalu bertambah setiap tahunnya mulai dari kasus korupsi, narkoba, perceraian, kesenjangan sosial,  pembunuhan, tawuran antar pelajar, serta bentuk kenakalan remaja, pemerasan/kekerasan (bullying), dan berita hoax. Dengan penelitian ini, penulis berusaha untuk menemukan konsep dan gagasan-gagasan yang terkandung dalam al-Qur`an tentang pembentukan karakter secara holistik yang dikaji dan dianalisa dari beberapa ayat yang terdapat dalam al-Qur`an dan penafsiran beberapa ulama mengenai ayat-ayat tersebut yang terdapat dalam kita-kitab tafsir. Membentuk manusia yang berkarakter dapat dilakukan dengan pendidikan yang  `holistik. Karena manusia tidak dapat dipahami sebagai dirinya sendiri, tetapi harus dilihat sebagai bagian dari kehidupan yang saling berhubungan antara satu dan yang lainnya. Pendidikan holistik bertujuan mengembangkan potensi  manusia secara menyeluruh dalam berbagai aspek, seperti: akademik, emosi, fisik, sosial, kreatifitas, spritual dan karakter.  Pendidikan karakter secara holistik tidak hanya membuat seseorang berakhlak mulia, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas akademiknya. Al-Quran secara tegas juga mengatakan  manusia adalah mahkluk  istimewah (fi ahsani taqim) yang memiliki totalitas yang holistik yang harus dididik secara utuh baik intelektual dan karakternya sehingga manusia  menjadi mahkluk jasadiyah dan ruhaniyah yang sempurna.  Pembentukan karakter secara holistik berbasis Al-Qur`an dapat disimpulkan menjadi dua hal. Pertama, tujuan paling mendasar dari pembentukan karakter adalah untuk membuat seseorang menjadi good and smart. Kedua, pendidikan holistik bertujuan mengembangkan potensi  manusia secara menyeluruh dalam berbagai aspek, seperti: akademik, emosi, fisik, sosial, kreatifitas dan spritual. Selain itu, pendidikan holistik mengarahkan peserta manusia yang menjadi pribadi mandiri dan berkarakter. Sehingga pendidikan karakter secara holistik tidak hanya membuat seseorang berakhlak mulia, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas potensinya