Anemia defisiensi besi adalah salah satu masalah gizi wanita hamil yang berkaitan dengan Angka Kematian Ibu (AKI). Dampak anemia defisiensi besi pada remaja adalah menurunkan imunitas, menurunkan konsentrasi, prestasi, serta produktivitas kerja, dan akibat jangka panjang jika remaja puteri nantinya hamil maka anemia ini dapat menyebabkan bayi lahir prematur, perdarahan, keguguran (abortus), komplikasi kehamilan, bahkan sampai kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja puteri di SMA Negeri 15 Medan. Penelitian ini bersifat deskriptif, metode pengambilan data cross sectional, dengan menggunakan data primer hasil rekapitulasi kuesioner yang disebarkan kepada 94 orang remaja puteri di SMA Negeri 15 Medan. Analisa data bersifat deskriptif dengan mendeskripsikan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia defisiensi besi dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang anemia defisiensi besi mayoritas berada pada kategori pengetahuan cukup 73 responden (77,7%), kategori baik 18 responden (19,1%), dan kategori kurang 3 responden (3,2%). Sikap remaja putri tentang anemia defisiensi besi mayoritas berada pada kategori sikap cukup 56 responden (59,6%) dan kategori baik 38 responden (40,4%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak sekolah agar memberikan pengarahan dan penjelasan tentang anemia defisiensi besi dan meningkatkan kegiatan penyuluhan-penyuluhan kesehatan. Kepada siswi/ remaja puteri lebih memperhatikan masalah kesehatan nya terutama anemia defisiensi besi dan dampaknya.