Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan dan Penanganan Cardiac Arrest Melalui Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Di Wilayah Puskesmas Kota Karang Bandar Lampung Praty Milindasari; Juniah Juniah
Indonesia Berdaya Vol 3, No 1: November 2021-January 2022
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022174

Abstract

Sudden cardiac arrest is one of the main causes of death both outside and inside the hospital. The morbidity and mortality rates due to heart attacks are still quite high, ranging from 2.6% to 9%. The death rate itself due to heart disease is 31% of the 56.5 million deaths throughout Indonesia. To help prevent respiratory arrest in patients with heart attacks, Basic Life Support (BLS) training can be used as a solution to anticipate this. The purpose of this service is to increase the knowledge and skills of health center cadres about the provision of Basic Life Support to patients who experience emergencies. This service method is lectures, Questions and Answers, and BLS Training. The results of this activity showed the average value of the pre-test before giving the material was 62.4, while after giving the material and training the average score increased to 86.40. The results of the BLS training show that the majority of cadres can perform well. Based on the results of BLS counseling and training, there was an increase in the value of knowledge by 41.9% and the results of BLS training showed the ability of cadres to be 68% able to perform well.  Abstrak. Serangan jantung secara mendadak merupakan salah satu penyebab kamatian yang utama baik di luar maupun di dalam rumah sakit. Angka kesakitan dan kematian akibat serangan jantung ini masih cukup tinggi yaitu antara 2,6% sampai 9%. Angka kematian sendiri akibat penyakit jantung yaitu sebanyak 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh Indonesia. Untuk membantu mencegah henti napas pada pasien yang mengalami serangan jantung maka pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat dijadikan solusi untuk mengantisipasi hal tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader puskesmas tentang pemberian Bantuan Hidup Dasar pada pasien yang mengalami kegawatdaruratan. Metode pengabdian ini adalah ceramah, Tanya jawab, dan Pelatihan BHD. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebelum pemberian materi adalah 62,4, sedangkan setelah pemberian materi dan pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 86,40. Hasil pelatihan BHD menunjukkan mayoritas kader dapat melakukan dengan baik. Berdasarkan hasil penyuluhan dan pelatihan BHD terjadi peningkatan nilai pengetahuan sebesar 41,9% dan Hasil pelatihan BHD menunjukkan kemampuan kader sebesar 68% dapat melakukan dengan baik.
Studi literatur: Efektivitas pemberian ekstrak kayu manis terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe II Praty Milindasari; Juniah Juniah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 4 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i4.5583

Abstract

Effect of cinnamon extract on blood glucose level in patients with type II diabetes mellitus:  A literature reviewBackground: The increase in cases of type II diabetes mellitus is currently quite concerning. Type II diabetes mellitus undergoes an event of uncontrolled insulin resistance, glucose. In addition to the price of drugs that tend to be expensive, diabetes drugs are currently still not fully provide solutions for people with diabetes mellitus, which makes people start to switch to other alternatives. Herbal medicine is currently very rapid among the community.Purpose:  To review the effectiveness of cinnamon extract to blood glucose levels in patients with type II diabetes mellitus.Method: Literature review is conducted based on issues, methodologies, and equations of results. The research used amounted to 5 using experimental quasi design. Searches for article data sources are conducted through the Perpusnas e-resources database, and Google scholar to retrieve relevant articles.Results: The effect of cinnamon extract in patients with diabetes mellitus got a total of 178 participants with type II diabetes mellitus obtained cinnamon extract effective in reducing blood glucose levels.Conclusion: Patients with type II diabetes mellitus aged 36-66 years old are the effective ageKeywords : Diabetes mellitus type II; Cinnamon; Blood Glucose Level. Pendahuluan: Peningkatan pada kasus diabetes mellitus tipe II saat ini cukup memprihatinkan. Diabetes mellitus tipe II mengalami peristiwa resistensi insulin, glukosa yang tidak terkontrol. Selain harga obat yang cenderung mahal, obat-obat diabetes saat ini masih belum sepenuhnya memberi solusi bagi penderita diabetes mellitus, hal tersebut yang membuat masyarakat mulai beralih ke alternatif lain. Pengobatan herbal saat ini sangat pesat di kalangan masyarakat.Tujuan: Untuk mereview efektifitas pemberian ekstrak kayu manis terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe II.Metode: Literature review dilakukan berdasarkan issue, metodologi, dan persamaan hasil. Penelitian yang digunakan berjumlah 5 dengan menggunakan design quasi eksperiment. Pencarian sumber data artikel dilakukan melalui database e-resources Perpusnas, dan Google scholar untuk mengambil artikel yang relevan.Hasil: Pengaruh pemberian ekstrak kayu manis pada penderita diabetes mellitus dengan total partisipan sebanyak 178 didapatkan ekstrak kayu manis efektif dalam penurunan kadar glukosa darah.Simpulan: Penderita diabetes mellitus tipe II rentang usia 36 - 66 tahun merupakan usia yang efektif 
Pengetahuan dan perilaku mahasiswa keperawatan vokasi dalam upaya preventif di masa pandemi Covid-19 Praty Milindasari; Juniah Juniah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i3.6101

Abstract

Background: At the end of 2019 the world was attacked by the disease Covid-19 (Corona Virus Disease-19) or the Coronavirus. The number of cases and deaths due to the Covid-19 outbreak continues to occur in various countries in the world with new cases being reported every day. Preventive efforts carried out by vocational nursing students and information about Covid-19 help themselves to prevent and overcome Covid-19 problems.Purpose: Knowing the relationship between knowledge and behavior of vocational nursing students in preventive efforts during the Covid-19 pandemicMethod: Quantitative research with a correlation design approach with a population was D3 nursing students at three nursing education institutions in the Bandar Lampung City area, and data collection was carried out in October 2021. The sample size was 90 respondents. The sampling technique was taken using the Simple random sampling technique, which is the simplest probability sampling technique. The instrument was used as a questionnaire to determine the knowledge and behavior of students about preventive efforts during the Covid-19 pandemic.Results: From the research, it is known that 88.9% of students have good knowledge. 82 students (91.1%), students who use hand sanitizers 84 (93.3%), students who keep their distance 68 (75.6%), students who have the habit of touching their eyes, nose, and mouth 46 (51.1 %), and students who experienced an increase in endurance were 76 (84.4%).Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and efforts to prevent the use of masks, use of hand sanitizers, maintain distance, and increase endurance (p-value < 0.05), and there is no significant relationship between knowledge and behavior of touching eyes, nose, and mouth (p-value > 0.05).Suggestion: Expand knowledge related to Covid-19 by following developments and continuing to take preventive actions or efforts in daily life to prevent further Covid-19 transmission.Keywords: Knowledge; Behavior; Student of Nursing; Prevention; Covid-19 Pendahuluan: Penghujung tahun 2019 dunia diserang oleh penyakit Covid-19 (Corona Virus Desease-19) atau virus Corona. Jumlah kasus dan korban jiwa akibat wabah Covid-19 ini terus terjadi di berbagai negara di dunia dengan terus dilaporkannya kasus baru setiap harinya. Upaya preventif yang dilakukan oleh mahasiswa keperawatan vokasional dan informasi tentang Covid-19 membantu diri mereka untuk mencegah dan mengatasi masalah Covid-19.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku mahasiswa keperawatan dalam upaya preventif di masa pandemi Covid-19Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan correlation designs, populasinya mahasiswa Keperawatan swasta jenjang D3 keperawatan di tiga institusi pendidikan perawat  di wilayah Kota Bandar Lampung, dan pengambilan data dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Besarnya sampel pada sebanyak 90 responden. Teknik sampling yang diambil menggunakan teknik Simple random sampling, yang merupakan teknik probabilitas sampling paling sederhana. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengetahui pengetahuan dan prilaku mahasiswa tentang upaya preventif  di masa pandemik Covid-19Hasil: Dari penelitian didapatkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 88,9%. mahasiswa yang memakai masker sebanyak 82 (91,1%), mahasiswa yang menggunakan hand sanitizer 84 (93,3%), mahasiswa yang menjaga jarak 68 (75,6%), mahasiswa yang mempunyai kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut sebanyak 46 (51,1%), dan mahasiswa yang meningkatkan daya tahan tubuh sebanyak 76 (84,4%).Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan upaya preventif memakai masker, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, dan meningkatkan daya tahan tubuh (p-value < 0,05), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku menyentuh mata, hidung, dan mulut (p-value > 0,05).Saran: Perluas pengetahuan terkait dengan Covid-19 dengan mengikuti perkembangan yang terjadi dan lakukan terus tindakan atau upaya preventif dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penularan lebih lanjut Covid-19.