Usep Tatang Suryadi
STMIK Subang

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE K-MEANS UNTUK KLASTERISASI LAHAN PERTANIAN STRAWBERRY DI DAERAH SUBANG BERBASIS IoT(INTERNET OF THINGS) Usep Tatang Suryadi; Rima Selviani
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 13 No 2 (2020): Oktober
Publisher : STMIK SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47561/a.v13i2.192

Abstract

Tingkat keasaman, kelembaban dan suhu udara pada tanah berpengaruh besar dalam pertumbuhan tanaman strawberry maka dari itu sangat dibutuhkan sebuah alat untuk mengetahui tingkat keasaman, kelembaban tanah ditambah suhu udara dan sistem klasterisasi tanah pertanian yang cocok untuk tanaman strawberry agar bisa dijadikan rujukan dalam merekomendasikan daerah mana saja yang cocok ditanami strawberry di lahan pertanian para petani di Daerah Subang. Data-data yang diproses oleh sistem didapatkan dari penelitan langsung ke lapangan dan pengambilan sampel tanah ke setiap titik daerah yang sudah ditentukan oleh penulis dengan berbagai pertimbangan mulai dari jenis dataran, suhu dan tingkat kekeringan tanahnya, data yang didapatkan adalah hasil dari sensor yang ditanamkan kedalam mikrokontroler dan disambungkan melalui sebuah jaringan hotspot dari smartphone lalu diproses menggunakan algoritma k-means clustering sehingga bisa diinputkan kedalam database menggunakan platform node-red. Data yang sudah masuk kedalam database bisa langsung diproses/dihitung dengan metode k-means yang sudah penulis tanamkan di dalam sistemnya, dan hasil akhir dari sistem ini kita bisa melihat hasil klasterisasi dari data yang sudah diproses oleh sistem menjadi 3 klaster dan penulis menggunakan 2 buah board mikrokontroler dan 3 sensor, untuk board mikrokontroler penulis memakai Arduino uno dan Node mcu ESP8266, untuk sensor penulis memakai sensor kelembaban tanah (soil moisture) dari China, sensor pH probe/ pH tanah , dan sensor suhu (DHT11) produk lokal dari Indonesia. Sistem yang dibangun menghasilkan klaster area pertanian yang cocok untuk budidaya tanaman strawberry.
SISTEM KONTROL DAN MONITORING PENGGUNAAN AIR WUDHU BERBASIS IoT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS PADA PLATFORM THINGSPEAK Usep Tatang Suryadi; Ahmad Khadari Ahmad Khadari
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 14 No 1 (2021): April
Publisher : STMIK SUBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47561/a.v14i1.201

Abstract

Penggunaan air untuk berwudhu yang dilakukan minimal 5 kali sehari bagi setiap muslim, sering kali terjadinya pemborosan air karena pemakaian yang berlebih ketika berwudhu. Penghematan dalam penggunaan air bukanlah hal yang dapat di tawar lagi, karena apa yang diperbuat saat ini akan menentukan apa yang terjadi di masa yang akan datang. Dari permasalahan tersebut munculah gagasan untuk membuat suatu aplikasi, Sistem Control dan Monitoring Penggunan Air Wudhu Berbasis IoT Menggunakan Metode K-Means Pada Platform Things Speak, Studi Kasus Pondok Pesantren Darussalam Kasomalang. Metodologi yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini adalah Algoritma K-Means Clustering. Hasil dari penelitian ini dibentuk 3 cluster, dimana cluster 1 masuk ke dalam kategori Rendah, cluster 2 masuk ke dalam kategori sedang, cluster 3 masuk ke dalam kategori tinggi.
Klasifikasi Status Calon Pendonor Darah Menggunakan Algoritma Support Vector Machine dan Kernel RBF Usep Tatang Suryadi; Nindi Azis Andriyani
Jurnal ICT : Information Communication & Technology Vol 19, No 1 (2020): JICT-IKMI, Juli 2020
Publisher : STMIK IKMI Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36054/jict-ikmi.v19i1.113

Abstract

To donate blood, generally must qualify the requirements, including physically and mentally healthy, aged 17-65 years, minimum body weight of 45kg, Hb levels 12.5g% - 17.0g%, upper tension (systole) 100-170mmHg, under tension (diastole) 70-100mmHg, 36.6-37.5 degrees Celsius body temperature, never had hemophilia, pulse range 50-100 times/minute, and the timescales 3 months after a previous blood donors. The problem that arises is the small number of officers who often have difficulty recording donor data on the form sheets. Thus allowing unwanted error occurred when registering the identity or the results of the initial examination of prospective donors. Based on these problems, the classification of potential donors is needed as a step to determine the status of potential donors, whether the prospective donors are accepted as donors or rejected based on predetermined requirements. According to this research that using primary data which obtained from The Indonesian Red Cross Subang Regency, the data are using a plenty 50 of the data has accepting and 50 of the data has rejected. Afterwards required to doing continued analysis toward a method capability based on age, Hb level, body weight, sistolik dan diastolik, that using SVM (Support Vector Machine) algorithm.and using Sequential method for training phase in SVM and Kernel RBF for calculating the dot product value. The algotirhm accuration reached 90% / excellent categories with the value gamma = 0.5, C = 1, epsilon = 0.001.