Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Kelembaban dan Kadar Air Teh Selama Penyimpanan pada Suhu dan Kemasan yang Berbeda Aninda Ayu Arizka; Joko Daryatmo
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.912 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v4i4.6

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengemasan dan suhu penyimpanan terhadap kualitas teh hitam dan teh hijau. Kemasan yang digunakan untuk mengemas kedua teh ini adalah plastik bening, karung plastik, dan paper sack. Masing-masing teh dengan kemasan tersebut disimpan selama 10 minggu pada suhu 30oC dan 10oC. Variabel primer yang akan dianalisis adalah kelembaban dan kadar air teh pada beberapa jenis kemasan dan pada suhu penyimpanan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa selama penyimpanan, kadar air teh dalam kemasan bertambah karena pengaruh kelembaban udara dan suhu ruangan penyimpanan. Penyimpanan teh pada suhu 10oC dinilai lebih mampu mempertahankan kualitas teh hijau dan berpotensi mempertahankan kualitas teh hitam dibandingkan penyimpanan pada suhu 30oC. Dibandingkan dengan plastik bening dan karung plastik, kemasan paper sack merupakan kemasan yang berpotensi paling baik dalam mempertahankan kualitas teh hitam dan teh hijau. Semakin rendah permeabilitas suatu kemasan, maka semakin tinggi kemampuan kemasan mencegah peningkatan kadar air.
Kandungan Bakteri Asam Laktat dalam Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Isi Rumen Domba Aninda Ayu Arizka; Joko Daryatmo; Muzizat Akbarrizki; Fika Asti Fanani
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol 4, No 6 (2022): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v4i6.856

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isi rumen sebagai bahanbaku probiotik yang mengandung bakteri asam laktat sebagai alternatif penggantiprobiotik komersial. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode RancanganAcak Lengkap (RAL) pola searah dengan tiga perlakuan setiap perlakuan diulangsebanyak tiga kali sehingga jumlah satuan percobaan ada sembilan unit. Perlakuanadalah sebagai berikut: Perlakuan Kontrol adalah Probiotik Komersial (P0), PerlakuanI menggunakan Isi rumen +Molases+dedak (P1); Perlakuan II menggunakan Isirumen+molases (P2). Dapat disimpulkan bahwa Mikroorganisme lokal (MOL) yangdibuat dengan bahan isi rumen domba dan molases (P2) menghasilkan jumlah bakteriasam laktat (BAL) paling banyak yakni 4,22x10⁸ ± 65,301 daripada probiotik komersial(P0) dan mikroorganisme lokal (MOL) dengan bahan iri rumen domba, molases, dan dedak yang dibuat menggunakan derigen (P1) (P<0,01). Nilai pH padamikroorganisme lokal (MOL) yang dibuat dengan bahan isi rumen domba dan molases(P2) memiliki pH paling tinggi yakni 3,84 ± 0,378 namun masih dalam kisaran pHnormal yakni 3,9-4,2 (P<0,01).ABSTRACTThis study aimed to determine the potential of rumen contents as raw materialfor probiotics containing lactic acid bacteria as an alternative to commercial probiotics.nine units. The study treatments were as follows: Control treatment was CommercialProbiotics (P0), Treatment I used rumen contents + molasses + bran (P1); Treatment II used rumen contents + molasses (P2). The results showed that local microorganisms (MOL) made with lamb rumen contents and molasses (P2) produced the highest number of lactic acid bacteria (LAB) which was 4.22x10⁸ ± 65.301 than commercial probiotics (P0) and local microorganisms. (MOL) with sheep rumen envy, molasses, and bran prepared using a derrigen (P1) (P<0.01). The pH of local microorganisms (MOL) made with lamb rumen contents and molasses (P2) had the highest pH of 3.84 ± 0.378 but was still in the normal pH range of 3.9-4.2 (P<0.01) .Keywords: Lactic Acid Bacteria, Local Microorganisms, Sheep Rumen Contents, Fermentation