Yuliana Maknolia
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESPON MASYARAKAT TERHADAP BANTUAN PEMERINTAH SELAMA COVID-19 DI KOTA BANDUNG Yuliana Maknolia; Dasrun Hidayat
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v3i2.3694

Abstract

Kajian ini dilatar belakangi oleh situasi pandemi COVID-19. COVID-19 merupakan virus jenis baruyang saat ini belum ditemukan obat dan vaksin yang bisa digunakan untuk mengatasi penularan danpenyebarannya. Hal ini membuat pemerintah dan pihak-pihak bersangkutan harus bekerja keras untuk menanganisituasi ini. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi pandemi ini, mulai dari peningkatan protokolkesehatan, pelaksanaan physical distancing hingga penyaluran bantuan secara ekonomi dan sosial kepadamasyarakat terdampak COVID-19. Salah satu bantuan yang dikeluarkan pemerintah adalah BLT atau BantuanLangsung Tunai. Bantuan ini menimbulkan berbagai respon dari masyarakat, mulai dari kritik mengenaipenyalurannya yang tidak tepat, manfaat dari bantuan ini, hingga saran yang disampaikan masyarakat mengenaikeefektifan bantuan yang diberikan. Respon merupakan reaksi penolakan atau persetujuan dari diri seseorangsetelah menerima pesan. Timbulnya respon disebabkan oleh adanya subjek yang menarik perhatian komunikan.Adapun respon yang dimaksud seperti Menurut Saifuddin Azwar (2015:14) dalam bukunya yang berjudul SikapManusia Teori dan Pengukurannya respon adalah suatu reaksi atau jawaban yang bergantung pada stimulus ataumerupakan hasil stimulus tersebut. Respon hanya timbul apabila individu dihadapkan pada stimulus yangmenghendaki adanya reaksi individu. BLT dari pemerintah menyebabkan munculnya respon dari masyarakatyang justru banyak menuai kritik. Hal ini terjadi disebabkan kurangnya informasi, sosialisasi dan kegagalandistribusi yang mengakibatkan BLT yang disalurkan tidak tepat sasaran.Kata Kunci: COVID-19;Bantuan Langsung Tunai;Respon masyarakat.
POLA KOMUNIKASI TRANSENDENTAL DI MASA PANDEMI COVID-19 SEBAGAI USAHA MENJAGA KESEHATAN DIRI Yuliana Maknolia; Dini Rahmawati
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v4i2.5924

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh situasi pandemi COVID-19. COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan saat ini tengah melanda Indonesia. Virus ini menular dengan cepat melalui udara, itu sebabnya penting bagi masyarakat untuk menaati protokol kesehatan 3M. Masyarakat lebih baik beraktivitas di dalam rumah dan memperbanyak kegiatan positif yang dapat menjaga kesehatan tubuh seperti makan makanan sehat dan bergizi, menjaga kebersihan dan menjalin komunikasi transendental (komunikasi manusia dengan Tuhan) yang baik. Penelitian ini dilakukan di beberapa RT (Rukun Tetangga) di RW (Rukun Warga) 06 di Desa Cicukang, Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan melalui online, mengobservasi kegiatan mereka yang berkaitan dengan komunikasi transendental, dan mengkaji literatur-literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang taat dalam beribadah memiliki resiko lebih kecil mengalami stres. Selain itu, dengan menjadikan diri, hati dan pikiran fokus dalam beribadah dan berkomunikasi dengan Sang Pencipta melalui berdoa dan berdzikir maka diri akan teralihkan dari kecemasan terhadap virus corona. Hal ini menimbulkan pengaruh positif pada diri sehingga berkurangnya kemungkinan terpapar virus. .Kata Kunci: COVID-19; Komunikasi Transendental; Kesehatan Diri; Stres