Terapi adjuvant hormonal merupakan pilihan terapi yang efektif bagi pasien kanker payudara stadium dini dengan hormonal responsif dan Her-2 negatif. Outcome klinis dari terapi kanker payudara adalah Disease Free Survival (DFS), Overall Survival (OS). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi terapi adjuvant hormonal dan pengaruhnya terhadap outcome klinis pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study menggunakan data retrospektif registrasi kanker payudara Persatuan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) Kota Padang selama periode 2008-2017. Analisis data menggunakan Kaplan Meier Analysis dengan Log rank. Diperoleh sebanyak 58 orang pasien yang memenuhi kriteri inklusi, dengan rerata umur yaitu 49,41 ± 8,69 tahun, kejadian relaps 22,4% dan sebanyak 6,9% pasien mengalami kematian. Terapi terbanyak pada pasien premenopause adalah tamoxifen (58,3%), pada pasien pascamenopause adalah Aromatase Inhibitor (54,5%). Secara statistik pada pasien premenopause tidak ada pengaruh terapi adjuvant hormonal yang berbeda terhadap DFS (P log rank test 0,243 dan HR = 0.513) dan OS (P log rank test 0,545 dan HR = 0.314). Pada pasien pascamenopause tidak ada pengaruh terapi yang berbeda terhadap DFS (P log rank test 0,586 dan HR = 0,10) dan OS (P log rank test 0,594 dan HR = 0,12).