Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANTARA EKONOMI ISLAM DAN EKONOMI KONVENSIONAL Azhar Azhar
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/islamika.v17i2.204

Abstract

Ekonomi Islam berasaskan Al-Quran dan Sunnah. Asas muamalah yang berbentuk suruhan dan larangan bertujuan untuk membangaun keseimbangan rohani dan jasmani manusia berasaskan tauhid. Sedangkan ekonomi konvensional lahirberdasarkan pemikiran manusia yang bisa berubah dan bersifat tidak kekal, bahkan terkadang mengabaikan aspek etika dan moral tergantung kepentingan apa dan siapa.
Konseptualisasi Moderasi Islam (Wasathiyyah Al-Islamiyyah): Literature Review Tentang Pengertian, Prinsip, dan Indikatornya Tomi Apra Santosa; Karlini Oktarina; Azhar Azhar; Faizin Faizin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 5 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi Islam (wasathiyyah al-Islamiyyah) merupakan paradigma fundamental dalam ajaran Islam yang menekankan keseimbangan, keadilan, proporsionalitas, dan penghindaran terhadap berbagai bentuk ekstremitas dalam pemahaman maupun pengamalan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkonseptualisasikan pengertian, prinsip, serta indikator moderasi Islam berdasarkan literatur keislaman klasik dan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah secara kritis sumber-sumber ilmiah yang relevan, meliputi Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, buku akademik, serta artikel jurnal nasional dan internasional yang membahas konsep wasathiyyah. Data dianalisis melalui analisis isi tematik dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, komparasi, interpretasi, dan sintesis terhadap berbagai konstruksi konseptual moderasi Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wasathiyyah al-Islamiyyah tidak sekadar dimaknai sebagai posisi tengah antara dua kutub yang berlawanan, tetapi merupakan orientasi keberagamaan yang menempatkan keadilan, keseimbangan, kemaslahatan, dan kebijaksanaan sebagai dasar dalam menyikapi keragaman kehidupan. Prinsip utama moderasi Islam dapat dikonstruksikan melalui tawassuth (jalan tengah), tawazun (keseimbangan), i‘tidal (keadilan dan keteguhan), tasamuh (toleransi), musawah (kesetaraan), shura (musyawarah), dan penolakan terhadap ghuluw atau ekstremisme. Indikator moderasi Islam tercermin dalam kemampuan bersikap adil, menghargai perbedaan, mengedepankan dialog, menghindari kekerasan, menjaga keseimbangan antara teks dan konteks, serta berorientasi pada kemaslahatan.