Dalam kata-kata tersohor dari Umberto Eco, “I speak through my cloth” (aku berbicara lewat pakaianku)—pakaian yang kita kenakan membuat pernyataan tentang diri kita. Pakaian yang dirancang dengan sedemikian rupa biasanya kita sebut sebagai mode atau fashion. Fashion memberikan estetika pada penampilan mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan demi kepuasan dan kepentingan pribadi, penampilan fashion sering diabadikan ke dalam sebuah gambar atau foto. Penelitian ini fokus pada perkembangan mode dalam kaitannya dengan nilai-nilai maskulinitas yang ditunjukkan pada objek foto yang ditampilkan pada akun Instagram seorang fashion influencer yang berada di Indonesia. Foto-foto tersebut menampilkan cara berbusana sesuai dengan identitas fashion yang ingin direpresentasikan oleh ketiga objek fashion influencer yang dipilih yaitu @joviadhiguna, @andyyanata dan @alvinsuryanto. Selain itu dengan adanya identitas fashion yang ditampilkan ketiga objek penelitian, peneliti juga akan mengupas identitas gender yang dimiliki ketiga objek serta mengupas nilai-nilai maskulinitas yang ditunjukkan berdasarkan identitas tersebut. Simbol-simbol yang ditampilkan dalam foto-foto tersebut merepresentasikan identitas diri yang dikonstruksi melalui foto fashion dalam Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, yang memaknai sebuah komunikasi visual secara denotasi, konotasi dan mitos. Melalui metode tersebut peneliti berusaha menganalisis kode/simbol/penanda dalam foto-foto fashion secara lengkap dan terperinci serta mengaitkannya dengan jenis nilai maskulin yang melekat dalam foto fashion influencer tersebut. Penelitian ini juga akan mengupas tentang gambaran new masculinity fashion yang tidak hanya menjadi sebuah tren, melainkan sebuah tanggapan akan perubahan cara berpikir yang sedang terjadi. Hal itu menunjukkan bahwa perkembangan fashion di Indonesia menjadi semakin terbuka dan tidak kaku pada aturan gender yang melingkupinya. Dengan adanya gaya fashion dari Jovi, Andy dan Alvin menunjukkan bahwa fashion has no gender mulai berkembang dan berterima di kalangan masyarakat urban dilihat dari banyaknya followers di media sosial Instagram mereka.