Indonesia dan dunia sedang dilanda pandemi global Covid-19 yang melumpuhkan segala aktivitas manusia selama beberapa bulan. Peristiwa tersebut kemudian menyita perhatian publik serta menjadi sentral perbincangan publik. Berbagai kebijakan negara di seluruh dunia dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19, diantaranya social distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar, penerapan new normal diberbagai sektor, hingga adanya program kampung tangguh. Kampung tangguh dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan untuk menguatkan basis masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan penularan Covid-19. Sebagai sebuah program pemerintah dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pencegahan penularan Covid-19, komunikasi publik yang digunakan dalam pelaksanaan kampung tangguh menjadi peranan sentral. Dengan bertambahnya kasus terkonfirmasi positif di daerah dari hari ke hari yang fluktuatif menyebabkan perlunya komunikasi publik yang baik agar pelaksanaan program kampung tangguh dapat berjalan secara efektif. Strategi komunikasi yang dibangun dalam pelayanan publik oleh gugus tugas Covid-19 menjadi hal utama dalam penelitian ini, pasalnya dengan masyarakat yang kompleks dan minimnya pengetahuan tentang bahaya Covid-19 menjadikan gugus tugas Covid-19 menjadi peran utama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui adanya program kampung tangguh yang dibentuk. Maka dari itu, penulis meneliti dengan tujuan untuk mengetahui strategi komunikasi publik gugus tugas Covid-19 pada program kampung tangguh yang telah dibentuk di Kota Mojokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif- deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Dengan begitu diharapkan mampu mengetahui strategi komunikasi publik gugus tugas Covid-19 pada program kampung tangguh di Kota Mojokerto.