Undang Hernawan
Marine Geological Institute of Indonesia, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDY OF THE SEDIMENTATION TREND IN THE PROSPECTIVE AREA OF PORT OF MARINE CENTER, CIREBON BASED ON REMOTE SENSING DATA Undang Hernawan
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 24, No 1 (2009)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2514.618 KB) | DOI: 10.32693/bomg.24.1.2009.13

Abstract

A coastal zone is the interface between the land and water that influenced by both of them. Coastal dynamic is influenced by many factors from land and sea, such as sedimentation and current. In order to support marine facility, Marine Geological Institute of Indonesia (MGI) plan to build a port. The prospective area is behind MGI office at Cirebon. This study use multi temporal remote sensing data in order to observe trend of coastline change around MGI. Based on the interpretation of the data, there are sedimentation around the MGI water and abrasion due to the presence of Kejawanan’s jetty and Kalijaga River. The result also shows that the current in this region is moving from southeast to northwest. The presence of the Kejawanan’s jetty stymies the movement of sediment. The sediment which is normally moving to the north of the jetty is then trapped on the south side of the structure, so that the sediment precipitates in this region and makes it as the active region of sedimentation and accretion. The presence mangrove conduces to support sedimentation speed and accretion at this region, because of his function as the catchment area. Abrasion occurs in the eastern part of MGI office at the Kalijaga river mouth within the bay. The Kalijaga River mouth is predicted to be the primary source of sedimentation in this area. The coastline change caused by sedimentation will be continuing as long as it is supplied by the sediment. The direction of the sedimentation is parallel to the jetty and it forms ellipsoid, with the sedimentation/accretion region is behind MGI office. The abrasion area is found in Kalijaga River mouth and a small area beside Kalijaga River. In order to build a port, we have to consider this sedimentation process. One of the alternatives to build the port is to make a quay pile model which gives way the current to pass through the other side of the port. Another alternative is to build the port as a pond model but it needs accuracy in building the mouth of jetty to minimize the sedimentation process. Keyword : sedimentation, Cirebon, remote sensing Pantai/pesisir merupakan wilayah antara daratan dan lautan yang masih dipengaruhi oleh keduanya. Dinamika pantai dipengaruhi oleh faktor-faktor dari daratan dan lautan seperti sedimentasi dan arus. Untuk menunjang “marine facility center” Puslitbang Geologi Kelautan (P3GL) bermaksud untuk membangun pelabuhan. Daerah yang prospektif adalah di belakang kantor P3GL, Cirebon. Studi ini menggunakan data citra satelit multi temporal, yang berguna untuk melihat arah perkembangan dan perubahan garis pantai di belakang kantor P3GL dan sekitarnya. Berdasarkan interpretasi data citra, di daerah studi ditemukan adanya daerah akresi/sedimentasi dan daerah abrasi yang disebabkan oleh adanya dermaga Kejawanan dan adanya sungai Kalijaga. Hasil studi juga menunjukkan arah arus umumnya bergerak dari tenggara menuju barat laut. Keberadaan jetty Kejawanan menyebabkan aliran arus dan sedimen terhenti. Sedimen yang seharusnya bergerak ke arah utama menjadi terhalang dan terjebak di bagian selatan jetty, sehingga mengendap di daerah ini. Keadaan ini menyebabkan daerah ini menjadi daerah sedimentasi yang aktif (akresi). Keberadaan mangrove pada daerah ini juga menambah kecepatan sedimentasi di daerah ini, karena berfungsi sebagai daerah tangkapan sedimen. Abrasi terjadi di sebelah timur P3GL, tepatnya pada daerah lengkungan teluk dan di mulut sungai Kalijaga. Daerah mulut sungai Kalijaga diprediksi sebagai sumber sedimen pada daerah ini. Perubahan garis pantai yang disebabkan oleh sedimentasi akan terus berlangsung di daerah ini, selama adanya pasokan sedimen. Sedimentasi ini akan berlangsung sampai arahnya sejajar dengan jetty Kejawanan dan akan membentuk ellipsoid, dengan daerah sedimentasi berada di sekitar jetty dan belakang P3GL sementara daerah abrasi berada di sungai Kalijaga dan daerah sebelahnya. Karena itu, pembangunan pelabuhan P3GL sebaiknya memperhatikan kondisi ini. Salah satu alternatifnya adalah dengan membuat pelabuhan model tiang pancang yang memungkinkan arus dan sedimen untuk bergerak ke sisi sebelahnya. Alternatif lain adalah dalam bentuk kolam pelabuhan, tetapi harus tepat memperhatikan mulut pelabuhan untuk meminimalkan sedimentasi yang terjadi.
THE DEVELOPMENT OF PORONG ESTUARY Undang Hernawan
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 23, No 1 (2008)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1691.856 KB) | DOI: 10.32693/bomg.23.1.2008.9

Abstract

Coastal zone is an area of interaction between the land and the sea. Coastal dynamic is influenced by many factors, such as sedimentation and current. Development of an area in the coastal zone such as estuary is also influenced by suck factors. Development of porong estuary is analyzed by interpretation of Image data, i.e. Landsat TM data that acquired in July, 29th 1975, August, 17th 1994, August, 17th 2000, May, 19th 2002 and Quickbird imagery that acquired in April, 25th 2008. Field survey has been done on April 2008. Based on data interpretation, there are accretion and abrasion in this area. The accretion in the southern part of Porong estuary between 1975 – 2008 is about 33.15 km or about 3.15 km/year equivalent to 1,492.29 Ha. The abrasion area in the northern part of Porong estuary in 33 years since 1975 till 2008 is around 0.5 km or aproximately 15.15 m/year equivalent to 222.45 Ha of wide or 6.802 Ha/year. Development of Porong delta, especially in the southern part of Porong estuary, is caused by change of pattern and main stream of Porong River from the noth to the south. This river delivered large volume of sediments and precipated at this area without or minor influence from the sea. Porong delta is a fluvial delta. Coastal characteristic is mangrove, muddy sediment and locally is sand sediment. Land use in this area is fish pond and mangrove. Key words: Porong estuary, Satellite imagery Pantai/pesisir merupakan wilayah antara daratan dan lautan yang masih dipengaruhi oleh keduanya. Dinamika pantai akan dipengaruhi oleh faktor-faktor dari daratan seperti sedimentasi dan faktor dari lautan seperti arus. Demikian halnya perkembangan suatu daerah di pesisir, seperti daerah muara, dipengaruhi oleh daratan dan lautan. Perkembangan muara Porong dianalisis berdasarkan interpretasi citra satelit, yaitu Landsat hasil perekaman 29 Juli 1975, 17 Agustus 1994, 17 Agustus 2004, 19 Mei 2002 dan citra Quickbird perekaman 25 April 2008. Survey lapangan dilaksanakan pada bulan April 2008. Berdasarkan interpretasi citra, ditemukan daerah akresi dan abrasi pada daerah penelitian. Daerah akresi ditemukan di bagian selatan daerah penelitian yaitu sekitar 33.15 km selama 1975–2008 atau sekitar 3.15 km/tahun dengan luasan sekitar 1,492.29 Ha. Daerah abrasi umumnya terdapat di muara Kali Porong sebelah utara, yaitu sejauh 0.5 km selama 33 tahun atau kira-kira 15.15 m/tahun dengan luasan 222.45 Ha atau sekitar 6.802 Ha/tahun. Perkembangan muara dan delta Porong, terutama di muara sebelah selatan, diperkirakan karena adanya perubahan arah utama Sungai Porong, yang berubah dari arah utara kea rah selatan. Aliran sungai ini membawa banyak sedimen dan diendapkan pada daerah ini, karena tiada atau kurangnya pengaruh dari laut. Delta Porong termasuk kawasan delta fluvial. Karakteristik daerah pantai umumnya berlumpur dengan setempat berupa pasir. Penggunaan lahan pada daerah ini umumnya berupa tambak dan mangrove. Kata Kunci : Delta Porong, citra Satelit