Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMEROLEHAN KOSAKATA SISWA PAUD AL-ISTIQLAL DENGAN STRATEGI PENGGUNAAN BENTUK NONVERBAL Dzarna D
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1864

Abstract

Pemerolehan bahasa tentunya dimulai sejak dini, dapat berbahasa ada prosedur yang harus dilakukan. Prosedur yang pertama harus belajar kosa kata. kosa kata yang dimiliki anak Paud Al Istiqlal terbilang masih sedikit, guru kelasnya yang mengatakan. Banyak atau sedikitnya kosakata anak dipengaruhi oleh faktor keluarga dan lingkungannya. Salah satu cara agar anak mendapatkan kosa kata dengan cara memberikan gambar dan mengenalkan nama gambar. Tujuannya adalah mengetahui pemerolehan kosakata siswa dengan penggunaan bentuk nonverbal (gambar). Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data adalah hasil gambar yang telah dijawab oleh siswa yang berjumlah 12 orang. Teknik pengumpulan data dengan penugasan. Teknik penganalisisan data dengan pereduksian data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dengan ketekunan pengamat. Berdasarkan hasil penelitian yaitu dari tema bandara, bulan, jalan, kapal bajak laut, pertanian dan laut siswa dapat menjawab atau memperoleh kosa kata yang sering mereka jumpai di lingkungan sekitar. Mereka dapat menyebutkan nama gambar dikarenakan mereka pernah tahu gambar itu sekilas entah di buku, di jalan, atau dimanapun. Berbeda dengan anak yang tidak dapat menjawab, mereka mengatakan tidak tahu gambar tersebut dan tidak pernah melihat sebelumnya sehingga tidak dapat menyebutkan. Jadi, pemerolehan bahasa setiap anak berbeda-beda, hal ini dikarenakan bedanya status sosial, keluarga, dan lingkungan.  
SOSIALISASI MAKNA PANGGIH PENGANTIN PADA IBU-IBU PKK Dzarna D
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 4, No 2 (2018): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v4i2.1848

Abstract

Berbicara tradisi panggih manten, tradisi atau kegiatan ini saat ini dilakukan oleh masyarakat di Lingkungan Tegalbai Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember dimana masyarakatnya dominan masyarakat Madura. Sedangkan tradisi atau prosesi tersebut sebenarnya berasal dari adat Jawa, khususnya Solo. Tradisi temu manten sebenarnya dilakukan oleh masyarakat Jawa dan banyak sekali rangkaian yang dilakukan dan semua itu memiliki makna. Dari hasil wawancara yang dilakukan pengusul kepada beberapa orang (ibu-ibu PKK) yang berada dilingkungan Karangrejo, mereka menjawab “tidak tahu” tentang masing-masing makna yang dilakukan pada acara panggah pengantin yang pernah mereka laksanakan dan pernah mereka lihat. Tujuan dari PkM ini adalah pengenalkan masing-masing makna pinggah pengantin yang pernah mereka lihat agar mengetahui makna masing-masing prosesi pinggah pengantin dan tidak hanya sekedar ikut-ikutan dan pasrah pada perias pengantin. Target pelaksanaan PkM ini adalah untuk mengenalkan dari masing-masing kegiatan pinggah pengantin yang pernah mereka lihat di lingkungan Karangrejo. Metode penyuluhan yang dipilih untuk dilakukan dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada. Melalui program PkM diharapkan dapat meningkat pengetahuan ibu-ibu terhadap kegiatan pinggah pengantin. Dengan adanya penyuluhan ini, maka ibu-ibu PKK  tidak hanya ikut-ikutan mengguanakan kegiatan pinggah pengantin sedangkan mereka tidak tahu makna dari masing-masing kegiatan tersebut. Setelah diberikan penyuluhan tentang makna prosesi kegiatan panggih pengantin, didapatkan bahwa diantara dua puluh peserta yang hadir dalam acara PKK pada Minggu, 17 Desember 2017 di rumah Ibu Jun, ibu-ibu PKK memahami tentang prosesi kegiatan panggih pengantin. Jumlah peserta PKK sebenarnya terdapat 30 ibu-ibu namun yang hadir hanya terdiri dari 20 orang ibu-ibu PKK. Ibu PKK yang hadir  sangat antusias bertanya secara detail  karena memang dasarnya mereka tidak mengetahui makna dari masing-masing kegiatan tersebut.Kata Kunci : Makna, Panggih pengantin, Ibu-Ibu PKK