This paper discusses efforts to save ancient manuscripts in Lombok, Nusa Tenggara Barat. The object of this research is the manuscripts of Lombok from the collection of the West Nusa Tenggara State Museum which was found, inventoried, and described in Central Lombok Regency, NTB. This research uses a descriptive-qualitative approach. The large number of manuscripts found in Lombok indicates that the written tradition has developed well since the Sasak people were familiar with writing. Some of the writings (scripts) used in the manuscripts in Lombok are the Jejawen, Arabic, Balinese and Buginese characters. Regarding the documentation of local Lombok scripts, the implementation of digitizing scripts in the field experienced a lot of delays due to several factors, the most inhibiting of them was the digitalization process which was quite complicated, besides the constraints on the internet and media networks after the earthquake in Lombok. --- Tulisan ini mendiskusikan tentang upaya-upaya penyelamatan naskah kuno di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Adapun objek penelitian ini adalah naskah klasik Lombok koleksi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat yang berhasil ditemukan, diinventarisir, dan dideskripsikan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, Banyaknya naskah yang ditemukan di Lombok dalam jumlah besar mengindikasikan bahwa tradisi tulis telah berkembang dengan baik sejak masyarakat Sasak mengenal tulisan. Beberapa tulisan (aksara) yang digunakan dalam naskah-naskah di Lombok adalah aksara Jejawen, Arab, Bali, dan Bugis. Terkait pendokumentasian naskah-naskah lokal Lombok, pelaksanaan digitalisasi naskah di lapangan cukup banyak mengalami keterlambatan yang dikarenakan beberapa faktor, yang paling menghambat diantaranya adalah proses digitalisasi yang cukup rumit, disamping kendala pada jaringan internet dan media pasca kejadian gempa bumi di tanah Lombok.