Aulia Ulfa Utami
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI BALON DI DESA BRINGIN PONOROGO Aulia Ulfa Utami; Suswulandari Suswulandari
Jurnal Artefak Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.67 KB) | DOI: 10.25157/ja.v9i1.6972

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pertama mengetahui sejarah tradisi balon, kedua mengetahui dampak negatif tradisi balon, ketiga trobosan baru (strategi adaptasi) bagi masyarakat sekitar agar tidak menimbulkan dampak negatif dan tradisi balon tidak terlekang oleh zaman. Metode yang digunakan adalah sejarah. Tradisi balon setiap lebaran di berbagai wilayah di Jawa Timur pada penelitian ini difokuskan di Desa Bringin Ponorogo. Sejarah Tradisi Balon Tradisi balon awal mulanya sebagai alat untuk transportasi yang dibuat oleh orang prancis pada tahun 1783 bernama Montgolfier, dibawa oleh bangsa eropa menjajah di Indonesia, hal ini membuat terjadinya transfer ilmu budaya, dengan pencampuran antara menerbangkan balon udara dengan budaya islam. Bahan untuk membuat balon tersebut terbuat dari bahan kertas, kertas tersebut dirangkai satu sama lain menggunakan putih maupun nasi yang dirangkai telur direkatkan pada bambu yang berbentuk lingkaran dan diberi tali untuk mengingkat di sebuah tempat manaruh minyak, ukuran balon tersebut 1,5 meter – 4 meter, Dikarenakan bahan dan ukuran serta diberi bawah balon petasan sehingga menimbulkan suara ledakan di udara hal tersebut menimbulkan dampak negatif serta pengganggu lalu lintas udara menahan jarak pandang pilot dan kemungkinan balon tersebut masuk ke dalam mesin pesawat terbang yang berdampak pada keselamatan penumpang yang berada di dalam pesawat terbang. Strategi adaptasi memerlukan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dengan mengubah atau menyesuaikan perilaku, sifat, gaya hidup, dll, untuk mengatasi hambatan dan kesulitan yang ada. Adaptasi adalah perilaku manusia dalam menanggapi perubahan yang terjadi di lingkungan masing-masing. Perilaku responsif ini dengan upaya untuk mengatur perilaku dan perilaku warga agar dapat beradaptasi dengan kondisi baru terkait dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya. 
ADAPTASI PELAYANAN MUSEUM PUSAT TNI AD DHARMA WIRATAMA SEBAGAI SEJARAH PUBLIK DI MASA PANDEMI COVID-19 Muhammad Haikal; Rinita Meliya; Aulia Ulfa Utami; Raden Roro Zulfah Aulia; Muhamad Abi; Andi Andi
Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 8, No 2 (2022): KALPATARU: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/kalpataru.v8i2.10722

Abstract

Pemerintah Indonesia berupaya melalui kebijakannya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kebijakan tersebut, pembatasan sosial dan Sosial Distancing. Pembatasan sosial berlaku dari sekolah, tempat kerja, kegiatan keagamaan, tempat wisata salah satunya yaitu, museum. Hal ini menjadi permasalahan bagi pengelola museum melakukan pelayanan publik kepada pengunjung, mengingat keadaan situasi pandemi, walau pemerintah menurunkan status pembatasan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran pelayanan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama sebagai sejarah publik pada masa pandemi Covid-19.  Penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus (case study). Hasil menerangkan sebagai sejarah publik, pengabdian TNI AD harus tetap dipromosikan meski keadaan terbatas layanan konvensional. Pada masa pandemi Covid-19, Museum Pusat TNI AD berupaya mempertahankan eksistensi sebagai sejarah publik, dengan menyesuaikan layanan publik berdasarkan status level pembatasan sosial yang ditetapkan pemerintah daerah Yogyakarta. Mengintegrasikan koleksi museum dengan teknologi digital langkah yang tepat menarik perhatian generasi muda yang sempat menurun di masa pandemi.