Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI KESALIHAN SOSIAL ZAKAT, INFAQ, DAN SHADAQAH MASYARAKAT RANGKASBITUNG PADA TAHUN 1978-2017 Weny Widyawati Bastaman; Siti Sri Suhartini
Jurnal Artefak Vol 6, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.099 KB) | DOI: 10.25157/ja.v6i2.2663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang adat istiadat yang ada pada masyarakat Dusun Kuta, dan bagaimana peran keluarga dalam mensosialisasikan kepada anggota keluarganya. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif serta penemuan kuantitatif yang mendukung. Selanjutnya data diinterpretasi, sehingga menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang dan perilaku yang dapat diamati. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan dalam proses sosialisasi adat istiadat, keluarga memegang peranan yang amat penting, karena melalaui keluarga inilah anak-anak mengalami proses sosialisasi yang pertama dan mendasari semua proses sosialisasi lebih lanjut. Ibu, bapak mengajari anak-anaknya tentang sikap dan perilaku yang baik menurut adat dan harus dilakukan serta sikap dan perilaku yang tidak boleh dilakukan karena bertentangan dengan adat. Adat istiadat Dusun Kuta yang disosialisasikan itu, antara lain: perilaku dalam hidupan sehari-hari, pekerjaan dalam mencari/mendapatkan nafkah, bentuk dan bahan yang digunakan dalam pembuatan rumah, syarat dan tatacara penentuan kuncen, larangan-larangan dan keharusan-keharusan yang berkaitan dengan keberadaan tempat-tempat yang dianggap keramat.Zakat, infaq and sadaqah have been known and carried out by Muslims for a long time. Along with the times in managing zakat, infaq and sadaqah experienced changes and developments. The method used in this study is a historical method consisting of topic selection, heuristics, namely; data collection consisting of primary data sources and secondary data sources, verification, namely; historical criticism or the validity of the source by means of internal criticism and external criticism, interpretation of data namely; interpretation of data that has been verified, and historiography, namely; write down the results of the study. The results of this study indicate that in the management of zakat, infaq, and sadaqah there are changes and developments. In the history of its development starting from traditional and now there are institutions that manage zakat, infaq, and sadaqah in a professional manner, in terms of management, which are initially consumptive but now more productive, and changes in social values from the implementation of zakat, infaq and shadaqah (muzakki) can better know the condition of the mustahik (zakat recipients). Whereas institutionally tend to only carry out obligations.
POSISI PENGANAN KETUPAT DALAM PROSESI UPACARA TRADISI REBO WEKASAN DI DESA CIKULUR TAHUN Weny Widyawati Bastaman; Fitria Dewi Fortuna
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.962 KB)

Abstract

Kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari satu kesatuan yang saling berhubungan seperti adanya kesatuan masyarakat, agama dan wilayah yang sama hingga kemudian menghasilkan tradisi yang terus dilakukan dalam perayaan tertentu dan berlangsung pada kurun waktu tertentu, Contohnya tradisi Rebo Wekasan yang merupakan hasil dari tradisi Islam berkat adanya asimilasi budaya dan agama Islam yang dilaksanakan berdasarkan penanggalan Jawa yang masih terus bertahan hingga saat ini. Dalam tradisi ini pula terdapat makanan yang diwajibkan atau disakralkan keberadaannya dalam tradisi Rebo Wekasan di Desa Cikulur, selain sebagai pemenuh kebutuhan makanan juga sering digunakan sebagai sarana ritual dalam suatu tradisi, dalam upacara tradisi Rebo Wekasan terdapat makanan ketupat sebagai makanan yang diperuntukkan dalam kebutuhan prosesi tradisi Rebo Wekasan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian historis yang merupakan metode untuk mengungkap suatu kejadian atau peristiwa sejarah terdiri dari (heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi). Adapun hasil dari penelitian ini tradisi Rebo Wekasan merupakan tradisi yang dilakukan ketika rabu terakhir di minggu terakhir bulan Safar hal ini berkaitan dengan adanya keyakinan masyarakat Cikulur mengenai bencana bahkan penyakit yang diturunkan pada hari itu maka dengan kepercayaan kepada zat yang maha tinggi yaitu Allah SWT maka masyarakat melakukan upacara tolak bala dengan memakai ketupat sebagai sarana penghubung doa-doa yang mereka panjatkan, dengan tujuan dapat dijauhkan dari bencana atau penyakit yang diturunkan pada hari Rebo Wekasan sesuai dengan kitab Kanzun Najah.