Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Orkes Keroncong (OK) Mutiara Ross di Surabaya (Sejarah, Bentuk Musik, dan Pewarisan) Senyum Sadhana
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v4n2.p148-156

Abstract

Orkes Keroncong Mutiara Ross is one Keroncong orchestras in Surabaya that involves members across generations, besides that researchers chose object of this study because they saw that inheritance of keroncong is one of important aspects in cultural inheritance and preservation of keroncong music. using a qualitative descriptive approach that focuses on data not numbers, there are 5 characteristics of qualitative research, namely: (1) naturalistic, (2) descriptive data, (3) process (4) inductive (5) meaning. Implications of concept of qualitative methods in this study are; (1) naturalistic, as a direct source of data, in this case researcher goes directly to the data source, (2) descriptive data, that has been collected by researchers in form of interview transcripts, field notes, photography, videotape, personal documents, memos, and recordings official, (3) process, concentration of activities carried out and become the result or product, (4) meaning. increase awareness related to their lives. the focus of this research are; (1) history; OK Mutiara Ross which was founded in 2006 by Mr. Suparman and prioritizes the spirit of all ages. (2) musical form; The form of music used by OK Mutiara Ross is to make keroncong music arrangements with various types of styles. (3) inheritance; OK Mutiara Ross's regeneration occurred because of a familial relationship.
PERAN EKSISTENSI MUSIK OKLIK SANGGAR LUDRUK ANGLING DARMO SEBAGAI SARANA HIBURAN DI DESA SOBONTORO BALEN BOJONEGORO Reza Rivandika Tama; Senyum Sadhana
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/7jp6nq81

Abstract

Abstrak : Musik Oklik Bojonegoro pertama kali diciptakan pada tahun delapan puluhan oleh Sanggar Ludruk Angling Darmmo yang berada di Desa Sobontoro yang kemudian Musik Oklik rata-rata hanya dikenal di wilayah tersebut. Hal ini membuat masyarakat memiliki pengetahuan yang kurang akan Musik Oklik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada deskripsi eksistensi Musik Oklik sebagai sarana hiburan di desa Sobontoro Kabupaten Bojonegoro dan deskripsi pelestarian Musik Oklik terkait dengan eksistensinya. Terkait dengan fokus penelitian ini, maka teori yang digunakan adalah teori eksistensi dari Farhani dan teori Pelestarian Musik dari Chaedar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, (4) Studi Pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa eksistensi musik oklik saat ini bukan murni melainkan dikombinasikan dengan instrumen lain. Namun, penampilannya tetap berada di barisan paling depan saat pertunjukan. kemudian, terkait dengan pelestarian Musik Oklik banyak pihak yang terlibat, antara lain pemerintah, komunitas lokal, seniman, lembaga, pendidikan, peneliti, dan akademisi, serta masyarakat umum yang perlu terus melakukan kolaborasi dan inovasi agar pelestarian Musik Oklik semakin dikenal masyarakat baik di dalam maupun luar Kabupaten Bojonegoro.
Bentuk Aransemen dan Struktur Aransemen Lagu Seblang Subuh Karya Budi Susanto Yohanes Untuk Paduan Suara Dinda Qurroti A'yunin; Senyum Sadhana
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/mm6snt52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk aransemen dan struktur aransemen lagu Seblang Subuh yang menjadi ikon dalam diri Budi Susanto Yohanes setiap mengaransemen lagu folklore atau lagu rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari beberapa data yang dipaparkan oleh narasumber, yaitu narasumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi atau penggabungan dan membandingkan hasil data yang diperoleh. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bentuk aransemen lagu Seblang Subuh karya Budi Susanto Yohanes untuk paduan suara, salah satu tim paduan suara yang menjadi objek yaitu Gita Pramawisesa. Pada pembahasan yaitu bentuk lagu menggunakan teori Karl-Edmund (1996:5) menyatakan bahwa bentuk dapat dilihat secara pra.ktis sebagai “wadah” yang “diisi” oleh seorang kom.ponis dan diolah sedemikian rupa hingga men.jadi musik yang hidup. sedangkan pada aransemen menggunakan teori Genichi yang didalamnya terdapat ornamen aransemen fill in dan filler disini yang diteliti hanya fill in. dalam bentuk lagu terdapat struktur lagu meliputi pada teori Kawakami  (1975:260) terdapat elemen yang membentuk struktur aransemen yaitu introduksi, chorus (inti lagu), Bridge, variasi, coda.
Pengembangan Kreativitas Dalam Improvisasi Lagu pada  Musik Kontemporer di Sanggar Omah Padhangmbulan Risma Icha Saputri; Senyum Sadhana
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/ab3g3152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara mengembangan kreativitas dalam memainkan lagu pada musik kontemporer di sanggar omah padhangmbulan serta mendeskripsikan hasil kreativitas improvisasi sebuah lagu pada musik kontemporer di sanggar omah padhangmbulan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu analisis data melalui taham reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Untuk mengecek kepercayaan atau validitas data, peneliti menggunakan triangulasi sumber, triagulasi teknik, dan triagunasi waktu.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengembangan kreatifitas improvisasi sebuah lagu dari proses-prosesnya yang baik pasti akan membuahkan hasil yang baik. Hasil dari kreatifitas yang baik juga kan diterima oleh semua masyarakat apalagi masyarakat awam yang jarang mengenal musik. Tentunya akan menjadi pedoman dan acuan bagi para pemusik yang lain ketika kita bisa menghasilkan musik yang indah dari hasil pengembangan kreatifitas improvisasi lagu yang kita lakukan. Lemut Samudro terus melakukan usaha dengan cara pengembangan kreativitas dalam improvisasi sebuah lagu melalui (1) pengembangan akor, (2) kreativitas dan improvisasi penentuan sound effect, (3) adanya tangga nada bayati, hijas, rost, dan sika, (4) kreativitas improvisasi vokal.
Dari Tradisi Hingga Kompetisi: Proses Negosiasi Identitas Budaya dalam Koreografi Dancesport Traditional pada Ajang Nasional Adrin Shiera Aligra Umaldi; Jajuk Dwi Sasanadjati; Moh. Hariyanto; Bambang Sugito; Senyum Sadhana
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 9 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traditional dance performances in traditional dancesport competitions present a fundamental tension between efforts to preserve cultural identity and the need for sport standardization. This study aims to examine how coaches and athletes negotiate traditional cultural values ​​with technical-competitive requirements in the process of choreography creation. Using a qualitative, case study-based approach, this study analyzes three cases of national choreographers who created traditional numbers for the 18-25 year old dancesport category. Data were collected through semi-structured interviews, performance observations, and analysis of video documentation of practice sessions over a six-month period. Data analysis was conducted thematically using the theoretical frameworks of cultural hybridity (Bhabha) and embodiment (Csordas). The findings reveal three negotiation strategies used: (1) structural adjustments in the form of simplification of complex movement patterns; (2) expressive modifications through adjustments in energy intensity and tempo; and (3) semiotic restructuring while maintaining certain elements of cultural identification. This research has implications for the development of an assessment framework that is more sensitive to cultural authenticity in dancesport competitions and provides practical recommendations for choreographers in creating choreographies that meet competitive criteria while maintaining cultural values.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN STUDENT CENTERED LEARNING PADA LAGU INDONESIA RAYA DI EKSTRAKURIKULER PADUAN SUARA SMPN 2 GRESIK adawiyah; senyum Sadhana
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 16 No 01 (2026): Pendidikan Sendratasik
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vokal adalah sumber suara yang berasal dari pita suara, dengan berbagai karakteristik. Setiap individu memiliki karakter suara dan ciri khas yang berbeda-beda. Suara yang dihasilkan dapat dipetakan atau dipecah menjadi soprano, alto, tenor, dan bass. Kelompok vokal yang menekan kerja kelompok untuk menciptakan harmoni yang terpadu disebut paduan suara. Paduan suara adalah ansambel musik yang terdiri dari sekelompok penyanyi yang menyanyikan lagu bersama secara harmonis. Kelompok yang dimaksud menggabungkan berbagai jenis suara, umumnya soprano, alto, tenor, dan bass. This study aims to describe the process and implementation of a student-centered approach in teaching the Indonesian national anthem (Indonesia Raya) in the choir extracurricular activities at SMP Negeri 2 Gresik. The study used a qualitative approach with a case study design. Participants were selected purposively, consisting of student choir members, coaches, and activity coordinators. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. This study shows that the student-centered approach works through three main phases: planning independent practice, exploring digital learning resources, and group reflection facilitated by a coach as a mentor. In this context, students not only develop technical vocal competencies such as intonation, articulation, and harmony, but also develop independent learning, collective responsibility, and internalize national values ​​through shared aesthetic experiences. The song Indonesia Raya serves as an affective medium that strengthens national identity and group cohesion. The results of this study conclude that the student-centered approach in arts extracurricular activities has proven effective as a contextual response to the limited time and personnel of specialist educators, while also being relevant to the spirit of the Independent Curriculum, which emphasizes participatory and meaningful learning.
PEMBELAJARAN TEKNIK VOKAL DALAM MATERI VOCAL GROUP KELAS 9 DI SMPN 1 PURWODADI PASURUAN kheisya gita; senyum Sadhana
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 16 No 01 (2026): Pendidikan Sendratasik
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran teknik vokal dalam materi vocal group kelas 9 di SMPN 1 Purwodadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap guru serta 12 siswa. Data dianalisis secara interaktif meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diuji melalui triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran telah mengintegrasikan prinsip kesehatan vokal dan diferensiasi materi sesuai fase perkembangan suara. Latihan secara bertahap meningkatkan kontrol pernapasan, artikulasi, dan harmonisasi kelompok, meskipun masih terkendala oleh dinamika mutasi suara remaja. Strategi adaptasi berupa penyesuaian jarak suara sementara, teknik bersenandung, serta pendidikan vokal anatomi terbukti efektif meminimalkan ketegangan fisiologis dan menjaga motivasi siswa. Evaluasi formatif berjalan sistematis, namun efektivitasnya masih dibatasi oleh alokasi waktu, akustik ruang latihan, dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru. Secara implikatif, pendidikan vokal di SMP harus menempatkan keselamatan suara dan kesiapan psikologis remaja sebagai fondasi utama sebelum orientasi estetika pertunjukan. Kajian ini mendorong penguatan pelatihan pedagogi vokal remaja bagi guru, kolaborasi dengan praktisi vokal, serta pemanfaatan arsip digital untuk pemantauan perkembangan siswa secara berkelanjutan.