This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geografi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ALAM, SUMBER BELAJAR YANG TIDAK PERNAH HABIS Julismin Julismin
JURNAL GEOGRAFI Vol 1, No 1 (2009): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v1i1.6366

Abstract

Lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat penting.Lingkungan yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar dapat berupalingkungan social dan lingkungan fisik (alam). Alam, merupakan sumber belajaryang tidak pernah habis, dengan memanfaatkan alam sebagai sumber belajarberarti menggunakan sumber yang telah tersedia di sekitar kita yang dapatdiperoleh secara mudah dan murah.Kata kunci: sumber belajar, alam
Gambaran Pelayanan dan Perilaku Kesehatan di Indonesia Julismin Julismin; Nasrullah Hidayat
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 2 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i2.8153

Abstract

Kesehatan didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan. Hanya segelintir publikasi telah difokuskan secara khusus pada definisi kesehatan dan evolusi dalam 6 dekade pertama. Beberapa dari mereka menyoroti kurangnya nilai operasional dan masalah diciptakan dengan menggunakan kata "lengkap." WHO dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa kesehatan adalah "sumber daya bagi kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan kesehatan dicapai melalui kombinasi dari fisik, mental, dan kesejahteraan sosial, yang, bersama-sama sering disebut sebagai "Segitiga Kesehatan". Perilaku kesehatan secara garis besar dikelompokkan menjadi 2 yakni Perilaku sehat dan perilaku orang sakit. Perilaku orang yang sehat agar tetap sehat dan meningkat. Oleh karena itu perilaku ini disebut perilaku sehat (helathy behaviour) yang mencakup perilaku-perilaku (overt dan covert behaviour) dan mencegah atau menghindari dari penyakit dan penyebab penyakit. Perilaku orang yang sakit atau telah terkena masalah kesehatan merupakan perilaku untuk memperoleh penyembuhan atau pemecahan masalah kesehatannya. Oleh karena itu perilaku ini juga disebut perilaku pencarian pelayanan pelayanan kesehatan (health seeking behaviour).Kata Kunci : Pelayana kesehatann, perilaku kesehatan
Dampak dan Perubahan Iklim di Indonesia Julismin Julismin
JURNAL GEOGRAFI Vol 5, No 1 (2013): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v5i1.8083

Abstract

Perubahan iklim merupakan salah satu isu yang cukup ramai dibicarakan belakangan ini. Hal ini disebabkan karena dampak perubahan iklim tersebut sudah sangat dirasakan pada setiap aspek-aspek kehidupan manusia.Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumberdaya alam yang cukup melimpah. Namun pada kenyataanya, tingkat kerusakan lingkungan juga cukup tinggi terjadi di Indonesia. Kerusakan lingkungan ini disinyalir berkontribusi menyebabkan terjadinya perubahan iklim belakangan ini. Kecenderungan perubahan iklim di Indonesia oleh ulah dan aktivitas manusia seperti urbanisasi, deforestasi, industrialisasi, dan oleh aktivitas alam seperti pergeseran kontinen, letusan gunung berapi, perubahan orbit bumi terhadap matahari, noda matahari dan El- Nino.Perubahan iklim yang tenjadi menyebabkan beberapa dampak seperti: (a) seluruh wilayah Indonesia mengalami kenaikan suhu udara, dengan laju yang lebih rendah dibanding wilayah subtropis; (b) wilayah selatan Indonesia mengalami penurunan curah hujan, sedangkan wilayah utara akan mengalami peningkatan curah hujan. Perubahan pola hujan tersebut menyebabkan berubahnya awal danpanjang musim hujan. Di wilayah Indonesia bagian selatan, musim hujan yang makin pendek akan menyulitkan upaya meningkatkan indeks pertanaman (IP) apabila tidak tersedia varietas yang berumur lebih pendek dan tanpa rehabilitasi jaringan irigasi. Meningkatnya hujan pada musim hujan menyebabkan tingginya frekuensi kejadian banjir, sedangkan menurunnya hujan pada musim kemarau akan meningkatkan risiko kekekeringan. Sebaliknya, di wilayah Indonesia bagian utara,meningkatnya hujan pada musim hujan akan meningkatkan peluang indeks penanaman, namun kondisi lahan tidak sebaik di Jawa. Tren perubahan ini tentunya sangat berkaitan dengan sektor pertanian.Kata Kunci : Dampak Perubahan Iklim
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DAN KEMAMPUAN AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR METEOROLOGI DAN KLIMATOLOGI PADA MAHASISWA JURUSAN GEOGRAFI SEMESTER II UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Julismin Julismin
JURNAL GEOGRAFI Vol 2, No 2 (2010): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v2i2.6369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perbedaan hasil belajarmahasiswa dalam matakuliah Meteorologi dan Klimatologi antarakelompok mahasiswa yang diajar dengan menggunakan media grafispeta dengan kelompok mahasiswa yang diajar dengan menggunakanmedia grafis sketsa, (2) perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yangmemiliki kemampuan awal tinggi dengan mahasiswa yang memilikikemampuan awal rendah, dan (3) interaksi antara penggunaan mediagrafis dengan kemampuan awal dalam mempengaruhi hasil belajarMeteorologi dan Klimatologi mahasiswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode KuasiEksperimen dengan rancangan factorial 2x2. Sampel penelitian sebanyak52 orang yang terdiri dari 26 orang mahasiswa kelas reguler A dan 26orang mahasiswa kelas reguler B. Perlakuan yang diberikan adalahpenggunaan media grafis peta pada satu kelompok dan media grafissketsa pada kelompok lainnya. Teknik analisis data yang digunakanadalah teknik analisis varians (Anava) dengan taraf signifikan α = 0,05.Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa : (1) Terdapatperbedaan hasil belajar mahasiswa yang diajar dengan menggunakanmedia grafis peta dan media grafis sketsa (F hitung = 28,99 > F tabel =4,22); (2) Terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa yang memilikikemampuan awal tinggi dan mahasiswa yang memiliki kemampuan awalrendah (F hitung = 10,88 > F tabel = 4,22); (3) Terdapat interaksi antarapenggunaan media grafis dan kemampuan awal mahasiswa terhadaphasil belajar Meteorologi dan Klimatologi (F hitung = 66,57 > F tabel =4,22). Kelompok mahasiswa yang diajar dengan menggunakan mediagrafis peta memperoleh skor rata-rata lebih baik daripada kelompokmahasiswa yang diajar dengan menggunakan media grafis sketsa.Demikian pula untuk kelompok mahasiswa yang memiliki kemampuanawal tinggi memperoleh skor rata-rata lebih baik daripada kelompokmahasiswa yang memiliki kemampuan awal rendah. Selanjutnya terdapatinteraksi antara penggunaan media grafis dengan kemampuan awaldalam mempengaruhi hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : Media Grafis, Kemampuan Awal, Hasil Belajar