p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ecolab
Retno Puji Lestari, S.Si,M.Sc
Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kawasan Puspiptek Serpong Gd. 210, Jalan Raya Puspiptek Serpong, Muncul, Serpong, Muncul, Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Kualitas Udara Berdasarkan Parameter Deposisi Kering di Jakarta, Bandung, dan Serpong Retno Puji Lestari, S.Si,M.Sc; Dyah Aries Tanti; Miya Riski Utari; Yuni Kartika
Jurnal Ecolab Vol 15, No 1 (2021): ECOLAB
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2021.15.1.1-11

Abstract

Peningkatan emisi gas buang dari kegiatan industri dan transportasi berkontribusi pada terjadinya pencemaran udara dan menyebabkan deposisi asam. Pemantauan deposisi kering di tiga lokasi berbeda (Serpong, Jakarta, dan Bandung) dilakukan selama tahun 2019.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi polutan parameter deposisi kering, serta melihat perbandingan konsentrasi saat musim hujan dan kemarau. Pengukuran deposisi kering dengan metode filter pack  meliputi dua parameter yaitu partikulat Na+, K+, Ca2+, Mg2+, NH4+, Cl-, NO3-, dan SO42- dalam aerosol serta gas-gas SO2, HNO3, NH3, dan HCl. Udara dilewatkan pada four stage filter pack yang memiliki spesifikasi untuk tiap komponen kimia di setiap rangkaian filter, selama dua minggu secara kontinyu menggunakan pompa dengan laju alir 1 L/menit.  Filter hasil sampling dipreparasi dan dianalisis menggunakan Ion Chromatography DIONEX ICS5000 menggunakan eluen campuran NaHCO3 2,7 mM dan Na2CO3 0,3 mM untuk anion dan eluen MSA 20 mM  untuk kation dengan laju alir pengukuran 1 L/menit.  Hasil pengujian memperlihatkan bahwa gas NH3 dan partikulat SO42- di setiap lokasi merupakan polutan dominan dalam deposisi kering. Konsentrasi NH3 tertinggi di Jakarta terjadi pada bulan Desember (4,4 ppb), di Bandung pada bulan November (17 ppb), sementara di Serpong pada bulan Juli (13 ppb). Konsentrasi SO42- paling tinggi di Jakarta terjadi pada bulan Juli (10,3 mg/m3), di Bandung pada bulan Februari (11,7 mg/m3), dan di Serpong pada bulan September (8,6 mg/m3). Persentase senyawa NH3 di Jakarta, Bandung, dan Serpong masing-masing sebesar 41%, 70%, dan 64%, sementara SO42- masing-masing sebesar 42%, 49%, dan 58%. Tidak terlihat adanya perbedaan nyata antara konsentrasi pencemar pada musim hujan dan kemarau di Bandung, Jakarta, dan Serpong untuk beberapa parameter, kecuali di Jakarta untuk Na+ (p < 0,05), di Serpong untuk SO2, HCl,dan K+ berbeda nyata (p < 0,05), serta parameter HNO3 dan NO3- berbeda nyata (p < 0,001).
Pengujian Sulfur Oksida (SOx) dari Emisi Sumber Tidak Bergerak Menggunakan Metode Ion Kromatografi Retno Puji Lestari, S.Si,M.Sc; Ricky Nelson; Resi Gifrianto; Bambang Hindratmo
Jurnal Ecolab Vol 14, No 2 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.2.101-110

Abstract

Emisi gas buang oksida-oksida sulfur yang terdiri dari SO2 dan SO3 merupakan salah satu polutan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara. Sumber SOx umumnya berasal dari kegiatan emisi sumber tidak bergerak seperti pembangkit listrik, cerobong industri, pembakaran sumber domestik, maupun insinerator. Pengujian konsentrasi gas oksida-oksida sulfur (SOx) dari emisi sumber tidak bergerak dilakukan sebagai salah satu kegiatan pengkajian metode di Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) yang berlangsung pada September – Oktober 2018. Laboratorium P3KLL melakukan verifikasi dengan menentukan limit deteksi terhadap metode uji yang diadopsi dari JIS K 0103:2011 Methods for determination of sulfur oxides in flue gas - Annex JC (normative). Instrumen kromatografi ion (IC) DIONEX ICS5000 tersebut dilengkapi dengan detektor konduktivitas, memiliki ukuran loop sampel 50μL, kolom separator IonPac AS18, kolom penjaga IonPAc AG18 dan suppressor ASRS-II yang dioperasikan pada suhu 35°C. Larutan yang digunakan sebagai eluen adalah campuran 2,7 mM Na2CO3 dan 0,3 mM NaHCO3 pada laju alir 1 L/menit. Tahapan kegiatan terdiri dari pengambilan contoh uji dari fasilitas cerobong genset dan proses verifikasi metode melalui analisis menggunakan IC. Hasil verifikasi metode pengujian SOx dalam emisi gas buang sumber tidak bergerak fasilitas genset menggunakan kromatografi ion menunjukkan bahwa limit deteksi, LoD(G) dan limit kuantifikasi, LoQ(G) yang diperoleh masing-masing sebesar 4 mg/Nm3 dan 13 mg/Nm3, sedangkan limit linearitas, LoL sebesar 834 mg/Nm3. Metode ini telah terverifikasi sesuai persyaratan teknis, dan laboratorium mampu menerapkan metode pengujian tersebut.
Karakteristik Logam-logam dalam Partikel Tak Terlarut Debu Jatuh di Serpong Retno Puji Lestari, S.Si,M.Sc; Bambang Hindratmo; Ricky Nelson
Jurnal Ecolab Vol 16, No 1 (2022): ECOLAB
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2022.16.1.1-12

Abstract

Karakteristik Logam-logam dalam Partikel Tak Terlarut Debu Jatuh di Serpong. Partikulat merupakan bentuk polutan yang paling terlihat dalam pencemaran udara. Selain TSP, PM10, dan PM2,5, ada pula debu jatuh yang terdiri dari partikel-partikel yang dapat melewati saringan 1 mm, namun cukup berat untuk dapat jatuh dari udara ambien ke permukaan tanah. Kajian pemantauan debu jatuh di Pusat Standardisasi Instrumen dan Kualitas Lingkungan Hidup (PSIKLH) Serpong dilakukan dalam periode 2018-2020 untuk mengetahui konsentrasi debu jatuh dan logam-logam yang terkandung di dalam partikel tak terlarut. Pengujian debu jatuh mengacu pada ASTM  D 1739-1998 (2004): Standard Methods for Collection and Measurement of Dustfall. Alat sampling debu jatuh merupakan sebuah kontainer gelas dengan ukuran tertentu yang ditempatkan di tempat terbuka dan dibiarkan selama 30 hari sebelum dianalisis di laboratorium. Air hasil tampungan selama sampling tersebut dikumpulkan dalam wadah sampel. Partikulat tak terlarut dan terlarut dalam debu jatuh ditentukan secara terpisah menggunakan metode gravimetri, sementara logam-logam dianalisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom Hitachi ZA-3300 dengan metode modifikasi SNI 7119-4-2017. Konsentrasi rata-rata tahunan debu jatuh di Serpong pada Juni - Desember 2018, Maret - Desember 2019, dan Maret - Desember 2020 masing-masing adalah 4,5±2,9; 5,5±2,3; dan 5,9±4,1 t/km2/bulan. Nilai tersebut masih berada di bawah baku mutu debu jatuh berdasarkan PP No 41/1999 yaitu 10 t/km2/bulan. Berdasarkan PP No 22/2021 Lampiran VII tentang Baku Mutu Udara Ambien, parameter ini tidak lagi dimasukkan. Lima logam yang dominan ditemukan dalam partikel tak terlarut debu jatuh adalah Fe>K>Zn>Mg>Ca dengan konsentrasi rata-rata 10,3>2,4>1,9>1,5>0,3 mg/kg. Potensi sumber pencemaran diduga berasal dari sumber alami seperti mineral kerak bumi dan kegiatan antropogenik seperti material konstruksi bangunan, sektor industri, dan transportasi.