p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ecolab
Budi Purwanto
PSIKLH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kawasan Puspiptek Serpong Gd. 210, Jalan Raya Puspiptek Serpong, Muncul, Serpong, Muncul, Tangerang Selatan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengukuran Getaran Mekanik Berdasarkan Jenis Bangunan Budi Purwanto; Zulfachmi Zulfachmi; Pramana Budi Purwaka
Jurnal Ecolab Vol 16, No 1 (2022): ECOLAB
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2022.16.1.31-38

Abstract

Pengukuran Getaran Mekanik Berdasarkan Jenis Bangunan. Dampak getaran diketahui menjadi salah satu isu yang diangkat masyarakat yang mengklaim terdampak suatu kegiatan selain pencemaran udara, air maupun tanah. Getaran dianggap mengganggu kenyamanan dan kesehatan, serta pada tahap yang lebih tinggi dapat merusak struktur bangunan yang telah dihuni masyarakat sekitar kegiatan. KEPMENLH 49/1996 telah mengatur tentang baku tingkat getaran dan metode pengukurannya, namun seiring waktu maka perlu dimutakhirkan mengingat ada perbedaan rentang frekuensi dominan bagi beberapa jenis pengukuran tingkat getaran. Metode pengukuran yang terdapat pada Lampiran V KEPMENLH 49/1996 juga perlu ditinjau ulang karena masih menggunakan metode pengukuran yang sama walaupun pada beberapa jenis pengukuran tingkat getaran yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode pengukuran tingkat getaran pada Lampiran V KEPMENLH No 49/1996 terhadap metoda pengukuran lain yang tersedia dan diakui serta dapat diterapkan menggunakan peralatan yang tersedia saat ini. Pengambilan data dilakukan pada beberapa titik di Provinsi DKI Jakarta, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah pada bulan April – Juli 2016 oleh tim PSIKLH menggunakan alat Instantel Minimate Pro 6. Setiap sesi pengukuran dilakukan pengambilan data pada dua titik ukur secara simultan dengan masing-masing titik ukur diperoleh nilai tingkat getaran pada tiga sumbu ortogonal (sumbu X, Y dan Z). Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa pengukuran getaran di beberapa kota di Indonesia masih memiliki nilai tingkat getaran yang belum melampaui baku tingkat getaran yang dipersyaratkan pada Lampiran III KEPMENLH 49/1996, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pengukuran International Organization for Standardization ISO 4866 Mechanical vibration and shock - Vibration of fixed structures - Guidelines for the measurement of vibrations and evaluation of their effects on structures dapat menjadi rujukan untuk mengevaluasi dampak getaran terhadap bangunan.
Penyimpangan Penentuan Posisi Perangkat Global Positioning System (GPS) Budi Purwanto
Jurnal Ecolab Vol 16, No 2 (2022): ECOLAB
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2022.16.2.99-107

Abstract

Perangkat GPS digunakan sebagai salah satu alat penunjuk titik kooordinat spasial yang sering digunakan sebagai data pendukung identifikasi titik ukur pengukuran kualitas lingkungan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu diketahui nilai perbedaan penunjukkan beberapa perangkat GPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil penunjukan titik koordinat oleh perangkat GPS pada titik ukur yang telah ditentukan. Penelitian menggunakan sembilan buah perangkat GPS buatan Garmin dengan lima tipe berbeda, dengan penunjukan degree minute second (DD MM SS) pada datum World Geodetic System 1984 (WGS 84). Pengambilan data dilakukan sebanyak tiga kali per hari selama dua hari, hari pertama cuaca cerah sedangkan hari kedua mendung. Dalam pelaksanaan pengambilan data, perangkat GPS diletakkan dengan jarak antar perangkat sedekat mungkin. Lokasi pengambilan data di Pusat Standardisasi Instrumen dan Kualitas Lingkungan Hidup, tanggal 5 dan 6 Juli 2022 pada tempat terbuka dan berada di objek yang sudah ditandai agar dapat digunakan sebagai lokasi verifikasi perangkat GPS selanjutnya. Seluruh penunjukkan perangkat GPS dicatat sesuai identitas alat untuk kemudian dihitung nilai rata-rata penunjukkan dan variasi penunjukkan titik koordinat lintang dan bujur. Nilai koordinat lintang yang ditunjukkan oleh seluruh perangkat GPS berada pada rentang 6o 21’ 2.1”S hingga 6o21’2.5”S sedangkan nilai koordinat bujur yang ditunjukkan berada pada rentang  106o 40'4.9"E hingga 106o40'5.3"E. Penelitian menemukan bahwa variasi penunjukkan koordinat posisi dari sembilan buah perangkat GPS adalah 12,4 meter, ditemukan juga bahwa perbedaan penunjukkan terbesar perangkat GPS dibanding nilai rata-rata penunjukkan dari perangkat GPS yang diuji adalah sebesar 9,3 meter dimana telah menyediakan informasi geospasial yang cukup bagi sebuah pengukuran kualitas lingkungan.