Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Loa Janan Tahun 2020 ST. Ramlah; Deasy Nur Chairin Hanifa
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 1 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Puskesmas Loa Janan dengan menggunakan metode alur gyssens. Metodologi: Jenis penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif secara retrospektif. Data penelitian diperoleh dari catatan medis pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Analisis kualitatif peresepan antibitiotik dilakukan berdasarkan literatur dengan menggunakan metode alur gyssens. Hasil: Dari 80 kasus jenis kelamin yang paling banyak adalah perempuan sebanyak 41 kasus (51,25%) dibandingkan dengan laki-laki sebanyak 39 kasus (48,75%) dengan mayoritas kasus ISPA sebanyak 44 kasus (55%) dengan antibiotik yang paling sering digunakan yaitu amoksisilin sebanyak 67 kasus (83,75%). Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode alur gyssens diperoleh hasil penggunaan antibiotik rasional sebanya 53 kasus (kategori 0) 66,25% dan sebanyak 27 kasus (33,75%) termasuk kategori I-V yang tidak rasional dengan rincian yaitu pemberian durasi terlalu singkat (kategori IIIB) 12,50%, terdapat antibiotik yang lebih efektif (kategori IVA) 8,75%, dan penggunaan antibiotik tanpa indikasi (Kategori V) 12,50%. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode alur gyssens diketahui penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih tinggi di Puskesmas Loa Janan dengan mayoritas ketidakrasionalan dalam penggunaan antibiotik disebabkan pemberian yang terlalu singkat. Manfaat: Sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kerasionalan penggunaan antibiotik.
Gambaran Kesesuaian Peresepan Antibiotik dan Pola Peresepan Berdasarkan Indikator WHO (World Health Organization ) pada Pasien Dewasa di Puskesmas Temindung Samarinda Tahun 2020 Nindya Ulfa Pradina; Deasy Nur Chairin Hanifa
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 2 (2022): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Studi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pemberian antibiotik pada pasien dewasa rawat jalan di Puskesmas Temindung Samarinda dengan standarDIH (Drug Information Handbook) 2013-2014 22nd Edition dan Formularium Puskesmas serta mengetahui pola peresepan berdasarkan indikator WHO (World Health Organization) (1993) antibiotik pada pasien dewasa rawat jalan di Puskesmas Temindung Samarinda. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif di Puskesmas Temindung Samarinda dengan melakukan pengumpulan data rekam medis pasien dewasa tahun 2020.Penelitian ini menggunakan metode non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil:Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata penggunaan antibiotik yang sering diresepkan adalah antibiotik golongan Penicillin yaitu Amoxicillin 54,20%, penyakit terbanyak yang dialami pasien di Puskesmas Temindung yaitu rinitis kronis 23,58%, dan bentuk sediaan obat yang banyak digunakan tablet 81,68%. Kesesuaian penggunaan antibiotik di Puskesmas Temindung Samarinda dengan standar DIH Drug Information Handbook 2013-2014 22nd Edition dan Formularium Puskesmas adalah kesesuaian indikasi 99,15%, kesesuaian jenis antibiotik 99,15%, kesesuaian dosis obat 100%, kesesuaian interval pemberian obat 94,02%, Kesesuaian frekuensi pemberian obat 94,02%, dan kesesuaian rute pemberian obat 100%. Pola peresepan antibiotik pada pasien dewasa rawat jalan di Puskesmas Temindung Samarinda berdasarkan indikator peresepan WHO(World Health Organization) (1993) yaitu rata-rata jumlah obat tiap pasien 3,35, persentase peresepan obat generik 98%, persentase peresepanantibiotik 13%, persentase peresepaninjeksi 0%, persentase peresepan obat dari formularium nasional 84%. Manfaat: Memberikan pengetahuan tentang penggunaan obat antibiotik secara rasional, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan antibiotik dan diharapkan dapat memberikan masukan kepada instansi terkait sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan atau kebijaksanaan dalam hubungannya dengan pola peresepan yang akan datang.