Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : limnotek

KARAKTERISTIK PERAIRAN YANG DILALUI IKAN SIDAT (Anguilla sp.) DI ALIRAN SUNGAI POSO Yayuk Sugianti,; Krismono Krismono
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 20 No. 2 (2013)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2013.13256

Abstract

Perairan danau dan sungai Poso sudah lama diketahui sebagai daerah penangkapan ikan sidat. Ikan sidat termasuk famili Anguillidae merupakan ikan katadromus yaitu ikan yang hidup di perairan tawar (sungai/danau), bermigrasi ke laut untuk melakukan pemijahan dan setelah itu kembali lagi ke perairan tawar untuk melanjutkan siklus hidupnya. Benih ( glass eel/elver) sidat di aliran Sungai Poso sendiri bergerak dari Muara Poso, kemudian bermigrasi anadromus untuk sampai ke perairan tawar melewati beberapa wilayah sungai seperti Sungai Pandiri, Sulewana menuju Rawa Tentena dan kemudian berakhir di Danau Poso. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik perairan yang dilalui fase-fase ikan sidat. Penelitian karakteristik perairan ikan sidat telah dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juli dan September 2012 dengan metode survei berstrata. Dari pengamatan diperoleh hasil bahwa karakteristik dari lima stasiun pengamatan hampir sama, dimana karakteristik dasar perairannya berbatu dan berpasir, vegetasi yang tumbuh di sekitar sungai juga sama seperti pohon-pohon besar dan alang-alang. Kondisi kualitas perairan di aliran Sungai Poso yang dilewati oleh fase-fase ikan sidat juga masih mendukung untuk kehidupan sidat
KARAKTERISTIK KOMUNITAS DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI DANAU TALAGA, SULAWESI TENGAH Yayuk Sugianti; Masayu Rahmia Anwar; Krismono Krismono
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 22 No. 1 (2015)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2015.13297

Abstract

Danau Talaga adalah danau yang berhubungan langsung dengan laut melalui sungai sepanjang ± 1 km. Danau ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kegiatan sehari-hari sehingga menimbulkan pencemaran yang dapat menurunkan kualitas perairannya. Kajian mengenai struktur komunitas merupakan suatu konsep yang mempelajari komposisi spesies dan kelimpahanya, dalam hal ini fitoplankton. Fitoplankton merupakan tumbuhan planktonik yang bebas melayang dan hanyut serta mampu berfotosintesis. Kemampuan fitoplankton yang dapat berfotosintesis dan menghasilkan senyawa organik membuat fitoplankton disebut sebagai produsen primer. Penelitian dilakukan pada bulan Maret, Mei, Juli dan Oktober 2013 di 9 (Sembilan) titik sampling. Parameter yang digunakan adalah parameter utama yaitu komposisi dan kelimpahan fitoplankton dan parameter pendukung fisika-kimia perairan : pH, turbiditas, konduktivitas, suhu, kecerahan, DO, dan nutrien. Hasil pengamatan diperoleh 39 genus fitoplankton yaitu filum Chrysophyta (14 genus), hlorophyta (18 genus), Cyanophyta (5 genus) dan Dinophyta (2 genus). Kelimpahan fitoplankton di Danau Talaga selama pengamatan berkisar antara 5,3 x 10³-8,9 x 10âµÂ sel/l, dengan puncak kelimpahan fitoplankton tertinggi di bulan Mei. Nilai indeks keanekaragaman (H’) di Danau Talaga selama pengamatan berkisar antara 0,91-2,21, menunjukkan bahwa kondisi komunitasfitoplankton di Danau Talaga berada pada stabilitas komunitas biota sedang atau kualitas air tercemar sedang. Nilai koefisien saprobik di Danau Talaga sebesar 0,46. Hal ini menunjukkan bahwa perairan tersebut dalam fase β/α mesosaprobik, tercemar sedang.
POTENSI PRODUKSI DAN KEBUTUHAN BENIH UNTUK PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP DI EMBUNG NUSA TENGGARA TIMUR Andri Warsa; Krismono Krismono
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 25 No. 2 (2018)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2018.13355

Abstract

Embung or retention basin is one of the surface water sources in the form of artificial lake obtained from harvesting the rain and surface water. East Nusa Tenggara (NTT) Province has built 963 retention basins and three dams which are used mainly for irrigation, plantation, and livestock, while for fisheries it has not been developed optimally. The development of capture fisheries through the stocking of fish seeds is one of the efforts to optimize the utilization and management of water bodies. The failure of fish stockings in several water bodies in NTT is thought to be caused by lack of scientific studies before the stockings. Therefore, the purpose of this research was to determine the potential of fisheries production and the optimal number of seeds for the development of capture fisheries in the retention basins of NTT. The research was conducted in September 2016. Water samples were taken at a depth of 0.5 m from the surface using the Kemmerer water sampler. Secondary data which included fish growth parameters were obtained from literature, while seed production and morphological characteristics of water bodies were obtained from relevant institutions. The results showed that Embung Tulamalae and Oelpuah were eutrophic, while Embung Haekrit and Haliwen were oligotrophic. The average potential of fisheries production based on MEIcond ranged 41.3−68.7 kg/ha/year with an average of 52.8 kg/ha/year, while based on chlorophyll a content ranged 29.8‒55.8 kg/ha/year with an average of 43.6 kg/ha/year. Estimation of seed requirements for restocking in the context of developing capture fisheries ranged from 1,000 to 48,600 individuals/year. Based on the water quality and economic values obtained, embung at the research locations are feasible for fish stocking in the capture fisheries development.