Martalena Br Purba
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konseling gizi mempengaruhi kualitas diet pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta Stefania Widya S; Luthfan Budi P; Martalena Br Purba
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.499 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2015.3(1).31-40

Abstract

ABSTRACTBackground: One key factor in diabetes mellitus management is improvement of diet quality. Nutrition counseling is one of medical nutritional therapy that is given to improve dietary pattern and lifestyle in patients with diabetes mellitus.Objectives: To assess the effect of both individual and group counseling to improve diet quality in patient with diabetes mellitus.Methods: This research used quasi-experiment method with non-randomized control group pretest-posttest design. The diet qualities of 54 respondens with diabetes mellitus were explored using semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) before converted to diet quality score using healthy eating index (HEI) standard scores. Intervention group were given individual nutrition counseling, then they were formed into a group consists of 2-5 subjects per group to make focus group discussion. Intervention group were monitored via telephone or sms every week. In fourth week, the diet quality of both control and intervention group will be re-evaluated.Results: Proportion of subjects that have adequate diet quality improved in intervention group (p=0.0235) after receiving individual and group counseling. In the other hand, diet quality in control group tended to decrease (p=0.0339) in the end of the research. The effectiveness of nutrition counseling in improvingHEI scores was 73%.Conclusions: The combination of individual and group counseling could improve diet quality in patient with diabetes mellitus.KEYWORDS: diabetes mellitus, diet quality, nutrition counselingABSTRAKLatar belakang: Salah satu faktor kunci dalam penatalaksanaan penyakit diabetes mellitus adalah perbaikan kualitas diet. Konseling gizi merupakan salah satu upaya terapi gizi medis yang diberikan untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup pasien diabetes mellitus.Tujuan: Menguji efek konseling gizi individu dan kelompok untuk memperbaiki kualitas diet pada pasien diabetes mellitus.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest. Kualitas diet 54 responden yang mengalami diabetes mellitus akan digali menggunakan semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ) sebelum dikonversikan menjadi skor kualitas diet berdasarkan standar perhitungan skor healthy eating index (HEI). Kelompok perlakuan kemudian akan diberi konseling gizi secara individu. Kemudian pasien dibentuk menjadi kelompok kelompok kecil yang terdiri dari 2 hingga 5 orang untuk melakukan diskusi kelompok terarah. Setiapminggu pasien akan diingatkan tentang dietnya melalui telepon atau pesan singkat. Pada minggu keempat, kualitas diet pasien kelompok kontrol dan kelompok perlakuan akan kembali dievaluasi. Hasil: Proporsi subjek yang memiliki kualitas diet baik meningkat pada kelompok perlakuan sesudah menerima intervensi berupa konseling gizi individu dan kelompok, sedangkan pada kelompok kontrol cenderung mengalami penurunan di akhir penelitian. Tingkat keberhasilan konseling gizi dalammeningkatkan skor HEI sebesar 73%.Kesimpulan: Gabungan konseling gizi secara individu dan kelompok dapat meningkatkan kualitas diet pada pasien diabetes mellitus tipe 2.KATA KUNCI: diabetes mellitus, kualitas diet, konseling gizi
Asupan energi dan protein pasien tidak berbeda menurut tingkat kepercayaan diri dan kinerja ahli gizi dalam menerapkan proses asuhan gizi terstandar Merryna Nia Silvia; Martalena BR Purba; Endy Parjanto
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.479 KB) | DOI: 10.21927/ijnd.2016.4(1).19-28

Abstract

ABSTRACTBackground: The incidence of hospital malnutrition is still high. Prevalence of malnutrition was 56.9% at three hospital in Indonesia, such as Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta, Jamil Hospital Padang, and Sanglah Hospital Bali. Diet therapy might improve nutritional intake. Standardized nutrition care process (SNCP) helps dietitian to make a decision with critical thinking to improve the quality of nutritional care, i.e. safe and effective. Dietitians need self-confi dence in applying their knowledge to accomplish their works. Several studies showed that higher self-confi dence correlated with higher performance. That would have positive impact on patients outcomes.Objectives: To fi nd out the differences in patient energy and protein intake based on dietitians selfconfidence in implementing SNCP.Methods: An observational study was used in this study with cross sectional design involving dietitians and hospitalized patients in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. Data were analyzed using independence t test, chi-square, and Anova.Results: There was no significant difference in percentage average of patients energy intake of high self confidence compared to low self confi dence (lower 6.3%, p=0.13), as well as in protein intake (higher 1.8%, p=0.73). The percentage average of energy in nutritional intake, which energy intake was 3.0% (p=0.49) lower in good performance and protein intake was 7.1% (p=0.20) higher in good performance, had no statistical difference with dietitians performance. There was also no statistical difference between dietitians performance and dietitians self-confi dence(p=0.23). Conclusions: There were no differences between average percentage of energy and protein intake with dietitians self-confidence and dietitians performance. There was also no difference between dietitians performance and their self-confidence.KEYWORDS: self-confidence, dietitians performance, energy and protein intake ABSTRAKLatar belakang: Kejadian hospital malnutrition masih tinggi. Prevalensi malnutrisi di tiga rumah sakit di Indonesia, yaitu RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RSUP Jamil Padang, dan RSUD Sanglah Bali sebesar 56,9%. Terapi diet dapat meningkatkan asupan gizi proses asuhan gizi terstandar (PAGT) membantu ahli gizi membuat keputusan dengan berpikir kritis dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan gizi yang aman dan efektif. Ahli gizi memerlukan kepercayaan diri dalam melaksanakan tugasnya. Beberapa penelitian medis menunjukkan bahwa kepercayaan diri yang tinggi berhubungan dengan kinerja yang lebih baik. Hal tersebut dapat berdampak positif terhadap outcome pasien. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan asupan energi dan protein pasien menurut tingkat kepercayaan diri dan kinerja ahli gizi dalam menerapkan PAGT.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian adalah ahli gizi dan pasien rawat inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dengan masing-masing berjumlah 12 subjek dan 90 subjek, menggunakan teknik convenience sampling dan quota sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai Maret 2014. Analisis data secara bivariat dilakukan dengan uji t, chi-square, dan anova. Hasil: Asupan energi pasien pada kepercayaan diri ahli gizi baik tidak berbeda dengan kepercayaan diri ahli gizi yang tidak baik (lebih rendah 6,3%, p=0,13), demikian juga dengan asupan protein (lebih tinggi 1,8%, p=0,73). Tidak ada perbedaan rerata persentase asupan energi, yaitu selisih 3,0% (p=0,49) lebih rendah pada kinerja baik dan protein 7,1% (p=0,20) lebih tinggi pada kinerja baik. Tidak ada perbedaan kinerja ahli gizi menurut tingkat kepercayaan dirinya (p=0,23). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan asupan energi dan protein menurut tingkat kepercayaan diri dan kinerja ahli gizi, serta kinerja menurut tingkat kepercayaan diri ahli gizi.KATA KUNCI: kepercayaan diri, kinerja ahli gizi, asupan energi dan protein