Nining Fitriani
MI Annashiriyah Ngembeh Ngumpul Jogoroto Jombang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Nining Fitriani
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis merupakan berpikir secara mendalam dengan melibatkan berbagai asumsi dalam proses pemecahan masalah dan membuktikan asumsi yang benar. Kemampuan berpikir kritis merupakan hal penting untuk dimiliki seorang peserta didik dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. Kurikulum 2013 menuntut siswa mampu  menyelesaikan matematika berbentuk soal cerita(verbal), dibutuhkan kemampuan berpikir kritis untuk memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal cerita menjadi model matematika. Berdasarkan data di sekolah siswa memiliki kemampuan matematika yang berbeda-beda, secara umum dibedakan menjadi kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Sehingga peneliti ingin mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan kemampuan matematikanya dalam menyelesaikan soal cerita. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal cerita , (2) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika sedang dalam menyelesaikan soal cerita, (3) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan soal cerita . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di SMPN 1 Megaluh Jombang. Setiap kemampuan matematika diwakili 1 siswa, sehingga subjek penelitian ada 3 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan: Pertama, siswa berkemampuan tinggi mampu menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan berfikir kritis menurut pendapat Ernis dalam hamdu, dkk yaitu siswa dikatakan mampu berfikir kritis apabila memenuhi tahap- tahap sebagai berikut yaitu mampu memberikan penjelasan sederhana, siswa mampu membuat ketrampilan dasar dan siswa mampu menarik dan membuat kesimpulan. Kedua, Siswa yang berkemampuan sedang mampu menyelesaikan soal cerita namun kurang dalam menguraikan langkah langkah dalam menyelesaikan soal cerita. Siswa yang berkemampuan sedang mampu memberikan penjelasan sederhana dengan menguraikan yang diketahui , siswa berkemampuan sedang mampu membuat ketrampilan dasar dengan dengan membuat model matematika, namun siswa berkemampuan matematika sedang kurang dalam memberikan kesimpulan.Ketiga, Siswa yang berkemampuan rendah berpatokan pada hasil jawaban nya saja, siswa berkemampuan matematika rendah tidak memahami bahwa soal cerita merupakan bentuk soal mencari jawaban yaitu mencari, menentukan atau mendapatkan nilai atau objek tertentu yang tidak diketahui dalam soal dan memenuhi kondisi atau prasyarat.