This Author published in this journals
All Journal PASUPATI
ketut angga irawan
Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH -DNJ)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REINTERPRETASI KONSEP DHARMA YUDHA DALAM KONTEKS MODERNISASI DAN DOMINASI AGAMA SAMAWI: REFLEKSI KRITIS ATAS FENOMENA PEMBELAAN AGAMA ketut angga irawan
Jurnal PASUPATI Vol 6, No 2 (2019): Upaya Pendidikan Dalam Penguatan SDM Hindu
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37428/pspt.v6i2.132

Abstract

Konsep perang suci telah diterjemahkan dan dipraktikkan oleh pemeluk agama Samawi dalam sejarah sebagai upaya untuk membela agama. Dalam Hindu tidak dikenal istilah perang suci namun dikenal konsep dharma yudha. Penulisan jurnal ini bertujuan untuk mengkaji konsep dharma yudha dalam literatur Hindu dan memaknai kembali konsep dharma yudha di tengah modernisasi dan dominasi agama Samawi.Dalam jurnal ini penulis melakukan kajian pustaka (library research) untuk mengkaji bentuk dharma yudha yang tercatat dalam sejarah Hindu. Sementara untuk menginterpretasikan kembali konsep dharma yudha dalam konteks modernisasi dan dominasi agama Samawi, dilakukan pengkajian kefilsafatan interpretivisme dengan pendekatan hermeneutik.Dalam naskah Hindu terdapat dua kisah besar dharma yudha yaitu perang dalam Ramayana dan Mahabharata. Cerita peperangan antara para dewa dengan Asura juga diceritakan dalam purana. Namun, tidak seperti perang agama, dharma yuddha tidak melawan orang-orang yang tidak bersalah. Pada masa kini konsep dharma yudha tidak lagi dapat diartikan sebagai peperangan dan pertumpahan darah. Konsep membela dharma dalam dharma yudha dapat dimaknai kembali sebagai: (1) upaya membela hak – hak dasar manusia, (2) berkehidupan sosial dengan berlandaskan nilai etik dan moral, (3) mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia.Untuk memenangkan dharma dan mewujudkan persatuan dan kesatuan di NKRI maka diperlukan upaya untuk membangun upaya budaya anti-kekerasan dan menghadapi tantangan interal berupa gerakan mengikis budaya penuh curiga dan permusuhan sehingga umat agama khususnya umat Hindu mampu bergaul dengan baik dengan memperkembangkan tumbuhnya wadah – wadah interkomunal yang akan menjadi kekuatan yang ampuh untuk meredam setiap konflik agama yang muncul di Indonesia.
ANALISIS IMPLEMENTASI INTERGRASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI PASRAMAN SE-JABODETABEK Ketut Angga Irawan
Jurnal PASUPATI Vol 5, No 2 (2018): Eko Spiritual, Dinamika Kearifan Lokal Dan Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.702 KB) | DOI: 10.37428/pspt.v5i2.28

Abstract

Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Salah satu media penting dalam pendidikan karakter adalah pendidikan agama Hindu di Pasraman. Penelitian ini bertujuan untuk menilai integrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di Pasaman Se-Jabodetabek.     Penelitian ini dilakukan di 5 Pasraman di Jabodetabek selama bulan Mei – November 2015 menggunakan desain mixed (campuran) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Aspek yang dinilai adalah perencanaan, pengelolaan dan implementasi pendidikan karakter, dampak pendidikan karakter dan faktor pendukung dan penghambat integrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di Pasraman. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi, studi dokumentasi, dan angket.     Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ntegrasi pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu di pasraman se-Jabodetabek belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan belum baiknya proses perencanaan, pengololaan dan implementasi pendidikan karakter di pasraman. Faktor pendukung implementasi integrasi pendidikan karakter di pasraman adalah moivasi guru. Sedangkan faktor penghambat adalah motivasi siswa untuk belajar di pasraman rendah, pemahaman guru tentang pendidikan karakter rendah, orang tua masih berorientasi pada nilai, dan sarana prasarana pasraman yang tidak memadai.     Diperlukan perubahan paradigma pemerintah, pengelola pasraman, guru, dan orang tua mengenai pendidikan agama. Pemberdayaan pasraman sebagai sarana pendidikan karakter anak Hindu harus lebih dioptimalkan.