Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SISWA BERDASARKAN TEORI NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL . Muashomah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa adalah karena siswa menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Bagaimanapun, matematika membutuhkan ketelitian dalam perhitungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan siswa dalam pemecahan masalah berdasarkan prosedur teoritis Newman dan untuk mengetahui mengapa siswa melakukan kesalahan tersebut. Untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal, salah satunya dengan menggunakan tahapan Newman. Menurut Singh (Magfirah, 2019) dalam menyelesaikan soal uraian, Newman menyarankan lima tahapan pengerjaanya itu tahapan: (1) membaca, (2) memahami makna suatu permasalahan, (3) transformasi, (4) keterampilan proses, dan (5) penulisan jawaban. Dengan tahapan ini, dapat ditemukan penyebab terjadinya kesalahan siswa. Berdasarkan uraian di atas maka penulis merasa perlu menggunakan tahapan Newman untuk Menganalisis Tipe Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan soal cerita Berdasarkan TeoriĀ  Newman. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah instrumen kunci, pengambilan subyek sebagai sumber data dilakukan secara purposive,. Penelitian ini akan mendeskripsikan informasi yang terkumpul mengenai analisis kesalahan menurut teori Newman dalam menyelesaikan soal-soal cerita pada materi Sistem persamaan linier dua variabel pada siswa kelas VIIIĀ  SMP Miftahul Huda Gogodeso Kanigoro Blitar. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa dari kedua subjek memang mengalami kesulitan ketika menemui soal cerita. Hal ini bermakna bahwa semua siswa sudah mampu memahami soal dengan benar, hanya saja mereka cenderung melakukan kesalahan pada penulisan atau notasi dan pada saat melakukan transformasi.