Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI ANALISIS KADAR BILIRUBIN TERHADAP LAMA WAKTU KONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU Cindy Yunita; Novi Utami Dewi
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3730.083 KB) | DOI: 10.32382/mak.v10i1.862

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan penyakit tuberkulosis paru yang dilakukan selama berbulan-bulan ini, dikhawatirkan dapat mengganggu beberapa fungsi organ terutama organ hati sehingga dapat mempengaruhi mekanisme kerja hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar bilirubin terhadap lama waktu konsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) pada penderita tuberkulosis  paru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Besar sampel pada penelitian ini adalah 28 sampel. Spesimen serum dari sampel penelitian diperiksa dengan metode spektrofotometri. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium RSUD Labuang Baji Makassar pada tanggal 22 Februari s/d 09 Mei 2018. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan tentang analisis kadar bilirubin terhadap lama waktu konsumsi obat anti tuberkulosis pada penderita tuberkulosis paru yaitu kadar bilirubin total pada bulan kedua dan kelima normal (100%) dan terjadi peningkatan pada bulan ketiga (28,57%) dan bulan keempat (14,29%), kadar bilirubin direk pada bulan kedua sampai dengan bulan keempat terjadi peningkatan (28,57%) dan bulan kelima (14,29%) serta kadar bilirubin indirek bulan kedua dan bulan kelima normal (100%) dan terjadi peningkatan pada bulan ketiga dan bulan keempat (14,29%). Oleh karena itu,  pemeriksaan kadar bilirubin total,direk dan indirek perlu dilakukan sebagai salah satu tes pemantauan fungsi hati penderita tuberkulosis yang menjalani pengobatan.
PERBANDINGAN HASIL PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS BASIL TAHAN ASAM METODE DEKONTAMINASI DENGAN METODE TES CEPAT MOLEKULER Nurul Husna; Novi Utami Dewi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.01 KB)

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a serious public health problem because of its high potential for person-to-person transmission. Sputum examination using NaOH 4% has a higher sensitivity compared to direct acid-fast basilli smear that has a sensitivity 64.8% and 30%, respectively. New methods have been widwly developed for rapid detection and identification of Mycobacterium tuberculosis (MTB) in  active tuberculosis with the best techniques such as genomic or molecular examination. An automated molecular testing for Mycobacterium tuberculosis identification has a similar sensitivity with culture as gold standard method. The aim of this study to compare the results between microscopic examination of acid-fast bacilli decontamination method and molecular examination. This study is a comparative study with cross sectional approach which held in Microbiology Laboratory of Center of Lung Health of Makassar. The results of the acid-fast bacilli decontamination and the molecular method have diagnostic result statisticaly analysis showed no significant difference.    
AKTIVITAS LARVASIDA JAMUR Metarhizium anisopliae TERHADAP LARVA Aedes aegypti DI LABORATORIUM DAN UJI COBA LAPANGAN Entuy Kurniawan; Yuliansyah Sundara Mulia; Novi Utami Dewi; Sanitavia Sanitavia; Yanuar Kristiyanti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.564 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i1.1861

Abstract

Penggunaan insektisida sintesis (kimiawi) dalam penanggulangan vektor nyamuk menimbulkan beberapa masalah diantaranya dapat menimbulkan kerugian terhadap manusia (keracunan), resistensi terhadap serangga dan terjadinya pencemaran lingkungan. Cara mengurangi kerugian dampak negatif tersebut, yaitu dengan mengembangkan  insektisida alami secara nabati dan biologi. Keuntungan penggunaan insektisida alami yaitu tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia. Salah satu insektisida biologi yang digunakan adalah jamur Metarhizium anisopliae yang mempunyai potensi untuk mengendalikan serangga pada stadium larva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas dari  jamur Metarhizium anisopliae terhadap larva Aedes aegypti dibandingkan dengan larvasida standar Temephos di laboratorium dan di lapangan.  Sampel berupa telur nyamuk dari spesies Aedes aegypti yang diperoleh dari Loka Litbang P2B2 Ciamis kemudian dibiakan menjadi larva instar III. Strain jamur Metarhizium anisopliae diperoleh dari Balai Proteksi Tanaman dan Perkebunan (BPTP) Ujung Berung, dibuat dalam berbagai konsentrasi melalui uji pendahuluan. Uji coba di lapangan dilakukan dalam skala kecil dengan cara meletakan tempat perindukan nyamuk (ovitrap). Aktivitas larvasida diukur dari jumlah kematian larva (LC50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas larvasida jamur Metarhizium anisopliae dengan jumlah kematian larva 50% (LC50) di laboratorium dan uji coba di lapangan terdapat pada konsentrasi 10-1 dengan jumlah spora di laboratorium sebesar 109.200 spora dan di lapangan adalah sebesar 81.750 spora. Hasil penelitian ini diharapkan Metarhizium anisopliae dapat digunakan sebagai insektisida alternatif untuk pengendalian vektor DBD.
UJI EFEKTIVITAS ATRAKTAN BERBAHAN HASIL FERMENTASI TERHADAP JUMLAH DAN DAYA TETAS TELUR NYAMUK AEDES AEGYPTI Entuy Kurniawan; Novi Utami Dewi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.34 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v14i1.2009

Abstract

Pengendalian nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor demam berdarah dengue (DBD) dapat dilakukan dengan penggunaan ovitrap yang dimodifikasi menjadi lethal ovitrap. Penambahan zat atraktan pada ovitrap dapat menarik lebih banyak nyamuk untuk datang ke perangkap yang dipasang dan mencegah nyamuk bertelur di tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat atraktan, persentase jumlah telur menetas dan mortalitas larva pada lethal ovitrap yang diberi tambahan dua jenis atraktan. Aktraktan yang digunakan adalah bahan hasil fermentasi yaitu tape ketan (Oryza sativa L var forma glutinosa) dan tape singkong (Manihot utillisima) yang juga memiliki potensi sebagai larvasida. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan static group comparison. Sampel yang digunakan adalah nyamuk Aedes aegypti yang diperoleh dari hasil rearing telur nyamuk yang diperoleh dari Litbangkes Pangandaran.  Larutan tape ketan dan tape singkong yang dibuat dalam berbagai konsentrasi melalui uji pendahuluan. Hasil penelitian menyatakan tape ketan memiliki sifat atraktan lebih tinggi dari tape singkong, semakin tinggi konsentrasi semakin tinggi jumlah telur yang tidak menetas. Kematian larva minimal 50% (LC50) pada ekstrak tape ketan 34.024% dengan rentang pada derajat kepercayaan 95% antara 33.194% sampai 35.938%. dan tape singkong sebesar 26.089% dengan rentang pada derajat kepercayaan 95% antara 21.394% sampai 29.293%. Direkomendasikan untuk studi lebih lanjut terhadap kandungan zat aktif pada bahan hasil fermentasinya dan aplikasi di lapangan sebagai upaya pengendalian vektor demam berdarah.