Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KRISIS KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN ISLAM Abdul Aziz; Fa Aula Arina
Al Ghazali Vol 4 No 2 (2021): Juli - Desember 2021
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52484/al_ghazali.v4i2.245

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya krisis komunikasi dalam manajemen mutu pendidikan Islam sekaligus solusi mengatasinya. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan mengambil data dari buku, jurnal dan hasil penelitian serta kepustakaan lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis komunikasi terjadi melalui beberapa tahap di antaranya; (1) tahap pre-crisis (2) tahap warning (3) tahap acute (4) tahap clean-up dan (5) tahap post-crisis. Sementara dalan menanggulangi krisis tersebut dapat dilakukan dengan enam hal di antaranya; 1) melakukan penilaian yang objektif terhadap penyebab krisis; 2) menentukan apakah penyebab terjadinya krisis memiliki dampak jangka panjang atau hanyalah fenomena sesaat; 3) perhitungkan setiap kejadian dalam krisis dengan cermat sehingga setiap peristiwa yang terjadi dapat diantisipasi dengan baik; 4) memusatkan perhatian pada upaya menyelesaikan masalah; 5) memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk memperbaiki keadaan; dan 6) segera bertindak untuk melindungi cash flow perusahaan. Melalui analisis yang mendalam terhadap krisis komunikasi dan strategi yang tepat dalam menanggulangi krisis tersebut maka manajemen mutu pendidikan Islam akan tetap terjamin.
MANAJEMEN KOMPENSASI GURU ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Abdul Aziz
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 2 No 1 (2019): Al-Athfal, Vol. 2, No. 1, Juli-Desember, 2019
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas tentang konsep manajemen kompensasi guru anak usia dini dalam perspektif Islam. Selama ini pembahasan mengenai pendidikan Islam sudah cukup banyak. Namun mayoritas belum menelisik lebih dalam mengenai manajemen gaji guru, atau yang lebih dikenal dengan kompensasi pendidik. Dalam beberapa literatur kitab klasik kompensasi guru dihukumi haram, namun ada pula yang membolehkannya. Kedua pendapat ini memiliki dasar yang sama-sama kuat. Namun demikian, tulisan ini tidak akan membahas mengenai hukum tersebut. Pada esensinya guru merupakan pemberi, bukanlah penerima. Karena ia rela melimpahkan segala hal, baik materi, ‘ilmi, motivasi hingga inspirasi kepada anak didiknya. Oleh karena itu, walaupun secara moral guru sebaiknya tidak berharap akan kompensasi, namun di sisi lain sudah selayaknya pemerintah berkewajiban untuk memperhatikan nasib dan kesejahteraan mereka. Secara realita kompensasi guru anak usia dini di Indonesia sangatlah memprihatinkan. Kurangnya kesejahteraan para pendidik ini disebabkan oleh lemahnya manajemen kompensasi guru. Sehingga diperlukan strategi khusus dalam mengelolanya. Maka dari itu, bagaimana Islam memberikan solusi dalam pengelolaan kompensasi guru anak usia dini? Untuk menjawab problematika ini, penulis mengutip pemikiran dari tokoh Muslim yang terkenal dalam dunia pendidikan Islam, yaitu al-Ghazali. Ia merupakan salah satu tokoh yang mampu merepresentasikan pemikiran Islam pada masa kejayaan pendidikan Islam di era Dinasti Abbasiyah. Melalui pendekatan interpretasi teks dan analisis sejarah, tulisan ini setidaknya menghasilkan tiga hal penting; (1) Kompensasi guru menurut al-Ghazali adalah segala pemberian dari Allah SWT kepada manusia sebagai sebuah kenikmatan atas usahanya di dunia, baik yang dapat dirasakan secara langsung (misalnya upah, intensif, asuransi), maupun yang tidak dapat dirasakan secara langsung oleh penerimanya, misalnya pujian dari manusia dan Allah SWT, pemberian berbagai fasilitas dan tunjangan serta pahala (ganjaran) yang kelak akan diberikan di akhirat. Menurut al-Ghazali, guru tetap boleh menerima kompensasi asalkan mampu mengelolanya dengan baik dan benar sesuai dengan nilai-nilai etika dan prinsip Islam; (2) Manajemen kompensasi guru menurut al-Ghazali memiliki fungsi untuk keadilan dan kesejahteraan sosial, yaitu melalui manajemen kompensasi guru yang terencana (planning), terorganisasi (organizing), terlaksana (actuating) dan terkendali (controlling); (3) Sedangkan relevansi dari konsepsi manajemen kompensasi guru menurut al-Ghazali di era kontemporer adalah dilihat dari segi fungsi kompensasi, yang dalam pandangan al-Ghazali sebagai kesejahteraan sosial dalam hierarki utilias individu dan sosial.
Peran Komite Sekolah dalam Meningkatkan Manajemen Aset di SMK Ma'arif 9 Kebumen Abdul Aziz
Arfannur Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.269 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v2i1.271

Abstract

SMK Ma’arif 9 Kebumen sebagai salah satu sekolah menengah kejuruan yang disiplin dalam pengembangan kualitas dan kuantitas pendidikan juga tidak lepas dalam pengelolaan aset. SMK yang berpayung hukum di Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama di Kabupaten Kebumen ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima belas tahun saja untuk menjadi sekolah yang maju dan unggul. Keberhasilan SMK Ma’arif 9 Kebumen dalam hal output atau kompetensi lulusan membuktikan bahwa sekolah ini merupakan sekolah yang baik dalam proses pengelolaannya. Ia tidak sebatas mengedepankan input, melainkan menekankan proses dan mengutamakan output. Kemajuan sekolah ini juga tidak terlepas dari pengelolaan aset baik yang berupa barang sarana prasarana maupun jasa yang berupa SDM. Dalam manajemen aset, di dalamnya melakukan tiga proses yang harus dilaksanakan yaitu perencanaan aset, pengadaan aset dan pemeliharaan aset. Peran penting komite sekolah yang sekaligus Rektor IAINU Kebumen dalam hal perencanaan, pengadaan dan pemeliharaan aset, menjadi hal sentral karena melalui berbagai pengalaman dan jaringan luasnya. Sehingga melalui peran komite sekolah yang aktif tersebut, mampu meningkatkan aset sekolah melalui pengadaan sarpras. Dengan demikian, melalui manajemen aset yang baik proses pembelajaran di SMK Ma’arif 9 Kebumen dapat meningkat.
Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Pusat Pendidikan Islam Berbasis Wisata Edukatif di Desa Loning, Purworejo Abdul Aziz; M. Nurul Huda; Dinal ‘Izzah; Wahyu Ari Setyarini
Surya Abdimas Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v6i3.1764

Abstract

Purworejo termasuk kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki daya tarik wisata. Seiring dengan hal tersebut sektor pendidikan juga sangat penting ditingkatkan. Data BPS Purworejo 2015 menyebutkan kecamatan Kemiri sebagai kecamatan dengan lembaga pendidikan dasar terbanyak di Purworejo. Kemiri juga memiliki banyak destinasi wisata potensial, salah satunya adalah wisata religi Makam Tuan Guru Loning. Namun wisata tersebut belum mampu memaksimalkan potensinya karena kelemahan dari sisi manajamen dan marketing. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kompetensi manajerial masyarakat dan kelompok sosial penggerak di desa Loning agar dapat mengelola lembaga pendidikan Islam di masjid Loning yang diintegrasikan dengan makam Tuan Guru Loning, sehingga tempat wisata akan lebih terkelola karena dilakukan melalui satu pintu dalam Yayasan Masjid dan Makam Tuan Guru Loning. Metode pengabdian ini menggunakan teknik survey, ceramah, diskusi dan pelatihan. Mitra yang terlibat yaitu Pemdes, PKK dan Pokdarwis, mereka dijelaskan dan didampingi menyusun konsep manajemen pendidikan Islam yang terintegrasi dengan wisata edukatif, mulai dari penyusunan pengurus, redesain dan perencanaan konsep sarana prasarana seperti museum tokoh Islam Tuan Guru Loning sebagai wahana edukasi. Hasilnya peserta mampu menyusun struktur organisasi kepengurusan wisata sekaligus memiliki bekal wawasan tentang manajemen pusat pendidikan Islam berbasis wisata edukatif dan marketingnya. Dengan bekal tersebut, diproyeksikan 5-10 tahun mendatang wisata ini akan berimplikasi positif pada peningkatan sosial ekonomi, budaya, pendidikan dan keagamaan masyarakat sekitar. Kami merekomendasikan Pemerintah kabupaten Purworejo terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan wisata makam dan Masjid Tuan Guru Loning menjadi cagar budaya dan wisata edukasi-religius unggulan di Purworejo.
Improving Religious Literacy in Muallaf in Pituruh Sub- District, Purworejo District Wiji Astuti; Abdul Aziz
Jurnal Penyuluhan Agama (JPA) Jurnal Penyuluhan Agama (JPA) | Vol. 10 No. 1, 2023
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v10i1.30013

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman keagamaan para muallaf di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo dan menganalisis strategi pelaksanaan penyuluh Islam dalam meningkatkan literasi agama pada muallaf serta mengidentifikasi  faktor pendukung dan faktor penghambat penyuluh agama Islam dalam meningkatkan literasi agama pada muallaf di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan yang berbentuk deskriptif kualitatif. Dalam rangka mendapatkan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Sumber informasinya adalah kepala KUA dan penyuluh Agama Islam Kecamatan Pituruh dan Muallaf di Kecamatan Pituruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelaksanaan penyuluhan agama Islam dalam meningkatkan literasi agama pada muallaf adalah ceramah dan silaturahmi. Jenis ceramahnya adalah khutbah Jum’at, ceramah ramadhan dan ceramah majlis taklim. Faktor pendukung penyuluh agama dalam meningkatkan  literasi agama pada muallaf yaitu banyaknya majlis taklim yang sudah terbentuk di setiap desa, sarana transportasi yang memadai, banyaknya masjid dan mushola, mayoritas masyarakat beragama Islam dan ormas Islam yang sedang gencar dibentuk. Sedangkan faktor penghambat penyuluh agama islam dalam meningkatkan literasi agama pada muallaf adalah kurangnya jumlah penyuluh, status muallaf dan perbedaan pendapat mengenai agama.Abstract: This study aims to describe the religious understanding of converts in Pituruh Subdistrict, Purworejo Regency and to analyze the implementation strategy of Islamic instructors in increasing religious literacy in converts and to identify supporting factors and inhibiting factors of Islamic religious instructors in increasing religious literacy in converts in Pituruh Subdistrict, Purworejo Regency. This study uses field research in the form of qualitative descriptive. In order to obtain the required data, the authors used participatory observation techniques, interviews and documentation. The source of the information was the head of the KUA and Islamic Religious Education instructors in the Pituruh and Muallaf sub-districts in the Pituruh sub-district. The results of the study show that the strategy for implementing Islamic religious counseling in increasing religious literacy in converts is lectures and hospitality. The types of lectures are Friday sermons, Ramadan lectures and majlis taklim lectures. Factors supporting religious instructors in increasing religious literacy among converts are the large number of majlis ta'lim that have been formed in each village, adequate transportation facilities, the large number of mosques and prayer rooms, the majority of Muslim communities and Islamic mass organizations which are being intensively formed. Meanwhile, the inhibiting factors for Islamic religious instructors in increasing religious literacy among converts are the lack of number of instructors, the status of converts and differences of opinion regarding religion.
THE COUNTER RADICALISM AND INTOLERANCE STRATEGY OF NAHDLATUL ULAMA HIGHER EDUCATION IN INDONESIA Abdul Aziz; Imam Yahya; Fatah Syukur; Mohamad Fathurohman
Al-A'raf : Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajpif.v20i1.6535

Abstract

This study aims to investigate the role of Nahdlatul Ulama Higher Education (PTNU) in Purworejo, Central Java, in relation to counter-extremism and intolerance in Indonesia. This is a qualitative study that focuses on narrative analysis. The data is gathered from various documents and news articles. The data is analyzed using Ernest Gellner's idea of civil society. The results show that PTNU has a significant role in Indonesia’s religious moderation movement through two main strategies. First, the institution's policies, which are aligned with national principles, serve to strengthen moderate ideologies. Second, as part of its tri-dharma commitment, PTNU integrates scientific, Islamic, and Indonesian principles into its curriculum and activities. Thus, this strategy integrates religious moderation systematically, with broad ramifications for academia and society. PTNU is known for combining academic excellence with holistic ideals, making it a center for religious moderation amid Indonesia's multifaceted extremism and intolerance. This study provides new insights on PTNU's role in the religious moderation movement and could inform both domestic and worldwide actions.