Stephen F W Thenu
Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Pattimura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODAL SOSIAL DAN KEMISKINAN DI DESA KILMASA, KECAMATAN KORMOMOLIN, KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT (STUDI KASUS: KELOMPOK TANI BAWANG MERAH DI DESA KILMASA) Jeret Sair Sabono; Wardis Girsang; Stephen F W Thenu
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 1 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.597 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v6i1.340

Abstract

Kemiskinan hingga saat ini masih merupakan masalah yang belum dapat diselesaikan karena memiliki faktor penyebab yang multidimensi.Salah satu modal yang berperan dalam pengentasan kemiskinan adalah modal sosial.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat modal sosial pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa, 2) mengetahui tingkat kemiskinan pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa, 3) mengetahui hubungan antara modal sosial dan kemiskinan di lokasi penelitian dan 4) mengetahui strategi pengentasan kemiskinan berbasis modal sosial pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan, modal sosial pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa masuk kategori sedang.Tingkat kemiskinan pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa berdasarkan konsep subyektif, kriteria Sayogyo, Biro Pusat Statistik dan Bank Dunia masing-masing 0 persen, 73 persen, 70 persen dan 93 persen. Kemiskinan di lokasi penelitian berkaitan dengan kemiskinan pendapatan yang disebabkan oleh luas lahan yang sempit serta pola produksi yang masih bersifat musiman. Strategi pengentasan kemiskinan berbasis modal sosial dilakukan melalui: 1) Pemantapan modal sosial dalam kelompok tani bawang merah, 2) Pembangunan saluran irigasi, 3) Sosialisasi dan pelatihan teknik budidaya bawang merah dan 4) Kerjasama antar petani dengan pemerintah desa, pedagang dan Dinas Pertanian setempat.