Oscar Fitrah Nur
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Andalas

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISA STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH (RETAINING WALL) AKIBAT BEBAN DINAMIS DENGAN SIMULASI NUMERIK Oscar Fitrah Nur; Abdul Hakam
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 6, No 2 (2010)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.475 KB) | DOI: 10.25077/jrs.6.2.41-54.2010

Abstract

Penggunaan simulasi numerik dalam menganalisa beban dinamis pada struktur dinding penahan tanah diperkenalkan disini. Analisa yang dilakukan didasarkan pada rumusan konvensional dan simulasi dengan menggunakan software komputer. Dinding penahan tanah diberikan perpindahan dan frekuensi getaran, sebagai simulasi dari beban dinamis di lapangan. Pada tahap awal, dihitung stabilitas dinding penahan tanah (retaining wall) dalam kondisi statis dengan menggunakan metode perhitungan stabilitas dinding penahan tanah yang biasa digunakan. Dinding penahan tanah dapat dikatakan stabil, apabila angka keamanan yang diperoleh di atas batas yang diambil. Selanjutnya dilakukan simulasi dengan menggunakan program PLAXIS. Dari simulasi ini diperoleh grafik perpindahan terhadap waktu, kecepatan terhadap waktu dan percepatan terhadap waktu. Kemudian perhitungan dilanjutkan dengan menganalisa stabilitas dinamis dinding penahan dengan dua variasi sudut keruntuhan, yaitu α = 45 + φ/2 dan α = φ. Terakhir analisa dilakukan dengan menggunakan metode Mononobe-Okabe untuk mengetahui stabilitas dinamis dinding penahan. Keywords: Dinamika tanah, dinding penahan tanah, stabilitas dinamis.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU BALOK BETON TULANGAN TUNGGAL BERDASARKAN TIPE KERUNTUHAN BALOK Oscar Fitrah Nur
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.556 KB) | DOI: 10.25077/jrs.5.2.39-52.2009

Abstract

Keruntuhan yang terjadi pada balok tulangan tunggal dipengaruhi oleh dimensi balok dan rasio tulangan balok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya perpindahan dan beban maksimum yang dapat ditahan oleh balok beton bertulang dan perilaku retak balok akibat lentur. Model balok yang digunakan adalah balok beton bertulang tunggal dengan tumpuan sederhana dengan ukuran balok 50 × 75 × 550 mm dan 50 × 100 × 550 mm. Penulangan balok dilakukan dengan tiga tipe keruntuhan yaitu keruntuhan tarik, keruntuhan seimbang dan keruntuhan tekan. Pembebanan dilakukan secara bertahap sampai diperoleh keadaan dimana tegangan tarik beton dilampaui (terjadi retak) sampai balok mengalami keruntuhan. Pada setiap tahap pembebanan dibaca dan dicatat besar lendutan yang terjadi pada balok. Kejadian retak yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada balok dengan tipe keruntuhan tarik pada umumnya keruntuhan diawali dengan retak dari daerah dibawah beban kemudian berlanjut pada daerah tengah bentang. Retak balok terjadi pada daerah momen maksimum serta merambat ke arah vertikal (arah tegak lurus sumbu batang) seiring peningkatan beban, balok dengan tipe keruntuhan tekan dan seimbang pada umumnya keruntuhan terjadi secara tiba-tiba, retak yang terjadi cenderung membentuk sudut 45° atau lebih terhadap sumbu balok, bersamaan dengan meningkatnya beban aksial yang diberikan, retak bertambah panjang dan lebar, serta terjadi retak-retak baru disepanjang badan balok. Kata Kunci : beban dan perpindahan, balok beton tulangan tunggal, pola retak, tipe keruntuhan.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN TULANGAN TEKAN TERHADAP DAKTILITAS KURVATUR BALOK BETON BERTULANG Oscar Fitrah Nur
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.779 KB) | DOI: 10.25077/jrs.5.1.23-34.2009

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan kekuatan, kekakuan dan daktilitas beton bertulang dapat dilakukan dengan penambahan tulangan tekan (compression steel). Penambahan tulangan tekan pada balok beton bertulang hanya sedikit memberikan konstribusi terhadap kekuatan dan kekakuan balok, akan tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap peningkatan daktilitas balok beton bertulang. Penyelidikan tentang model konstitutif beton (hubungan tegangan-regangan beton) tak tertekang yang dilakukan oleh Hognestad, memberikan sumbangan yang berarti dalam menganalisis perilaku daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Berdasarkan model konstitutif beton yang diberikan oleh Hognestad tersebut, dilakukan analisis pengaruh penambahan tulangan tekan terhadap daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Studi kasus pada penelitian ini menggunakan model benda uji dengan rasio tulangan tarik dan tulangan tekan yang bervariasi. Hasil dari analisis yang dilakukan, memperlihatkan bahwa penambahan tulangan tekan pada balok beton bertulang akan meningkatkan daktilitas kurvatur balok beton bertulang tersebut. Keywords : balok beton bertulang, penambahan tulangan tekan, model konstitutif beton, daktilitas kurvatur balok
KAJIAN EKSPERIMENTAL POLA RETAK PADA PORTAL BETON BERTULANG AKIBAT BEBAN QUASI CYCLIC Oscar Fitrah Nur
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.653 KB) | DOI: 10.25077/jrs.6.1.55-66.2010

Abstract

Kajian eksperimental ini dilakukan untuk mendapatkan kurva histeresis (beban – perpindahan) dan mempelajari pola retak dari model struktur portal beton bertulang akibat beban quasi cyclic. Penelitian ini dilakukan pada dua tipe model portal beton bertulang, yaitu portal kolom kuat – balok lemah dan portal kolom – balok sama kuat. Pemberian beban quasi cyclic dilakukan dengan displacement control berdasaran siklus pembebanan yang telah ditetapkan sebelumnya, sampai portal mengalami keruntuhan atau mencapai perpindahan ultimit. Dari hasil eksperimental yang dilakukan, retak pertama sekali terjadi pada daerah tumpuan balok. Pada saat runtuh, retak pada umumnya terjadi pada daerah tumpuan balok dan daerah pertemuan antara balok dan kolom. Berarti, sendi plastis terjadi pada balok dan bukan pada kolom, atau keruntuhan pertama kali terjadi pada balok dan bukan pada kolom. Dengan demikian, portal kolom kuat – balok lemah dan portal kolom – balok sama kuat dapat digunakan pada bangunan yang terletak di daerah rawan gempa. Keywords: portal beton bertulang, beban quasi cyclic, kurva histeresis, pola retak.
KAJIAN EKSPERIMENTAL PADA DINDING BATA DI LABORATORIUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISPLACEMENT CONTROL Abdul Hakam; Oscar Fitrah Nur; Rido Rido
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.551 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.15-28.2011

Abstract

Gempa bumi yang melanda Sumatera Barat, 6 Maret 2007 dan 30 September 2009 merupakan salah satu bentuk pengulangan gempa di masa lalu dan merupakan petunjuk yang jelas bahwa belum banyak yang dilakukan berkaitan dengan rumah sederhana. Berdasarkan temuan di hampir semua gempa yang menimpa daerah Sumatera Barat tersebut, bangunan yang mengalami kerusakan dan roboh adalah rumah sederhana yang dibangun secara spontan (non engineered building), dimana bangunan yang dibangun berdasarkan pengalaman praktis dan kekuatan strukturnya tidak dihitung. Salah satu bentuk kesalahan konstruksi pada bangunan yang terdapat di Sumatera Barat ini adalah bangunan tidak memiliki elemen struktur berupa kolom dan fungsi kolom digantikan langsung oleh susunan batu bata pada dinding. Bentuk kerusakan pada bangunan yang terjadi akibat gempa adalah terjadi retak dan pemisahan pada dinding bata. Kebanyakan bangunan yang ada dibuat pada masa yang tidak mengingatkan orang akan bahaya gempa bumi. Untuk gempa yang tidak terlalu besar, bangunan kemungkinan akan tetap berdiri dengan sedikit kerusakan. Namun untuk mengantisipasi gempa bumi yang kuat dan mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan, maka bangunan rumah berdinding bata tersebut harus dibangun sesuai ketentuan konstruksi bangunan tahan gempa dengan memberikan perkuatan pada bagian-bagian tertentu seperti pemasangan jaring kawat pada dinding sebagai salah satu perkuatan. Oleh karena itu untuk mengetahui berapa besar pengaruh dari pasangan jaring kawat pada dinding bata ini, maka dilakukanlah penelitian terhadap dinding yang tidak memiliki kolom. Pengujian ini dilakukan terhadap 4 benda uji yaitu benda uji tanpa plester yang menggunakan perkuatan dan tidak menggunakan perkuatan, dan benda uji plester yang menggunakan perkuatan dan tidak menggunakan perkuatan. Pola keretakan yang terjadi pada semua benda uji berupa keretakan vertikal. Keretakan terdapat pada ikatan pasangan batu bata (plester) dan pecahnya batu bata. Penambahan plester pada dinding bata dapat meningkatkan nilai beban maksimum yang mampu diterima oleh dinding bata secara signifikan. Perkuatan kawat dapat meminimalkan terjadinya keruntuhan secara tiba-tiba dan menambah daya ikat pasangan batu bata pada dinding Keywords: gempa, jaring kawat, rumah sederhana.