Ufafa Anggarini
Departemen Teknik Kimia, Universitas Internasional Semen Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Komposisi Pasir, Foam Agent dan Suhu Curing Pada Sintesis Beton Ringan Selular Geopolimer Dengan Pendekatan Metode Taguchi Ndaru Candra Sukmana; Eky Masbuchin; Ufafa Anggarini
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.776 KB) | DOI: 10.25077/jrs.16.1.1-11.2020

Abstract

Beton ringan geopolimer telah disintesis dengan abu layang kelas C (fly ash class C) sebagai sumber aluminosilikat dan penambahan foam agent sebagai agen pembentuk pori dengan metode CLC (Celular Lightweight Concrete). Sintesis geopolimer dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode Taguchi, yaitu metode perbaikan produk dengan biaya dan sumber daya seminal mungkin. Faktor yang diamati dalam penelitian ini adalah rasio penambahan pasir, rasio foam agent, dan kondisi suhu curing. Metode ini dijalankan untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh signifilkan terhadap kuat tekan geopolimer melalui analisis ANOVA dan menentukan level optimum dari setiap faktor yang berpengaruh dalam sintesis geopolimer melalui nilai Signal to Noise Ratio (SNR) dengan karakteristik larger is better. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh pada kuat tekan adalah faktor perbandingan volume antara foam terhadap campuran pasir dan pasta geopolimer. Komposisi optimum diperoleh dengan kombinasi rasio pasir tehadap pasta geopolimer sebesar 1:1, rasio foam terhadap pasir dan pasta sebesar 1:1 serta suhu curing sebesar 25 oC sehingga menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata maksimum sebesar 63 kg/cm2.
PENDAMPINGAN DAN PENGEMBANGAN SISTEM FILTRASI AIR BERTINGKAT BERBASIS IOT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN PADA KELOMPOK TANI Ufafa Anggarini; Ndaru C. Sukmana; Yogantara S. Dharmawan; Rafa’il Rafa’il; Achmad Raafi Ihza Mahendra; Salwa Nafisah; Mawadda Auliyani Sholikha; Amiiroh Tsaabitah Ramadhani; Hosniatul Musyarrofah; Aleigra Fathan Brillian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35852

Abstract

Abstrak: Pencemaran air irigasi akibat limbah organik industri roti di Dusun Sanggrahan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, menimbulkan krisis lingkungan dan sosial-ekonomi bagi kelompok tani Bagindo Kilir. Kualitas air menurun ditandai dengan tingginya kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Total Suspended Solid (TSS) sehingga merusak kesuburan tanah dan menyebabkan pembusukan akar padi. Untuk mengatasi hal tersebut, Program Kemitraan Masyarakat ini mengembangkan teknologi penjernih air berbasis tiga tahap utama: filtrasi, fitoremediasi, dan adsorpsi yang dilengkapi sistem kontrol dan pemantauan Internet of Things (IoT) melalui aplikasi Filterku.com. Program bertujuan meningkatkan keterampilan pengoperasian alat dan pemahaman kualitas lingkungan bagi 25 anggota Gapoktan Bagindo Kilir melalui ceramah, pelatihan partisipatif, praktik langsung, FGD, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan analisis data sensor IoT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lingkungan sebesar 80%, keterampilan literasi digital dan pengoperasian alat sebesar 75%, serta peningkatan kualitas air melalui penurunan kekeruhan dan normalisasi pH secara real-time.Abstract: Water pollution in irrigation systems caused by organic waste from the bread industry in Sanggrahan Hamlet, Jugo Village, Kesamben Subdistrict, Blitar Regency, has caused an environmental and socio-economic crisis for the Bagindo Kilir farmer group. Water quality has deteriorated, as indicated by high levels of Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Total Suspended Solids (TSS), which have damaged soil fertility and caused rice root rot. To address this issue, the Community Partnership Program has developed a three-stage water purification technology: filtration, phytoremediation, and adsorption, equipped with an Internet of Things (IoT) control and monitoring system through the Filterku.com application. The program aims to improve the operational skills and environmental awareness of 25 members of the Bagindo Kilir Farmers Group through lectures, participatory training, hands-on practice, focus group discussions, and mentoring. Evaluation is conducted through questionnaires, observations, interviews, and analysis of IoT sensor data. The results of the activities show an 80% increase in environmental knowledge, a 75% increase in digital literacy and equipment operation skills, and an improvement in water quality through a reduction in turbidity and real-time pH normalization.