Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) DENGAN DESAIN PEDATI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI PROGRAM STUDI PGSD Eka Nurul Mualimah; Usmaedi Usmaedi; Aan Subhan Pamungkas; Puji Siswanto; Elih Solihatulmilah
Jurnal keilmuan dan Kependidikan dasar Vol 13 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/primary.v13i2.5190

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang sangat cepat, dan mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah aspek pendidikan. Pendidikan saat ini harus mampu mengintegrasikan dengan kemajuan IPTEK tersebut, hal ini merupakan dinamika yang tidak bisa dihindarkan. Selain itu dengan mewabahnya virus covid-19 ini menuntut manusia untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, salah satunya adalah proses pembelajaran yang awalnya menggunakan sistem tatap muka di kelas, beralih ke sistem tatap maya atau belajar di rumah masing-masing yang dikenal dengan learning from home (LFH). Untuk menunjang kegiatan LFH tersebut guru dan siswa perlu disiapkan sebuah platform pembelajaran yang dapat mengakomodir kegiatan guru dan siswa secara daring (online). Paltform pembelajaran yang dimaksud adalah Learning Management System (LMS). Adapun tujuan penelitian ini adalah mengembangkan LMS bagi mahasiswa dengan mengkombinasikan aktivitas syncronous atau asyncronous. Kombinasi kedua aktivitas tersebut mengacu pada prinsip PEDATI (Pelajari, Dalami, Terapkan dan Evaluasi). Pengembangan LMS dengan prinsip PEDATI dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE yaitu Analisis, Desain, Development, Implementasi, dan Evaluasi. Berdasarkan uji ahli media pembelajaran dan uji ahli Pendidikan, dapat diketahui bahwa pengembangan LMS PEDATI layak untuk di terapkan kepada mahasiswa, dan layak digunakan sebagai pendamping pembelajaran Bahasa Indonesia yang dipadukan dengan blended learning.
Membangun Nilai-Nilai Etika Melalui Budaya Lokal Banten Sebagai Upaya Pencegahan Kasus Tindak Pidana Korupsi di Provinsi Banten Usmaedi Usmaedi; Ade Eka Anggraini; Suherman Suherman; Eka Nurul Mualimah; Elih Solihatulmilah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 2 (2021): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i2.1069

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimaana nilai-nilai etika melalui budaya lokal banten dapat pencegah tindak pidana korupsi di Banten. Korupsi harus dipandang sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang oleh karena itu memerlukan upaya luar biasa pula untuk memberantasnya. Kasus korupsi di Banten sangatlah menghawatirkan karena yang melakukan korupsi adalah kepala daerah (Gubernur, Bupati dan para pejabat dilingkungan Provinsi Banten). Provinsi Banten berdiri tahun 2000 setelah melepaskan diri dari Provinsi Jawa Barat, sebagai provinsi yang baru pembangunan di seluruh wilayah Banten harus bekerja keras karena yang sudah maju sebagai sebuah Kota adalah Kota Tangerang yang berdekatan dengan daerah DKI Jakarta. Kabupaten yang memerlukan perhatian khusus adalah Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui kajian literatur dilakukan dengan studi dokumen. Kajian literatur adalah analisis, evaluasi kritis dan sintesis pengetahuan yang relevan dengan masalah yang ingin disampaikan. Masyarakat Banten yang terkenal dengan nilai relegiusitasnya, dan mempunyai sifat kejawaraan atau kebantenan di dalam menjalankan pemerintahan dengan sistem dinasti artinya pemerintahan yang dijalankan akan dilanjutkan oleh anak, cucu, menantu dari seorang Bupati. Banten yang memiliki sumberdaya alam yang sangat melimpah sangat disayangkan jika prilaku para pejabat banyak yang melakukan tindak pidana korupsi, sehingga potensi sebagai Provinsi Banten yang merupakan pintu gerbang ke pulau Jawa tidak dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Banten. Penanaman nilai-nilai ini kepada masyarakat Banten dilakukan dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pendidikan anti- korupsi bagi masyarakat Banten dapat diberikan dalam berbagai bentuk, antara lain kegiatan sosialisasi, seminar, kampanye atau bentuk-bentuk kegiatan ekstra kurikuler lainnya. Upaya perbaikan sistem antara lain dapat dilakukan dengan memperbaiki peraturan perundang-undangan yang berlaku, memperbaiki tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi, menciptakan lingkungan kerja yang anti-korupsi, menerapkan prinsip-prinsip clean and good governance, pemanfaatan teknologi untuk transparansi dan lain-lain.
Tindak Tutur Ekspresif Mahasiswa Program Studi PGSD STKIP Setiabudhi Dalam Pembelajaran Apresiasi Sastra Anak Eka Nurul Mualimah; Ade Eka Anggrani; Usmaedi Usmaedi; Elih Solihatulmilah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 1 (2021): January-March
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i1.868

Abstract

Pragmatik adalah studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur (atau penulis) dan ditafsirkan oleh pendengar (atau pembaca). Sebagai akibat studi ini lebih banyak berhubungan dengan analisis tentang apa yang dimaksudkan orang dengan tuturan-tuturannya daripada dengan makna terpisah dari kata atau frasa yang digunakan dalam tuturan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur ekspresif mahasiswa semester 3 PGSD STKIP Setiabudhi dalam pembelajaran apresiasi anak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber penelitian adalah Mahasiswa semester 3 PGSD STKIP Setiabudhi dengan menggunakan teknik sadap, teknik simak libat cakap, dan teknik simak bebas libat cakap. Hasil penelitian adalah terdapat 5 jenis dan varian fungsi tutur ekspresif meliputi ‘berterima kasih’, ‘meminta maaf’, ‘menyindir’, ‘mengucap selamat’, dan ‘mengeluh’.Dengan demikian, tindak tutur ekresif Mahasiswa dalam pembelajaran apresiasi anak memiliki karakteristik seperti teori Rymes dengan mempertimbangkan dan memperhatikan konteks social, konteks internasional dan konteks individu agency.
MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MTs PAKUNCEN Eka Nurul Mualimah; Usmaedi Usmaedi; Elih Solihatulmilah
Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : STKIP Setiabudhi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of speaking skills learning at MTs Pakuncen basically can take place and work well. This is characterized by sufficient preparation, interesting and varied learning strategies and methods, the use of teaching media as needed, good selection of teaching materials, good interaction between teachers and students or students with students, good assessment and satisfactory learning outcomes. . This study uses an experimental method with the collection of learning outcomes, observations and interviews to find out the obstacles faced by teachers and students in learning speaking skills. As for the results of this study, there are differences in the results of learning pretests reaching an average of 61 of 34 students. The results of posttest student learning outcomes are different, which reaches 84. This shows the need for teacher-student communication to encourage or motivate students in the learning process so that learning outcomes are achieved. Keyword: Learning Model, Student Facilitator And Explaining, Speaking Skills Abstrak Pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara di MTs Pakuncen pada dasarnya dapat berlangsung dan berhasil dengan baik. Hal ini ditandai dengan, persiapan yang cukup, strategi dan metode pembelajaran yang menarik dan variative, penggunaan media ajar sesuai kebutuhan, pemilihan materi ajar yang baik, interaksi yang baik antara guru dengan siswa ataupun siswa dengan siswa, penilaian yang baik dan hasil pembelajara yang memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengumpulan hasil belajar, observasi dan wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Adapun hasil penelitian ini terdapat perbedaan hasil prettes belajar mencapai rata-rata 61 dari 34 siswa. Berbeda hasil posttes hasil belajar siswa yang mencapai 84. Hal tersebut menunjukan perlunya komunikasi guru kepada murid untuk mendorong atau memotivasi dalam proses belajar siswa sehingga capaian pembelajaran tercapai. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Student Facilitator And Explaining, Keterampilan Berbicara
PENGARUH METODE EXAMPLE NON-EXAMPLE SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM MENULIS KARANGAN Eka Nurul Mualimah; Ade Eka Anggraini; Usmaedi Usmaedi
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Classroom Action Research is a practical research that aims to correct deficiencies in classroom learning by doing actions. Action efforts for improvement are intended as a search for answers to problems experienced by teachers in carrying out their daily tasks. So the problems are revealed and solutions are sought. The problem that often occurs is that teachers still use conventional methods in the teaching and learning process that takes place, especially in writing activities. One technique or learning method that can be used in teaching writing is the example non-example method. In this classroom action research the writer seeks to improve learning outcomes in writing by using the example non-example method. The Classroom Action Research was carried out in 3 cycles with four stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. Data obtained from the results of writing students' essays, with a source of data class V SDN Wadasari as many as 40 students. While the data collection techniques using test and non-test techniques. Test techniques are given by written tests in the form of subjective questions, and non-test techniques used are by conducting observations, questionnaires, and interviews. Written writing test results starting from pre-cycle, cycle I, II and cycle III show that the teaching and learning process using the example non-example method has increased. In the pre-cycle reached 56.1, and the first cycle reached 66.8 so that there was an increase of 10.7 or 29.7%. In cycle II it increased from cycle 1 to 73.2 resulting in an increase of 6.4 or 17.7%. In cycle III, which reached 87.3, there was an increase of 14.1 or 39.1% from cycle II to cycle III. Keywords: Classroom Learning, Non-Example Example, Creativity in Writing Coral Abstrak Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas dengan cara melakukan tindakan-tindakan. Upaya tindakan untuk perbaikan dimaksudkan sebagai pencarian jawaban atas permasalahan yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.Jadi masalah-masalah yang diungkap dan dicari jalan keluar. Masalah yang kerap terjadi adalah guru masih menggunakan metode konvensional pada proses belajar mengajar yang berlangsung khususnya pada kegiatan menulis. Salah satu teknik atau metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pengajaran menulis adalah metode example non-example. Dalam penelitian tindakan kelas ini penulis berupaya meningkatkan hasil pembelajaran menulis dengan menggunakan metode example non-example. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan 3 siklus dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh dari hasil menulis karangan siswa, dengan sumber data kelas V SDN Wadasari sebanyak 40 siswa. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Teknik tes yang diberikan dengan tes tertulis dalam bentuk soal subjektif, dan teknik non tes yang dipergunakan adalah dengan melakukan observasi, angket, dan wawancara. Hasil tes menulis karangan mulai dari prasiklus, siklus I, II dan siklus III menunjukan bahwa proses belajar mengajar menggunakan metode example non-example mengalami peningkatan. Pada prasiklus mencapai 56.1,dan siklus I yaitu mencapai 66.8 sehingga terjadi peningkatan 10.7 atau 29.7%. Pada siklus II mengalami peningkatan dari siklus 1 mencapai 73.2 sehingga terjadi peningkatan 6.4 atau 17.7%. Pada siklus III yaitu mencapai 87.3 sehingga terjadi peningkatan 14.1 atau 39.1% dari siklus II ke siklus III. Kata Kunci : Pembelajaran di Kelas, Contoh Non-Contoh, Kreativitas dalam Menulis Karang
MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING PADA KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MTs PAKUNCEN Eka Nurul Mualimah; Usmaedi Usmaedi; Elih Solihatulmilah
JURNAL PENDIDIKAN DASAR SETIA BUDHI (JPDS) Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Dasar Setiabudhi
Publisher : Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of speaking skills learning at MTs Pakuncen basically can take place and work well. This is characterized by sufficient preparation, interesting and varied learning strategies and methods, the use of teaching media as needed, good selection of teaching materials, good interaction between teachers and students or students with students, good assessment and satisfactory learning outcomes. . This study uses an experimental method with the collection of learning outcomes, observations and interviews to find out the obstacles faced by teachers and students in learning speaking skills. As for the results of this study, there are differences in the results of learning pretests reaching an average of 61 of 34 students. The results of posttest student learning outcomes are different, which reaches 84. This shows the need for teacher-student communication to encourage or motivate students in the learning process so that learning outcomes are achieved. Keyword: Learning Model, Student Facilitator And Explaining, Speaking Skills Abstrak Pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara di MTs Pakuncen pada dasarnya dapat berlangsung dan berhasil dengan baik. Hal ini ditandai dengan, persiapan yang cukup, strategi dan metode pembelajaran yang menarik dan variative, penggunaan media ajar sesuai kebutuhan, pemilihan materi ajar yang baik, interaksi yang baik antara guru dengan siswa ataupun siswa dengan siswa, penilaian yang baik dan hasil pembelajara yang memuaskan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengumpulan hasil belajar, observasi dan wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Adapun hasil penelitian ini terdapat perbedaan hasil prettes belajar mencapai rata-rata 61 dari 34 siswa. Berbeda hasil posttes hasil belajar siswa yang mencapai 84. Hal tersebut menunjukan perlunya komunikasi guru kepada murid untuk mendorong atau memotivasi dalam proses belajar siswa sehingga capaian pembelajaran tercapai. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Student Facilitator And Explaining, Keterampilan Berbicara