Ismi Habib Pahlawi
Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Surabaya 60115

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UJI PATOGENITAS BAKTERI Pseudomonas sp. PADA UDANG VANAME (Litopanaeus vannamei) SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK Ismi Habib Pahlawi
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 8 No. 2 (2019): JAFH vol. 8 no. 2 Juni 2019
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.387 KB) | DOI: 10.20473/jafh.v8i2.13380

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kematian udang vaname yang diinfeksi bakteri Pseudomonas sp. Bakteri Pseudomonas sp. diisolasi dari sedimen tambak udang. Uji patogenitas menggunakan udang vaname (7-9 gram) yang diinfeksi bakteri Pseudomonas sp. dengan kepadatan 102, 104, 106, 108 sel/ml secara intramuscular sebanyak 0,1 ml/ekor. Perlakuan kontrol diinfeksi menggunakan NaCl fishiologis sebanyak 0,1 ml/ekor. Tingkat mortalitas dan gejala klinis diamati setap 6 jam pada 24 jam pertama dan selanjutnya selama 24 jam hingga 10 hari. Hasil yang diperoleh dari uji patogenitas bakteri Pseudomonas sp. pada udang vaname menunjukkan tingkat kematian sebesar 0% pasca infeksi. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas sp. tidak menyebabkan kematian pada udang vaname. Gambaran gejala klinis yang ditunjukkan berupa hepatopankreas berwarna hijau kehitaman dengan tekstur yang padat dan menunjukkan kenampakan yang sama dengan perlakuan kontrol. Warna tubuh udang vaname setelah diinfeksi bakteri Pseudomonas sp. menunjukkan gambaran yang sama dengan kontrol yaitu berwarna putih transparan. Karapas dan ekor udang vaname setelah diinfeksi menunjukkan tidak adanya kerusakan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Pseudomonas sp., gambaran tersebut menunjukkan kenampakan yang sama dengan perlakuan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas sp. tidak patogen terhadap udang vaname dan infeksi bakteri Pseudomonas sp. tidak berpengaruh terhadap perubahan morfologi makroskopis dan tingkah laku.