Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovation and Applied Technology

APPLICATION OF FRESHWATER LOBSTER BREEDING TECHNOLOGY TO INCREASE PRODUCTION OF LARVAE AND PROFITABILITY Qurrota A'yunin
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.431 KB) | DOI: 10.21776/ub.jiat.2017.003.01.11

Abstract

Lobster Air Tawar (LAT) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis dan sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Masyarakat banyak memperdagangkan lobster ini untuk keperluan konsumsi maupun hiasan akuarium. Semakin tingginya permintaan akan Lobster air tawar ini ternyata tidak diimbangi dengan jumlah ketersediaan benih yang ada, bahkan sering terjadi kelangkaan benih dipasaran. Hal ini sebenarnya merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan bagi para pembudidaya untuk bisa lebih mengembangkan usaha budidaya terutama komoditas Lobster air tawar ini dan menjaga keberlanjutan produksinya. Akan tetapi kurangnya pengetahuan, ketrampilan dan informasi terkait teknik pembenihan lobster oleh para pembudidaya membuat produksi benih masih terbatas. Oleh karena itu kegiatan aplikasi teknologi pembenihan lobster air tawar menjadi salah satu usaha untuk dapat meningkatkan produksi benih dan mengatasi kelangkaan benih serta menigkatkan profitabilitas pembudidaya lobster.Aplikasi teknologi yang diterapkan pada kegiatan pembenihan lobster air tawar diantaranya yaitu pembuatan akuarium dan shelter, pemijahan lobster menggunakan rasio indukan, dan pemijahan lobster serta pemeliharaan larva di akuarium. Kegiatan ini ternyata meingkatkan produksi benih dan profitabilitas pembudidaya lobster. Produksi benih meningkat 4 kali lipat dibandingkan dengan metode pembenihan konvensional, dengan nilai survival rate (SR) sebesar 75% yang berarti meningkat 35%.Sedangkan tingkat keuntungan atau profitabilitas per tahun dapat dilihat dari nilai pendapatan; keuntungan; R/C ratio;  Pay back Period (PP); Break Event Point (BEP)sales; dan BEP unit; serta Rentabilitas berturut-turut yaitu Rp 13.500.000,00; Rp 6.892.000,00; 2.04; 0.96; Rp 949.999,00; dan 948 ekor; serta 104,3%.
APPLICATION OF ORGANIC WASTE AS RENEWAL TECHNOLOGY OF EARTHWORM CULTURED MEDIA Qurrota A'yunin
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.607 KB) | DOI: 10.21776/jiat.v2i1.47

Abstract

AbstractThe organic material has a major influence on the development of earthworm population because the organic material contained in the media is needed to continue living. Earthworm species are very potential to be developed is a kind of Lumbricus rubellus. Tofu dregswere chosen because it has a high protein content that can accelerate growth. In addition, the availability of raw material tofu dregs will facilitate cultivation of earthworms and sustainability of this activity given the Kediri district as one of the producers of tofu and will automatically donate a sizeable tofu waste. Further use of tofu waste as raw material for the cultivation of earthworm media intended to reduce the impact of environmental pollution which may occur from the waste production of tofu. Results of growth of earthworms on organic waste media (Tofu Dregs, cow manure, sawdust and soil) fermented influence on the growth of biomass of earthworms L. rubellus shown the best results with a tofu dregs of the media gain value by an average of 87.78 g with SD ± 5.87 and the value of the average productivity of 2.92 g / day with SD ± 0.19. Production of earthworms increased from the initial weight of 1 kg to 3 kg within ± 45 days maintenance.