Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELUANG DAN TANTANGAN PENGENDALIAN KEHILANGAN AIR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) : STUDI PUSTAKA Galis Asmara
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 7, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v7i2.11954

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada pipa distribusi air minum adalah kehilangan air. Kehilangan air mengurangi kualitas pelayanan dan pendapatan PDAM. Studi pustaka terhadap artikel ilmiah yang relevan menunjukkan adanya peluang penerapan pengendalian kehilangan air berbasis Internet of Things (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan penerapan IoT untuk pengendalian kehilangan air khususnya pada PDAM sebagai operator penyelenggara. IoT berpeluang mengendalikan kehilangan air melalui tiga cara yaitu manajemen tekanan, manajemen aset, dan mempercepat waktu tanggap saat terjadi kebocoran. Tantangan penerapan IoT pada PDAM di Indonesia berkaitan dengan kelembagaan dan pembiayaan PDAM, infrastruktur jaringan pendukung, kemanan data, serta ketidakakuratan dan kesalahan data. PDAM di Indonesia berpeluang menerapkan IoT namun hendaknya harus memperhatikan tantangan-tantangan yang telah dijabarkan pada penelitian ini. Kata kunci: Internet of Things (IoT), kehilangan air, PDAM.  The problem that often occurs in water distribution pipes is water losses. The water losses reduce the service quality and the revenue of PDAM. The literature reviews of relevant scientific articles show that there are opportunities for implementing water losses control based on the Internet of Things (IoT). This study aims to identify the opportunities and the challenges of implementing IoT to control water losses at PDAM as an operator. The IoT has the opportunity to control water losses in three ways: pressure management; asset management; and accelerates the response time when a leak occurs. The challenges of implementing IoT at PDAM are related to the institutionalization and financing of PDAM; supporting network infrastructure; data security; and data inaccuracies and errors. PDAM in Indonesia has the opportunity to implement the IoT system, but they have to observe the possible challenges in this research. Keywords: Internet of Things (IoT), PDAM, water losses
PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI PADA SISTEM DISTRIBUSI SUMBERSARI PERUMDA AIR MINUM TUGU TIRTA KOTA MALANG Galis Asmara; Adhi Yuniarto; Muhammad Sundoro
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 1 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.302 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.178

Abstract

Pelayanan air minum Kota Malang diselenggarakan oleh Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menggunakan kombinasi sistem perpompaan (73%) dan sistem gravitasi (27%). Dominasi sistem perpompaan mengakibatkan biaya energi di Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang (Rp 478/m3) lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional (Rp 345,77/m3). Lokasi penelitian pada sistem distribusi Sumbersari dipilih karena operasional pompa berjalan selama 24 jam langsung melayani pelanggan. Pompa eksisting beroperasi mengikuti fluktuasi debit penggunaan pelanggan yang mengakibatkan penggunaan energi menjadi tidak efisien. Hal ini terjadi karena pompa beroperasi normal saat pemakaian air minimum pada jam pelayanan minimum (malam hari). Penelitian ini menganalisis peningkatan efisiensi energi pada Sistem Distribusi Sumbersari melalui skema pemasangan Variable Speed Drive (VSD) yang disimulasikan menggunakan aplikasi Epanet 2.0. Hasil analisis teknis menunjukkan bahwa pemasangan VSD dapat meningkatkan efisiensi pada sistem eksisting dengan menghasilkan penghematan tagihan listrik sebesar 10,16% dan Specific Energy Consumption (SEC) meningkat semula 0,38 kWh/m3 menjadi 0,35 kWh/m3.