Ariffin Ariffin
Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

7. NILAI EKONOMI, LINGKUNGAN, DAN SOSIAL DARI PERKEBUNAN SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN SERUYAN, KALIMANTAN TENGAH, INDONESIA Hafiizh Prasetia; Nova Annisa; Ariffin Ariffin; A. W. Muhaimin; Soemarno Soemarno
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1059

Abstract

ABSTRAK Tanaman sawit adalah suatu komoditas perkebunan unggulan di Kabupaten Seruyan. Hal ini disebabkan adanya nilai ekonomi yang tinggi dari perkebunan tersebut. Selain itu, kondisi agroekologi di wilayah ini sebagian besar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai ekonomi, lingkungan, dan sosial dari perkebunan sawit swadaya di Kabupaten Seruyan. Metode penelitian menggunakan metode surveieksploratif (exploratory research) dengan analisisberupa perhitungan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Rasio (B/C Ratio) danInternal Rate of Return (IRR). Hasil penelitian menjelaskan bahwa NPV, B/C Ratio dan IRRdi beberapa lokasi pada aspek finansial dan lingkungan masih ada yang tidak signifikan, namun signifikan pada aspek sosial ekonomi.Dengan hasil ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan lahan untuk dikonversi menjadi perkebunan sawit akan memperoleh manfaat yang besar pada aspek sosial ekonomi namun kurang menguntungkan pada aspek finansial dan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan lahan untuk dikonversi menjadi perkebunan sawit dapat meningkatkankesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Kata kunci: Perkebunan Sawit Swadaya, Kelayakan Usaha, NPV, B/C Ratio, IRR
Efisiensi Penggunaan Lahan Melalui Pengaturan Pola Tanam Tumpangsari Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dan Cabai (Capsicum annum L.) Nanok Julianto; Eko Widaryanto; Ariffin Ariffin
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v6i2.1286

Abstract

Efisiensi penggunaan lahan dapat dilakukan dengan memperbaiki cara berbudidaya seperti pemanfaatan sistem tanam tumpangsari. Penelitian ini merupakan pengaturan pola tanam antara bawang merah dan cabai. Tujuan Penelitian iniadalah 1. Menganalisis efisiensi energi matahari yang diterima pada setiap pola tanam. 2. Menganalisis nilai efisiensi penggunaan lahan terhadap hasil pada setiap pola tanam. 3. Menganalisis nilai usahatani untuk mendapatkan pola tanam yang menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Rancangan yang digunakanadalah Rancangan Acak Kelompok. Terdiri dari 8 kombinasi perlakuan yang diulang 4 kali. Adapun kombinasi perlakuan adalah sebagai berikut : 1. Bawang merah monokultur 20 x 20 cm (P1), 2. Tumpangsari jarak dalam baris  Cabai Besar  40 cm waktu Tanam 20 HST (P2), 3. Jarak dalam baris Cabai Besar 40 cm waktu Tanam 30 HST (P3), 4. Tumpangsari jarak dalam baris Cabai Besar 60 cm waktu Tanam 20 HST (P4), 5. Tumpangsari jarak dalam baris   Cabai Besar 60 cm waktu Tanam 30 HST (P5), 6. Tumpangsari jarak dalam baris Cabai Besar 80 cm waktu Tanam 20 HST (P6), 7. Tumpangsari jarak dalam baris Cabai Besar 80 cm waktu Tanam 30 HST (P7) dan 8. Cabai Besar Monokultur 40 x 40 cm (P8). Penelitian ini terdiri dari 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 32 satuan percobaan. Dengan luasan lahan setiap satuan percobaan adalah 2,8 x 1 m. Pengaturan pola tanam antara tanaman bawang merah dan cabai berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Pengaturan jarak tanam dan waktu tanam berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan cahaya matahari. Pengaturan pola tanam tumpangsari berpengaruh terhadap efisiensi penggunaan lahan dan kelayakan usaha tani.