Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DAKWAH DALAM KELUARGA Neneng Munajah
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 11 No 1 (2020): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v11i1.740

Abstract

Artikel ini membahas keluarga sebagai objek prioritas dalam berdakwah. Hal ini dikarenakan setiap manusia, pasti menyerap pemikiran, ajaran, dan nilai-nilai agama yang hidup dalam keluarganya; keluarga adalah miniatur dari komunitas dan masyarakat Islam. Keluarga juga merupakan kelanjutan logis dari kedua fungsi keluarga di atas, maka institusi keluarga dengan sendirinya menjadi salah satu faktor penentu bagi kekuatan dan kelemahan umat Islam secara keseluruhan. Adanya globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat, termasuk dakwah. Seperti: melonggarnya ikatan keluarga, melemahnya ikatan-ikatan moral akibat dari paham serba halal, permissivenisme (al-ibahiyyah) dan paham hedonisme yang menyertai modernisme, serta kegoncangan jiwa yang mengganggu ketenangan dan kedamaian keluarga dan rumah tangga. Sehingga dakwah dalam keluarga menuntut aktualisasi sistem dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga. Di samping itu, dalam artikel ini penulis mencoba mengemukakan hal-hal pokok yang perlu diperhatikan dalam pembinaan keluarga Islam sebagai pilar utama dakwah. Pertama, soal pembentukan keluarga melalui pernikahan. Kedua, soal pendidikan dan penanaman nilai-nilai agama dalam keluarga. Ketiga, soal penegakan keadilan dan kesetaraan gender. Karena ketiga hal ini berpengaruh terhadap kekuatan dan ketahanan keluarga Islam. This article discusses the family as a priority object in da'wah. This is because every human being, must absorb the thoughts, teachings, and religious values ​​that live in his/her family; the family is a miniature of the Islamic community and society. The family is also a logical continuation of the two family functions above, so the family institution itself is one of the determining factors for the strengths and weaknesses of the Muslim community as a whole. The existence of globalization has had a significant impact on society, including propaganda. Such as: loosening of family ties, weakening of moral ties as a result of all-round understanding, permissivenism (al-ibahiyyah) and understanding of hedonism that accompany modernism, and the shock of the soul that disturbs the peace and peace of family and household. So preaching in the family demands the actualization of Islamic systems and values ​​in family life. In addition, in this article the author tries to put forward the main things that need to be considered in fostering Islamic families as the main pillars of da'wah. First, a matter of forming a family through marriage. Second, the education and the inculcation of religious values ​​in the family. Third, the matter of upholding justice and gender equality. Because these three things affect the strength and resilience of Islamic families.
ANALISA PENGEMBANGAN MIKRO EKONOMI SYARIAH BERBASIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN RUMAH TANGGA neneng munajah
El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah Vol 3 No 01 (2019): El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syari'ah Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/elarbah.v3i01.523

Abstract

Terjadinya krisis moneter dari ekonomi yang menimpa Indonesia memberikan banyak pelajaran berharga, salahsatunya adalah dengan mempersiapkan pemberdayaan perempuan dan keluarga dalam hal sebagai masyarakat yang produktif dan berdaya secara ekonomi, sehingga menjadi suatu lapisan yang akan tangguh mandiri ketika terjadi gelombang krisis ekonomi dan keuangan baik sekala nasional maupun global. Peradaban yang unggul adalah peradaban yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan suatu masyarakat, bangsa dan negara . Dimana berbagai aspek – aspek kehidupan Ekonomi, Pendidikan, Budaya, Kesejahteraan, Kesehatan, Hukum dan Keadilan, Keamanan dan kekuatan angkatan bersenjata mencapai puncak kemandirian, kuat dan terdepan. Bagaimana suatu masyarakat , bangsa dan negara bisa mencapai keunggulan berbagai aspek kehidupan tersebut di atas salah satu indikator yang menjadi fokus pembangunan dan pengembangan adalah mempersiapkan manusianya. Salah satu cara mempersiapkan manusia masa depan adalah dengan memperhatikan secara fokus dan serius pada sisi pemberdayaan perempuan dan keluarga. Dalam hal ini Kaum perempuan , Karena Perilaku Kaum Wanita bisa menjadi indikator atau tolak ukur Kemajuan, Peradaban Suatu bangsa Kemudian bagaimana mewujudkan suatu bangsa itu Kuat, Maju. Beradab dan Unggul dalam dunia sekarang ini dengan kemandirian ekonomi Islam (Syariah) di sektor Mikro berbasis wanita dan keluarga.
ANALISA PENGEMBANGAN MIKRO EKONOMI SYARIAH BERBASIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN RUMAH TANGGA Neneng Munajah; Zulkarnain Lubis
El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah Vol 1 No 01 (2018): El-Arbah: Jurnal Ekonomi, Bisnis Dan Perbankan Syariah
Publisher : Program Studi Perbankan Syari'ah Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/elarbah.v1i01.532

Abstract

Terjadinya krisis moneter dari ekonomi yang menimpa Indonesia memberikan banyak pelajaran berharga, salahsatunya adalah dengan mempersiapkan pemberdayaan perempuan dan keluarga dalam hal sebagai masyarakat yang produktif dan berdaya secara ekonomi, sehingga menjadi suatu lapisan yang akan tangguh mandiri ketika terjadi gelombang krisis ekonomi dan keuangan baik sekala nasional maupun global. Peradaban yang unggul adalah peradaban yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan suatu masyarakat, bangsa dan negara . Dimana berbagai aspek – aspek kehidupan Ekonomi, Pendidikan, Budaya, Kesejahteraan, Kesehatan, Hukum dan Keadilan, Keamanan dan kekuatan angkatan bersenjata mencapai puncak kemandirian, kuat dan terdepan. Bagaimana suatu masyarakat , bangsa dan negara bisa mencapai keunggulan berbagai aspek kehidupan tersebut di atas salah satu indikator yang menjadi fokus pembangunan dan pengembangan adalah mempersiapkan manusianya. Salah satu cara mempersiapkan manusia masa depan adalah dengan memperhatikan secara fokus dan serius pada sisi pemberdayaan perempuan dan keluarga. Dalam hal ini Kaum perempuan , Karena Perilaku Kaum Wanita bisa menjadi indikator atau tolak ukur Kemajuan, Peradaban Suatu bangsa Kemudian bagaimana mewujudkan suatu bangsa itu Kuat, Maju. Beradab dan Unggul dalam dunia sekarang ini dengan kemandirian ekonomi Islam (Syariah) di sektor Mikro berbasis wanita dan keluarga
DAKWAH DALAM KELUARGA Neneng Munajah
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 11 No 1 (2020): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v11i1.740

Abstract

Artikel ini membahas keluarga sebagai objek prioritas dalam berdakwah. Hal ini dikarenakan setiap manusia, pasti menyerap pemikiran, ajaran, dan nilai-nilai agama yang hidup dalam keluarganya; keluarga adalah miniatur dari komunitas dan masyarakat Islam. Keluarga juga merupakan kelanjutan logis dari kedua fungsi keluarga di atas, maka institusi keluarga dengan sendirinya menjadi salah satu faktor penentu bagi kekuatan dan kelemahan umat Islam secara keseluruhan. Adanya globalisasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat, termasuk dakwah. Seperti: melonggarnya ikatan keluarga, melemahnya ikatan-ikatan moral akibat dari paham serba halal, permissivenisme (al-ibahiyyah) dan paham hedonisme yang menyertai modernisme, serta kegoncangan jiwa yang mengganggu ketenangan dan kedamaian keluarga dan rumah tangga. Sehingga dakwah dalam keluarga menuntut aktualisasi sistem dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga. Di samping itu, dalam artikel ini penulis mencoba mengemukakan hal-hal pokok yang perlu diperhatikan dalam pembinaan keluarga Islam sebagai pilar utama dakwah. Pertama, soal pembentukan keluarga melalui pernikahan. Kedua, soal pendidikan dan penanaman nilai-nilai agama dalam keluarga. Ketiga, soal penegakan keadilan dan kesetaraan gender. Karena ketiga hal ini berpengaruh terhadap kekuatan dan ketahanan keluarga Islam. This article discusses the family as a priority object in da'wah. This is because every human being, must absorb the thoughts, teachings, and religious values ​​that live in his/her family; the family is a miniature of the Islamic community and society. The family is also a logical continuation of the two family functions above, so the family institution itself is one of the determining factors for the strengths and weaknesses of the Muslim community as a whole. The existence of globalization has had a significant impact on society, including propaganda. Such as: loosening of family ties, weakening of moral ties as a result of all-round understanding, permissivenism (al-ibahiyyah) and understanding of hedonism that accompany modernism, and the shock of the soul that disturbs the peace and peace of family and household. So preaching in the family demands the actualization of Islamic systems and values ​​in family life. In addition, in this article the author tries to put forward the main things that need to be considered in fostering Islamic families as the main pillars of da'wah. First, a matter of forming a family through marriage. Second, the education and the inculcation of religious values ​​in the family. Third, the matter of upholding justice and gender equality. Because these three things affect the strength and resilience of Islamic families.