Vita Kumalasari
Stikes Surya Global Yogyakarta Jl. Ring Road Selatan KM. 6,7, Blado, Potorono, Kecamatan Bantul, DIY, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

6. POTENSI DAUN KETAPANG, DAUN MAHONI DAN BUNGA KECOMBRANG SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNAAN KAIN BATIK YANG RAMAH LINGKUNGAN Vita Kumalasari
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i1.1061

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui potensi dari ekstrak daun ketapang, daun mahoni, dan bunga kecombrang sebagai alternative pewarnaan kain batik yang lebih ramah terhadap lingkungan dengan melakukan uji antosianin total, tanin, klorofil, dan karoten total. Pengujian pigmen ini dilakukan untuk mengetahui komposisi pigmen yang terkandung didalam ekstrak. Komposisi pigmen ini akan menentukan variasi warna yang dihasilkan dan semakin banyak pigmen yang terkandung di dalam ekstrak, maka warna yang dihasilkan juga akan semakin tajam dan tahan terhadap kelunturan. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun ketapang, daun mahoni, dan bunga kecombrang. Sedangkan mordant yang digunakan adalah TRO (Turkey Red Oil) dan campuran tawas dengan soda abu (Na2CO3). Ada 6 tahapan yang harus dilakukan dalam penelitian ini, yaitu : proses ekstraksi zat warna alam, mordanting, pengecapan motif batik, pewarnaan menggunakan zat warna alam, nglorod, dan pengujian. Berdasarkan hasil pengujian terhadap masing – masing ekstrak yang dilakukan di Laboratorium uji teknologi pangan dan hasil pertanian, UGM Yogyakarta didapatkan hasil bahwa pigmen terbanyak pada ekstrak daun ketapang adalah tanin (5,465 mg/100ml), kemudian klorofil (3,835 mg/100ml), antosianin total (0,042 mg/100ml) dan yang paling sedikit adalah karoten total (325,56 µg/100ml). Kandungan pigmen yang dominan adalah tanin dan klorofil, sehingga warna ekstrak dan warna kain primissima yang telah diwarnai menggunakan zat warna alam dari ekstrak daun ketapang adalah hijau kekuningan. Pigmen terbanyak pada ekstrak daun mahoni adalah klorofil (19,565 mg/100ml), kemudian tanin (7,99 mg/100ml), antosianin total (0,082 mg/100ml) dan yang paling sedikit adalah karoten total (292,22 µg/100ml), sehingga warna yang terbentuk baik pada ekstrak maupun pada kain primissima adalah coklat kemerahan. Pigmen terbanyak pada ekstrak bunga kecombrang adalah tanin (2,65 mg/100ml), kemudian antosianin total (2,189 mg/100ml), klorofil (2,175 mg/100ml) dan yang paling sedikit adalah karoten total (9,045 µg/100ml). Kata Kunci : Ketapang, mahoni, kecombrang, pewarna alam, batik.