Articles
Penguatan Peran Perpustakaan Dalam Komunikasi Ilmiah (Scholarly Communication) Di Lingkungan Akademik
Irman Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.153 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.1.%p
Scholarly communication and academic environment are interelated and interdependent to each other. Academic environment is where scholars consisting of faculty members, researchers and student meet. They produce most of scholarly writing and access to scholay resources as their references. They are both author and reader components. In library perspective, they are users. Libraries in academic environment will function well in the support of information technology. Information technology supports scholarly communication as well. Internet, if you like, has provided a significant support on scholarly communication process. Access to scientific writings in any formats is easier and faster using internet than other tools. Searching current articles and sending email to authors can be done directly in second. It is clear that the use of information technology is a must in supporting scholarly communication. Library as an established institution that has long supported scholarly communication needs continues reformation. Sustainable action of reform to scholarly communications have to be done. There are many factors to be paid attention to such as university policies; partnership between library and working units in university; involvement of civitas academica; use of handbook; information library sites; human resources development.Keywords: Scholarly Communication, Academic Environment, Information Technology, Library
Cara Sederhana Menilai Satu Artikel
Irman Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.19 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.2.%p
Salah satu persyaratan tulisan ilmiah mengikuti perkembangan ilmu adalah tulisan ilmiah tersebut merujuk pada sumber-sumber terkini. Salah satu sumber terkini yang menjadi acuan adalah artikel jurnal. Pada umumnya artikel jurnal ditulis oleh para ahli di bidangnya atau hasil dari satu penelitian. Merujuk pada satu artikel terkini sudah menjadi keharusan karena dengan cara ini seorang penulis secara langsung telah memberikan kontribusi terhadap penyebaran ilmu itu sendiri. Selain itu seorang penulis telah memberikan wacana yang berbeda dengan mensitasi artikel dari jurnal terkini.Artikel jurnal itu sendiri dimuat pada satu jurnal ilmiah yang umumnya memuat bidang disiplin kajian tertentu. Reitz (2012) mendefinisikan pengertian jurnal sebagai satu periodikal yang diperuntukkan bagi penyebaran penelitian asli (original) dan tanggapan (commentary) pada perkembangan terkini satu disiplin, subdisiplin atau bidang kajian (contoh Journal of Clinical Epidemiology), yang biasanya diterbitkan tiga bulan (quarterly), tengah bulanan (bimonthly), atau bulanan (monthly) yang diperoleh secara berlangganan (sub-scription). Jurnal sering disebut juga jurnal ilmiah, karena memuat artikel dari hasil satu penelitian, ada pula artikel jurnal yang ditulis oleh orang (sekelompok orang) yang berhubungan dengan penelitian. Isinya lebih panjang daripada artikel majalah, mereka hampir semuanya memuat satu bibliografi atau daftar karya/tulisan yang disitir di akhir artikel. Banyak dari jurnal ilmiah memiliki peer reviewed.
Mengenal Konsep Penetapan Kata Kunci
Irman Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.828 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.2.%p
Salah satu keberhasilan dalam proses penelusuran tergantung pada ketepatan seorang penelusur dalam menuliskan kata kunci (keyword). Kata kunci yang tampak sederhana menjadi masalah besar jika hasil penelusuran tidak memuaskan dirinya. Berdasarkan pengalaman penulis saat bertemu dengan mahasiswa mulai dari strata satu sampai dengan tiga, ada beberapa kekecewaan yang selalu muncul pada saat seseorang menelusur, diantaranya:Sulitnya menetapkan kata kunci yang tepat;Hasil pencariannya terlalu luas;Terlalu banyak informasi dari sumber-sumber yang diharapkan;Tidak memfokus pada apa yang diinginkan;Tidak mengetahui sumber rujukan yang tepat;Banyak lagi penyebab penelusur tidak berhasil memperoleh informasi yang diinginkan. Jika hal ini terus berlanjut akan menganggu penyelesaian tulisan apabila informasi akan digunakan sebagai rujukan.
Penguatan Peran Perpustakaan Dalam Komunikasi Ilmiah (Scholarly Communication) Di Lingkungan Akademik
Irman Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.153 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.1.%p
Scholarly communication and academic environment are interelated and interdependent to each other. Academic environment is where scholars consisting of faculty members, researchers and student meet. They produce most of scholarly writing and access to scholay resources as their references. They are both author and reader components. In library perspective, they are users. Libraries in academic environment will function well in the support of information technology. Information technology supports scholarly communication as well. Internet, if you like, has provided a significant support on scholarly communication process. Access to scientific writings in any formats is easier and faster using internet than other tools. Searching current articles and sending email to authors can be done directly in second. It is clear that the use of information technology is a must in supporting scholarly communication. Library as an established institution that has long supported scholarly communication needs continues reformation. Sustainable action of reform to scholarly communications have to be done. There are many factors to be paid attention to such as university policies; partnership between library and working units in university; involvement of civitas academica; use of handbook; information library sites; human resources development.Keywords: Scholarly Communication, Academic Environment, Information Technology, Library
Cara Sederhana Menilai Satu Artikel
Irman Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.19 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.2.%p
Salah satu persyaratan tulisan ilmiah mengikuti perkembangan ilmu adalah tulisan ilmiah tersebut merujuk pada sumber-sumber terkini. Salah satu sumber terkini yang menjadi acuan adalah artikel jurnal. Pada umumnya artikel jurnal ditulis oleh para ahli di bidangnya atau hasil dari satu penelitian. Merujuk pada satu artikel terkini sudah menjadi keharusan karena dengan cara ini seorang penulis secara langsung telah memberikan kontribusi terhadap penyebaran ilmu itu sendiri. Selain itu seorang penulis telah memberikan wacana yang berbeda dengan mensitasi artikel dari jurnal terkini.Artikel jurnal itu sendiri dimuat pada satu jurnal ilmiah yang umumnya memuat bidang disiplin kajian tertentu. Reitz (2012) mendefinisikan pengertian jurnal sebagai satu periodikal yang diperuntukkan bagi penyebaran penelitian asli (original) dan tanggapan (commentary) pada perkembangan terkini satu disiplin, subdisiplin atau bidang kajian (contoh Journal of Clinical Epidemiology), yang biasanya diterbitkan tiga bulan (quarterly), tengah bulanan (bimonthly), atau bulanan (monthly) yang diperoleh secara berlangganan (sub-scription). Jurnal sering disebut juga jurnal ilmiah, karena memuat artikel dari hasil satu penelitian, ada pula artikel jurnal yang ditulis oleh orang (sekelompok orang) yang berhubungan dengan penelitian. Isinya lebih panjang daripada artikel majalah, mereka hampir semuanya memuat satu bibliografi atau daftar karya/tulisan yang disitir di akhir artikel. Banyak dari jurnal ilmiah memiliki peer reviewed.
Mengenal Konsep Penetapan Kata Kunci
Irman Siswadi
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2013): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.828 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.12.2.%p
Salah satu keberhasilan dalam proses penelusuran tergantung pada ketepatan seorang penelusur dalam menuliskan kata kunci (keyword). Kata kunci yang tampak sederhana menjadi masalah besar jika hasil penelusuran tidak memuaskan dirinya. Berdasarkan pengalaman penulis saat bertemu dengan mahasiswa mulai dari strata satu sampai dengan tiga, ada beberapa kekecewaan yang selalu muncul pada saat seseorang menelusur, diantaranya:Sulitnya menetapkan kata kunci yang tepat;Hasil pencariannya terlalu luas;Terlalu banyak informasi dari sumber-sumber yang diharapkan;Tidak memfokus pada apa yang diinginkan;Tidak mengetahui sumber rujukan yang tepat;Banyak lagi penyebab penelusur tidak berhasil memperoleh informasi yang diinginkan. Jika hal ini terus berlanjut akan menganggu penyelesaian tulisan apabila informasi akan digunakan sebagai rujukan.
TIPS SUKSES WAWANCARA RUJUKAN
Siswadi, Irman
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.508 KB)
Munculnya layanan perpustakaan pada hakekatnya karena adanya kebutuhan informasi para pemustaka. Banyaknya permintaan informasi berbanding lurus dengan jumlah pemustaka. Bahkan sering terjadi banyak permintaan informasi dari seorang pemustaka karena pemustaka tersebut membutuhkan lebih dari satu informasi. Hal tersebut terjadi karena informasi awal berkembang terus atau bahkan jika informasi awal tidak ditemukan, maka pemustaka akan beralih ke informasi yang tampak berkaitan
TIPS SUKSES WAWANCARA RUJUKAN
Siswadi, Irman
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2011): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (122.508 KB)
Munculnya layanan perpustakaan pada hakekatnya karena adanya kebutuhan informasi para pemustaka. Banyaknya permintaan informasi berbanding lurus dengan jumlah pemustaka. Bahkan sering terjadi banyak permintaan informasi dari seorang pemustaka karena pemustaka tersebut membutuhkan lebih dari satu informasi. Hal tersebut terjadi karena informasi awal berkembang terus atau bahkan jika informasi awal tidak ditemukan, maka pemustaka akan beralih ke informasi yang tampak berkaitan