Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN POSISI BERSALIN DENGAN RUPTUR PERINEUM DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI (BPM) KASIYATI SUKOHARJO Siti Muliawati
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.79

Abstract

Latar Belakang:Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), 2007 AKI sebesar 262 / 100.000 kelahiran hidup. Oleh karena itu perhatian terhadap peristiwa kehamilan dan persalinan sangat penting melalui upaya pada Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang berkualitas menyeluruh dan terpadu. Diharapkan dapat ditingkatkan cakupan layanan yang pada gilirannya akan menurunkan AKI (Ardianto, 2008 : 1).Tujuan: Untuk menurunkan angka kematian Ibu sekaligus penyebabnya, dan untuk engetahui apakah ada hubungan antara posisi melahirkan dengan laserasi jalan lahir.Metode Penelitian: Desain penelitian ini  kuantitatif diskriftif non eksperimental korelasional Analisa data adalah analisa bevariate, dengan Uji statistik chisquare.Hasil Penelitian Dari 32 pasien di lebih banyak menggunakan posisi bersalin litotomi berlebihan 20 pasien, 12  pasien  menggunakan posisi setengah duduk  5 pasien menggunakan posisi setengah duduk mengalami ruptur dan 7 pasien menggunakan posisi setengah duduk tidak ruptur. yang menggunakan posisi litotomi berlebih ada 17 pasien  ruptur dan 3 pasien menggunakan litotomi berlebih tidak ruptur. Hipotesa PenelitianBerdasarkan tabel 6.3 diketahui bahwa hasil uji didapat X2 hitung sebesar 6,555 dengan α 0,05 maka X2 tabel 3,841. karena X2 hitung > X2 tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, jadi ada hubungan antara posisi bersalin dengan rupur perineum.Kesimpulan :Hasil penelitian X2 hitung sebesar 6,555 lebih besar dari X2 tabel sebesar 3,841, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan posisi bersalin dengan ruptur perineum Kata Kunci   : Posisi Bersalin, Ruptur Perineum
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DENGANE-LEARNING BERBASIS BLOG DALAM PERKULIAHAN BIOMEDIK Junaidi Edy Purwanto; Siti Muliawati
Jurnal Infokes Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i1.80

Abstract

Prestasi belajar mahasiswa di kampus sering diindikasikan dengan permasalahan belajar dari  mahasiswa tersebut dalam memahami materi. Indikasi ini dimungkinkan karena faktor belajar mahasiswa yang kurang efektif, kurang respect terhadap dosen, bahkan mahasiswa sendiri tidak merasa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran di kelas.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan  implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan e-learning berbasis blog dalam perkuliahan Biomedik sebagai upaya    meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.Metode pengumpulan data dengan cara observasi, tes, dokumentasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif prosentase.Analisis data ini digunakan untuk menganalisis mengenai prosentase hasil evaluasi yang dilakukan oleh dosen pada saat pelaksanaan tindakan.Populasi adalah semua mahasiswa semester I tahun akademik 2013/2014 berjumlah 270 orang.Sampel yang digunakan adalah 2 kelas yaitu 91 mahasiswa.Hasil yang dicapai menunjukkan  rata-rata yang didapat adalah 63,26 untuk kelas control dan 72,65 untuk kelas eksperimen.   Dari observasi terhadap dosen didapat kesimpulan bahwa kemampuan dosen dalam mengelola kelas dikatakan efektif, karena jumlah persentase penilaian baik dan sangat baik lebih daripada jumlah persentase penilaian cukup, kurang baik dan sangat tidak baik,, yaitu : 91,66% > 8,33 %. Observasi aktivitas mahasiswa   dikatakan efektif, karena persentase penilaian baik dan sangat baik lebih daripada persentase penilaian cukup, kurang baik dan sangat tidak baik,  yaitu : 100% > 0 %. Hasil respon angket mahasiswa dari kelas eksperimen   persentase penilaian sangat baik dan baik sebesar 100%. Artinya, bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dengan e-learning berbasis blog pada mata kuliah biomedik dapat diterima dan dipahami oleh mahasiswa.Kata Kunci : Think-Pair-Share, e-learning, blog, efektif, prestasi belajar
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMP NEGERI 1 SUKOHARJO Martinda Bakti; Siti Muliawati
Jurnal Infokes Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v4i2.111

Abstract

Remaja saat ini mengalami perubahan drastis dalam tingkah laku seksualnya. Hampir 80% remaja melakukan hubungan seksual sebelum menikah dengan pacarnya. Hasil survey tentang perilaku seks pelajar SMP dan SMA di Cianjur-Cipanas Jawa Barat tahun 2006, menunjukkan lebih dari 60 % dari 412 siswa telah melakukan hubungan seksual (Setiawati, 2010). Banyak remaja melakukan seks di luar nikah karena belum tahu dampak perilaku seks diluar nikah dan seks tidak aman. Salah satu contoh dampak yang terjadi adalah adanya keahmilan di luar nikah yang berakibat pada pernikahan dini. Berdasarkan hasil data, di Surakarta telah terjasi pernikahan dini sejumlah 57, 27 % akibat dari pergaulan bebas. Salah satu contoh dampak yang terjadi adanya kehamilan di luar nikah yang berakibat pada pernikahan dini. Berdasarkan hasil data, di Surakarta telah terjadi pernikahan dini sejumlah 57, 27 % akibat dari pergaulan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan perilaku seks bebas pada remaja. Hasil yang ditargetkan pada penelitian ini adalah diterbitkannya jurnal penelitian yang ber – ISSN. Selain itu luaran tambahan dari hasil penelitian adalah buku referensi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Desain penelitian dengan menggunakan penelitian diskriptif dengan pendekatan potong lintang (croos sectional). Teknik pengumpulan data yang digunakan untu mengumpulkan data primer menggunakan kuisioner terstruktur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis data univariat. Berdasarkan hasil penelitian perhitungan tingkat pengetahuan tentang seks bebas pada siswa SMP Negeri 1 Sukoharjo didapatkan hasil 31.2 % siswa memiliki pengetahuan yang tinggi dan sisanya 68.8 % siswa memiliki pengetahuan yang rendah Keywords: remaja, seks bebas
FAKTOR PENYEBAB IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS DI PUSKESMAS SAMBI KECAMATAN SAMBI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2012 Siti Muliawati
Jurnal Infokes Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v3i3.115

Abstract

Latar Belakang: Dari data Puskesmas Sambi I tahun 2011 - 2012 terdapat peningkatan ibu hamil Kurang Energi Kronis yaitu dari 13 menjadi 20 ibu hamil yang memeriksakan di puskesmas sambi 1. Tujuan : Penelitian ini memberikan gambaran faktor penyebab ibu hamil kurang energi kronis, di wilayah puskesmas sambi Kecamatan Sambi Kabupaten boyolali. Metode penelitian : Rancangan penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan case control. Analisa data univariate. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian : berdasarkan gambaran faktor Penyebab ibu hamil kurang energi kronis : yaitu Pendapatan sebagian besar ibu adalah berpendapatan sedang berjumlah 16 responden (53,3%). Faktor Pendidikan ibu hamil kurang energi kronis sebagian besar berpendidikan SMP yaitu 12 orang (40%). Faktor Umur ibu hamil kurang energi kronis sebagian besar berumur antara 21 – 35 tahun berjumlah 27 ibu hamil (90%). Faktor Paritas ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis sebagian besar paritas 1 s/d 2 anak berjumlah 23 ibu hamil (76,7%). Faktor Pola Konsumsi makan ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis sebagian besar pola konsumsi baik berjumlah 18 ibu hamil (60%). Faktor Penyakit Infeksi ibu hamil sebagian besar tidak memiliki infeksi sebanyak 26 ibu hamil (86,7%). Simpulan Faktor yang Melatarbelakangi Ibu Hamil Mengalami KEK paling banyak disebabkan Pendapatan ibu yang sebagian besar berpendapatan sedang yaitu 16 responden dengan prosentase 53,3%. Saran : Diharapkan masyarakat berpartisipasi dalam peningkatan kesehatan ibu hamil dengan mengikuti penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan pihak Puskesmas.Kata kunci: Faktor Penyebab ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis
STUDI DESKRIPTIF PELAKSANAAN TEKNIK MENYUSUI BAYI TUNGGAL DI RB MTA SEMANGGI SURAKARTA TAHUN 2011 Siti Muliawati
Jurnal Infokes Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v2i1.132

Abstract

Latar Belakang: Pencapaian ASI eksklusif hingga saat ini juga belum mengembirakan. Hal ini karena ibu kurang percaya diri bahwa ASInya cukup untuk bayinya. Kurangnya pengetahuan ibu tentang cara menyusui yang baik dan benar, kurangnya pengertian dan ketrampilan petugas kesehatan tentang keunggulan ASI dan manfaat menyusui menyebabkan mereka mudah terpengaruhi oleh promosi susu formula yang sering dinyatakan sebagai Pengganti Air Susu Ibu (PASI. Tujuan: penelitian untuk mengetahui teknik menyusui yang di lakukan oleh ibu nifas di Rumah Bersalin MTA Semanggi Surakarta pada bulan november 2011. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan observasi. Populasinya yaitu ibu nifas di Rumah Bersalin MTA Semanggi Surakarta pada bulan April 2011 sejumlah 37 responden, teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling, dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sempel sejumlah 37 responden. Hasil ditentukan dengan kategori baik, cukup, dan kurang. Hasil : Hasil penelitian yang didapat dari 37 responden adalah 2 responden (5%) ibu melakukan teknik menyusui dengan hasil baik, 15 responden (41%) dengan hasil cukup, dan hanya 20 responden (54%) ibu dapat melakukan teknik menyusui kurang. Simpulan: pelaksanaan teknik menyusui bayi tunggal pada ibu nifas di Rumah Bersalin MTA Semanggi Surakarta tahun 2011 masih banyak ibu-ibu belum dapat menyusui dengan teknik yang benar adalah kategori kurang sebanyak 20 responden dari 37 responden (54%). Saran : Pelaksanaan Teknik menyusui bayi tunggal dengan benar bermanfaat bagi ibu untuk memberikan ASI secara optimal. Kata Kunci: Pelaksanaan Teknik Menyusui, Gambaran Karakteristik